Indoposonline.NET – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal mengawali pekan cenderung konsolidasi. Secara teknikal meski ditutup melemah tipis, candlestick membentuk bullish candle bertahan di atas level MA20, dan MA5. Indikator stochastic dan RSI bergerak bearish momentum dengan sinyal line indikator MACD menjenuh.
Menurut Lanjar Nafi, Equity Technical Analyst Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia, Indeks berpotensi kembali menguji MA20 di kisaran level 6.028, dan menguji resisten bearish trendline di level 6.050 sebagai konfirmasi arah pergerakan selanjutnya. Indeks masih akan bergerak cenderung terkonsolidasi menguat di awal pekan dengan support 6.015, dan 6.050.
Baca juga: Sepi Sentimen, Gerak IHSG Monoton
Saham-saham laik koleksi antara lain Astra Agro Lestari (AALI), Adhi Karya (ADHI), Adaro Energy (ADRO), Aneka Gas Industri (AGII), Erajaya Swasembada (ERAA), HM Sampoerna (HMSP), Japfa Comfeed (JPFA), London Sumatera Plantations (LSIP), Malindo Feedmill (MAIN), Medco Energy (MEDC), PT PP (PTPP), Semen Indonesia (SMGR), Wijaya Karya (WIKA), dan Waskita Karya (WSKT).
Akhir pekan lalu, Indeks turun 0,00 persen atau 0,52 poin ke level 6.039,84. Saham TLKM menguat 5,0 persen, BBHI surplus 24,5 persen, BSIM naik 25,0 persen, TPIA menanjak 1,3 persen, dan INCO melesat 4,4 persen. Saham pemberat Indeks BBRI turun 1,8 persen, BMRI minus 2,1 persen, AGRO tekor 6,9 persen, EMTK menukik 1,4 persen, dan BBNI susut 2,5 persen. Investor terlihat berhati-hati di tengah ketidakpastian pertemuan FOMC mengenai prospek suku bunga, dan lonjakan kasus Covid-19 varian baru terus meluas. Investor asing melakukan aksi beli bersih Rp23,11 miliar.
Baca juga: Insiden Kebakaran Tak Ganggu Operasional Pertamina International Shipping
Sementara itu, bursa Asia berpotensi mengawali pekan dengan menguat. Itu setelah ekuitas Amerika Serikat (AS) mencatat rekor baru. Indeks futures naik di Jepang, Australia, dan Hong Kong. Bank sentral China memotong jumlah uang tunai harus disimpan sebagian besar bank sebagai cadangan, menopang keuntungan, dan pemerintah mengusulkan aturan baru tentang perusahaan terdaftar di luar negeri.
Ketegangan antara AS dan China terus berkembang. Di mana, AS menambah 34 entitas China ke daftar hitam ekonomi atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia, dan pengawasan teknologi tinggi di Xinjiang. Investor akan mengalihkan perhatian ke musim pendapatan kuartal kedua mulai minggu ini untuk tanda-tanda kekuatan perusahaan.
Baca juga: Wika Gedung Kebut RS Darurat Tanjung Duren 4 Pekan
Dan, dari harga komoditas, minyak mentah west texas intermediate naik 2,2 persen menjadi USD74,56 per barel, Batubara meroket 1,49 persen, Nikel melesat 2,05 persen, dan Timah menanjak 0,14 persen. (abg)



























