Indoposonline.NET – Perdagangan indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones dan S&P500 mengalami koreksi, sedang Nasdaq mencatat penguatan. Aksi ambil untung investor menjadi katalis negatif pasar. Lompatan saham sektor energi, dan teknologi berhasil menjadi katalis positif indeks.
Dow Jones melemah 71 poin (0,21 persen) menjadi 33.874, S&P 500 terkoreksi 5 poin (0,11 persen) ke posisi 4.242, Nasdaq surplus 18 poin (0,13 persen) ke level 14.272, dan EIDO tekor 0,19 poin (0,91 persen) pada level 20.76.
Baca juga: MNC Pictures dan Temata Studio Bergabung ke APFI
Nah, seiring lanjutan kenaikan harga minyak mentah dan mengantarkan minyak brent menembus level USD75 per barel, saham-saham sektor energi seperti Exxon Mobil naik 0,74 persen, Occidental Petroleum surplus 3,17 persen, dan Devon Energy menguat 1,93 persen.
Sementara itu, saham-saham sektor teknologi juga berhasil mengantarkan indeks Nasdaq mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Tesla sebagai pemegang bitcoin dalam jumlah cukup besar ditutup menguat 5,27 persen. Itu selaras bertahannya harga bitcoin di atas level USD30 ribu setelah dua terakhir sempat tertekan. Saham teknologi lain seperti Netflix naik 0,8 persen, dan Facebook melesat 0,5 persen.
Baca juga: Pernikahan Rizky Billar dan Lesti Kejora Dikemas Secara Live di ANTV, Berikut Rangkaiannya
Mino Equity Analyst Indo Premier Sekuritas meramal menyusul koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street seiring aksi ambil untung investor, dan rekor penambahan kasus baru Covid-19 dalam negeri diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, lonajakan mayoritas harga komoditas kecuali emas berpeluang menjadi sentimen positif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG).
Sepanjang perdagangan Kamis (24/6), Indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan support level 5.975, dan resisten level 6.095. Sejumlah saham laik koleksi antara lain Sarana Menara (TOWR) support Rp1.210, dan resisten Rp1.270, Bank Central Asia (BBCA) support Rp30.725, dan resisten Rp31.775, Indosat (ISAT) support Rp6.850, dan resisten Rp7.200, dan Ramayana Lestari (RALS) support Rp680, dan resisten Rp700. (abg)


























