Indoposonline.NET – Bursa Asia Pasifik mengawali perdagangan hari ini, Selasa (20/7) terkoreksi. Itu menyusul pelemahan bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street semalam terpuruk. Itu ditunjukkan dengan koreksi Dow Jones Industrial Average lebih 700 poin, atau terburuk sejak Oktober 2020.
Nikkei 225 terpangkas 0,89 persen, indeks Topix menukik 1,05 persen, dan Kospi Korea Selatan anjlok 0,55 persen. S&P/ASX 200 Australia melepuh 1,06 persen. Indeks MSCI saham Asia Pasifik di luar Jepang terkapar 0,27 persen.
Baca juga: Varian Delta Amuk AS, Wall Street Anjlok Parah
Tiongkok akan mengumumkan suku bunga pinjaman acuan terbaru. Mayoritas pedagang, dan analis memperkirakan tidak ada perubahan baik suku bunga dasar pinjaman (LPR) 1 tahun atau LPR lima tahun.
Sementara bursa saham Indonesia, Malaysia, dan Singapura tutup karena libur lebaran Iduladha. Semalam di AS, Dow Jones Industrial Average terpental 725,81 poin menjadi 33.962,04, S&P 500 terpeleset 1,59 persen menjadi 4.258,49. Dan, Nasdaq Composite ambles 1,06 persen menjadi 14.274,98.
Baca juga: Garansi Iduladha Aman, Pemerintah Stok Hewan Kurban 1,7 Juta Ekor
Indeks dolar AS, melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lain berada di 92,879 dari di bawah 92,8. Yen Jepang diperdagangkan pada 109,50 per dolar, lebih kuat dari level di atas 110,5 terhadap greenback minggu lalu. Dolar Australia ditransaksikan pada USD0,7343, turun dari level sekitar USD0,738 kemarin. (abg)



























