Indoposonline.NET – Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memproyeksi ekonomi Indonesia tumbuh 4,1 persen. Itu menurun dari proyeksi awal sebesar 4,5 persen sepanjang tahun ini. Pemicunya, ledakan kasus covid-19, dan kebijakan PPKM Darurat pada 3-20 Juli lalu.
Saat ini, pemerintah memperpanjang implementasi PPKM Darurat hingga 2 Agustus 2021. Dan, medio Juli lalu, rekor kasus Covid-19 mencapai tertinggi dengan angka 56 ribu. ”Penguncian menghambat pemulihan,” tulis ADB, rabu (28/7).
Baca juga: KPR Bank Tabungan Negara Sasar 78 Ribu Rumah
ADB menilai kebijakan fiskal pemerintah sejauh ini cukup mendukung ekonomi masyarakat, dan nasional. Performa ekspor baik berkat peningkatan permintaan pasar global. Tahun depan, ADB meramal ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen. Sedang tingkat harga konsumen atau inflasi bakal menyusut dari proyeksi awal 2,4 persen menjadi 2,1 persen pada 2021, namun tetap di kisaran 2,8 persen pada 2022.
Penurunan proyeksi ekonomi juga menyasar sejumlah negara kawasan Asia Tenggara. Malaysia, diramal hanya tumbuh 5,5 persen dari sebelumnya 6 persen pada 2021. Itu juga mempertimbangkan kebijakan lockdown negeri jiran tersebut. Vietnam dari 6,7 persen menjadi 5,8 persen, dan Thailand dari 3 persen menjadi 2 persen. Sedang Filipina tetap 4,5 persen, dan Singapura menjadi satu-satunya negara ASEAN meningkat menjadi 6,3 persen dari 6 persen.
Baca juga: Agustus, Diagnos Laboratorium Cairkan Dividen Rp6 Miliar
ADB memprediksi ekonomi Hong Kong naik dari 4,6 persen menjadi 6,2 persen, Korea Selatan melesat dari 3,5 persen menjadi 4 persen, dan India dari 11 persen merosot ke level 10 persen. Ekonomi China tetap di kisaran 8,1 persen.
Sebelumnya, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 dari 4,3 persen menjadi 3,9 persen. Itu tersebab, lonjakan kasus Covid-19 dunia. Sementara realisasi vaksinasi Covid-19 indonesia masih rendah dibanding negara lain.
Baca juga: Rugi Bersih Acset Indonusa Turun 39 Persen jadi Rp153,17 Miliar
Negara-negara tertinggal soal vaksinasi, seperti India dan Indonesia, paling menderita di antara ekonomi G20. Kelemahan berlarut-larut dalam aktivitas diperkirakan menimbulkan kerusakan terus menerus pada kapasitas pasokan ekonomi. IMF prediksi Indonesia bisa meningkatkan laju perekonomian tahun berikutnya dengan proyeksi ekonomi nasional menjadi 5,9 persen. (abg)



























