Indoposonline.NET – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak mixed. Sepanjang perdagangan hari ini, Senin (19/7) Indeks akan bergerak menjelajahi support level 6.026, dan resisten level 6.102. Itu tersebab sentimen positif pasar relatif minim.
Selain itu sebut Salvian Fernando, Equity Research Analyst Victoria Sekuritas likuiditas pasar minim. Maklum, para investor menyiapkan dana untuk initial public offering (IPO) Bukalapak.com (BUKA), dan juga kemungkinan terjadi perpanjangan PPKM Darurat seiring perkembangan pandemi Covid-19 Indonesia masih terus mengalami peningkatan.
Baca juga: IHSG Naik, Borong Saham-Saham Ini
Secara teknikal, saham layak untuk diperhatikan yaitu saham BRI Agroniaga (AGRO). Saham AGRO pada perdagangan akhir pekan lalu, tutup di level Rp2.090. Di mana, saham AGRO telah mengalami penguatan selama 3 hari beruntun sejak rebound dari support level Rp1.950 pada perdagangan Selasa (13/7).
Menilik saham AGRO masih berada dalam uptrend, ada peluang untuk terjadi penguatan. Saham AGRO akan menguji kembali resisten level Rp2.160. Oleh karena itu, rekomendasi trading buy saham AGRO dengan target price level Rp2.160. Selain itu, saham lain secara teknikal layak untuk diperhatikan adalah Bank Jago (ARTO), Erajaya Swasembada (ERAA), dan Timah (TINS).
Baca juga: RNI Group Kerja Ekstra Pasok Kebutuhan RSD Covid-19
Akhir pekan lalu, Indeks menguat 0,43 persen ke level 6.072,5. Total volume perdagangan 14,26 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp10,11 triliun. Indeks dibuka dengan gap up ke level 6.063, dan diwarnai kasus aktif Covid-19 Indonesia mencapai angka 500 ribu, atau lebih tepatnya 504.915. Di mana, pada Jumat (16/7) kasus aktif Covid-19 Indonesia bertambah 54 ribu.
Sementara itu, bursa Asia Pasifik ditutup mixed. Indeks Strait Times surplus 0,39 persen, KLSE naik 0,11 persen, dan Hang Seng menguat 0,03 persen, indeks KOSPI minus 0,28 persen, Nikkei tekor 0,98 persen, dan Shanghai Stock Exchange menukik 0,71 persen. Pelemahan terbesar indeks Nikkei tersebab kekhawatiran investor soal ledakan kasus positif Covid-19 Jepang. (abg)



























