indoposnews.co.id – PT Kobexindo Tractors (KOBX), penyedia alat berat terintegrasi, memperkuat portofolio pendapatan melalui penambahan lini baru produk sektor konstruksi. Perseroan telah merampungkan perjanjian keagenan distribusi dengan Dynapac Asia Pacific untuk memasarkan, melakukan jasa perbaikan, dan menyediakan suku cadang produk alat berat segmen mesin konstruksi jalan Dynapac.
Kobexindo kini memasarkan seluruh produk Dynapac milik Fayat Grup. Baik itu mesin untuk pekerjaan Compaction (single drum vibratory rollers, double drum vibratory rollers, combi roller, steel drum roller, pneumatic roller, dan tamping roller), Paving (mini pavers, compact pavers, commercial pavers, city pavers, highway pavers, mobile feeder, dan screeds), maupun Compact Equipment (rammers, forward plates, reversible plates, walk-behind rollers, utility roller, dan mix spreader).
Baca juga: Provident Agro Akhiri Buyback 110 Juta Lembar Lebih Dini
Selain menyediakan full fleet untuk mesin konstruksi jalan, Kobexindo juga masuk segmen power management untuk mendukung pekerjaan di lokasi tambang maupun konstruksi. Lini produk itu, diwakili Doosan Portable Power terdiri dari portable air compressors, generator (genset), lighting system, dan power modules. Produk-produk itu, untuk mendukung pekerjaan di lokasi pertambangan maupun proyek butuh mesin penyedia listrik (generator/ genset), kompresor udara, dan sistem lampu penerangan.
”Kobexindo berkomitmen terus meningkatkan bisnis secara berkelanjutan. Termasuk melakukan diversifikasi produk untuk memperkuat, dan menyeimbangkan komposisi pendapatan dari pertambangan dan non-pertambangan,” tutur Andry B. Limawan, Direktur Utama PT Kobexindo Tractors.
Baca juga: Buyback, Kini Indonesia Habiskan Anggaran Rp67,95 Miliar
Dynapac, salah satu brand global terdepan memproduksi alat berat mesin pembuatan jalan berkualitas. So, dengan menjadi agen penjual, penyedia jasa, dan suku cadang produk Dynapac, Kobexindo menargetkan dapat berpartisipasi dalam membangun jaringan jalan raya, dan tol berkualitas di Indonesia.
Sektor konstruksi, khususnya pembangunan infrastruktur jalan raya dan tol, dinilai sangat berpotensi. Penilaian itu, didasari data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut kebutuhan anggaran sektor jalan, dan jembatan periode 2020-2024 mencapai Rp573 triliun.
Baca juga: Jual 206,70 Juta Saham Jaya Sukses, Pengendali Ini Bungkus Dana Rp61,18 Miliar
Tidak hanya pembangunan jalan raya, dan tol baru, pemerintah pusat maupun daerah juga secara berkala melakukan pemeliharaan, peningkatan kualitas jalan nasional, dan daerah. Bahkan, sebelumnya pemerintah telah menargetkan untuk memiliki 5.000 km tol pada 2024.
Potensi itu, juga bertambah dari pihak swasta, seperti pengembang besar berskala kota maupun kontraktor umum. Terlebih, bagi para kontraktor pekerjaan infrastruktur pembuatan jalan di lokasi-lokasi proyek, seperti kawasan industri kini makin marak. ”Saat ini, kami secara paralel telah menawarkan produk-produk tersebut melalui anak usaha yaitu PT Kobexindo Konstruksi Indonesia. Minat atas produk baru tawaran kami positif. Kami telah mengantongi beberapa pernyataan minat dari calon konsumen,” jelas Andry.
Baca juga: Songsong Calon IKN, Transkon Jaya Siapkan Jurus Ini
Saat ini, Kobexindo memiliki satu kantor pusat di Jakarta, 1 kantor pusat pelayanan di Bekasi, dan 13 kantor cabang berlokasi di Jakarta, Medan, Batam, Lahat, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Batu Licin, Tarakan, Balikpapan, Makassar, Samarinda, dan terbaru di Cilegon.
Pembukaan cabang baru di Cilegon, Banten merupakan salah satu upaya Kobexindo untuk meningkatkan kualitas, dan kecepatan pelayanan atas produk-produk yang ditawarkan. Cabang baru itu, melayani jasa penjualan, jasa perbaikan, dan penjualan suku cadang alias sales, service, and sparepart (3S). Kehadiran cabang terbaru akan menjamin kecepatan penanganan, kualitas layanan paska-jual, dan kesediaan suku cadang bagi pelanggan. ”Terlebih sekitar daerah ini banyak kawasan industri, dan pergudangan menjadi salah satu segmen pasar produk kami,” beber Andry.
Baca juga: Hartadinata Abadi Kantongi Fasilitas Kredit Rp150 Miliar
Masuknya lini produk baru, dan peningkatan jangkauan pelayanan melalui pembukaan kantor cabang, diharapkan dapat menopang kinerja di masa mendatang. Perseroan mematok segmen non-tambang terus bertumbuh, dan memberi keseimbangan pendapatan antara tambang, dan non-tambang.
”Saat ini, non-tambang berkontribusi 20-25 persen, dan akan meningkat dalam jangka menengah hingga mencapai 30 persen terhadap pendapatan konsolidasi. Pada akhirnya memberi nilai lebih (value added) kepada stakeholder, terutama para pemegang saham,” tukas Andry. (abg)



























