• Redaksi
Jumat, Mei 1, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Reog Unesco

abu by abu
9 Juli 2023 05:27
Reog Ponorogo

Reog Ponorogo menunggu legalisasi UNESCO. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – MADIUN sudah punya ”Makkah” dan ”Singapura”. Di pusat kotanya. Turis lokal berbondong ke sana. Kota Madiun disulap menjadi sangat cantik. Hanya dalam satu periode jabatan wali kota. Pacitan segera punya museum kepresidenan: Museum SBY-ANI. Megah. Sudah selesai dibangun. Tinggal diresmikan: bulan Juli. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membangunnya. Antara lain untuk almarhum istrinya: Ani Yudhoyono.

Ponorogo terjepit di tengahnya. Jauh dari laut. Jauh dari jaringan jalan tol. Untungnya Ponorogo punya yang satu ini: Sugiri Sancoko. Bupati saat ini. Ia lahir di Ponorogo. Di desa Sampung. Desa ini terkenal: karena miskinnya. Sugiri tumbuh di situ. Di tengah kemiskinan. Pergilah ke Ponorogo tanggal 1 Suro minggu depan. Itulah penanda tahun baru Jawa. Banyak acara di sana. Salah satunya: slametan untuk dimulainya pembangunan proyek pariwisata raksasa di Sampung. 

Akan ada patung tertinggi di Indonesia. Mengalahkan tingginya patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Desa Sampung yang miskin akan diubah Sugiri menjadi pusat wisata kelas nasional. Anda baiknya usul nama lain. Jangan nama yang sekarang sedang dipromosikan: Museum Peradaban. Terlalu muluk. Kurang pop. Kurang ”marketing”. Saya juga akan usul nama yang lebih nendang. Belum ketemu. Intinya: Sampung punya gunung gamping. Gamping adalah kapur.

Baca Juga

BNI Perkuat Keterbukaan Informasi, Lindungi Diaspora Hong Kong dari Kejahatan Keuangan

Kementerian Desa Perkuat Kolaborasi CSR Bersama ISSF untuk Percepatan Pembangunan Desa

Solutif, eufy Hadirkan Pompa ASI Handsfree dengan Teknologi HeatFlow™

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

Baca juga: Trisula Edan 

Yang kalau dibakar bisa untuk bahan bangunan. Gamping itu jadi sumber penghidupan rakyat setempat. Mereka menggerus gunung itu. Debu putihnya terbang ke mana-mana. Termasuk ke rambut dan ke badan mereka yang telanjang dada. Mereka pun seperti Hanoman yang tidak sakti. Gamping itu dipikul. Diangkut. Dijual. Hampir tanpa harga. Gamping tidak mengubah taraf hidup masyarakat. Gamping hanya melestarikan kemiskinan. Sugiri menghayati semua itu.

Ia menemukan cara baru untuk memanfaatkan gunung gamping itu ke level kehidupan masyarakat yang lebih tinggi. Gunung gamping itu akan dibentuk bentuk menjadi berbagai fungsi. Salah satunya menjadi patung reog Ponorogo. Yang terbesar dan tertinggi. Garuda Wisnu pun seperti itu. Gunung di Nusa Dua itu dibelah-belah. Jadi tebing-tebing tinggi yang masif. ”Ruang” di antara tebing itu bisa untuk apa saja. Termasuk untuk jamuan makan malam yang mewah dan elegan. 

Seperti yang Anda masih akan selalu ingat: para kepala pemerintahan negara-negara kaya anggota G-20 dijamu makan malam oleh Presiden Jokowi di situ. Dulu gunung gersang di Nusa Dua itu juga tidak ada harganya. Kreativitas manusia bisa mengubahnya jadi salah satu pusat kegiatan G-20 yang prestisius. Pun di Arizona. Apalagi di Nevada. Kekuatan manusia bisa mengubah padang tandus Nevada jadi Las Vegas yang Anda puja sampai sekarang.

Baca juga: Pilihan Baterai Toyota

Di Tiongkok juga. Di Dubai pun serupa. Puncaknya: di Arab Saudi. Dengan proyek kota baru Neom-nya. Maka saya memuji pemikiran Sugiri. Saya memang orang Magetan. Atau orang Samarinda. Tapi sejak kecil saya sudah akrab dengan budaya Ponorogo. Hampir setiap kali ada kawinan di desa sekitar saya, ada reog Ponorogo. Lengkap dengan jaranannya dan kuda tejinya. Saya kurang kritis ketika kecil: tidak pernah bertanya apa itu kuda teji dan mengapa disebut kuda teji. 

Ketika remaja saya sibuk dengan organisasi pergerakan. Ketika dewasa sibuk dengan bisnis. Baru sekarang, ketika menulis Disway ini, saya ingat masa kecil itu. Lalu ingat kuda teji. Yakni kuda yang ikut mengiringi pengantin. Bagian dari atraksi perkawinan. Jalannya kuda itu sangat lucu: seperti lari-lari kecil yang sangat centil. Pun ketika bertemu Bupati Ponorogo saat ini, Sugiri, saya lupa menanyakannya: apa itu kuda teji dan apakah sekarang masih ada. 

Atau kuda teji itu justru hanya ada di daerah saya saja. Lain kali saya tidak akan lupa menanyakan itu kepada beliau kalau bertemu beliau lagi. Atau tetap lupa. Tentu saya sering ke Ponorogo. Adiknya bapak saya tinggal di Desa Betri, kecamatan Siman. Beliau jadi kiai kampung di Betri. Masjidnya lebih besar dari masjid di kampung saya. Tiap Lebaran, di hari ketiga, saya diajak ke sana: naik kereta api dari Stasiun Sleko di Madiun. Dari desa saya ke Sleko jalan kaki. Satu setengah jam. 

Baca juga: Akhir Kelana OceanGate

Kereta melaju ke selatan. Ke Ponorogo. Masih ke selatan lagi. Turun di Stasiun Siman. Lalu naik andong ke Betri. Saya pun punya kenakalan anak-anak. Ketika ”minggat” dari rumah, tujuan minggat saya ke Betri. Tanpa punya uang. Saya nunut kereta itu dari dari Stasiun Sleko. Tidak akan dipungut bayaran: masih anak-anak. Geger. Saya hilang. Dicari ke mana-mana. Sampai ada acara menabuh tampah malam-malam. Keliling desa. Siapa tahu saya disembunyikan oleh hantu. 

Dengan konvoi memukul tampah itu sang hantu takut. Lalu melepaskan saya. Anak sekarang tidak bisa minggat seperti itu: ada HP. Kini, begitu tiba di Betri pasti keberadaan saya sudah dibocorkan ke kampung saya lewat WA. Desa yang juga sering saya datangi adalah Bogem. Di sebelah barat kota. Di jalur jalan antara Ponorogo-Wonogiri. Di situlah leluhur saya. Yang juga terkait dengan leluhur yang lebih atas lagi di Tegalsari, selatan kota Ponorogo.

Walhasil saya keturunan Ponorogo juga. Maka setiap ada perkembangan di Ponorogo saya kepo sekali. Maka saya selalu mendengar opini masyarakat di Ponorogo tentang setiap bupati baru. Pun ketika saya sibuk jadi wartawan, jadi pengusaha, jadi dirut PLN, dan jadi menteri. Suatu kali saya dengar ”bupatinya bagus”. Lain kali mendengar ”bupati kita payah”. Info saling berganti. Bagaimana dengan bupati baru tahun 2019? “Istimewa,” kata mereka. 

Baca juga: Dansa Tahu Campur

Tapi saya belum tahu seberapa istimewa. Saya baru tahu ketika ke Ponorogo kapan itu. Lalu sempat bertemu langsung dengan sang Bupati tahun lalu. Memang istimewa. Sugiri bukan seperti bupati. Ia seperti orang Ponorogo –hahaha ia memang orang Ponorogo. Tidak ada sikap ningrat. Tidak ada bicara yang sok pejabat. Jauh dari feodal. Sugiri lebih mirip Warok Ponorogo. Warok masa kini: pakaiannya gaya warok tapi pemikirannya masa depan. 

Ia berpijak pada budaya masa lalu tapi ingin terbang ke masa jauh di depan. Masuklah ke ”istana” bupati Ponorogo. Kediaman resmi bupati biasanya diwibawa-wibawakan. Harus bagus. Hebat. Kalau perlu bercorak ningrat. Kediaman bupati Ponorogo sekarang ini ia rombak habis. Ruang kerja bupati ia jadikan angkringan. Jadi warung. 

Jual makanan dan minuman beneran. Sugiri juga lebih sering pakai pakaian Warok Ponorogo daripada mengenakan seragam dinas bupati. Tiga tahun ini Sugiri uring-uringan: mengapa Reog Ponorogo belum juga berhasil diusulkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Mungkin tunggu diusulkan Malaysia. (Dahlan Iskan)

 

Tags: BendabudayadiswayJatimJawa TimurponorogoReogunescoWarisan

Berita Terkait

BNI Perkuat Keterbukaan Informasi, Lindungi Diaspora Hong Kong dari Kejahatan Keuangan
Ekonomi

BNI Perkuat Keterbukaan Informasi, Lindungi Diaspora Hong Kong dari Kejahatan Keuangan

2026/04/30
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bersama ISSF menggelar kegiatan CSR (Istimewa )
Nasional

Kementerian Desa Perkuat Kolaborasi CSR Bersama ISSF untuk Percepatan Pembangunan Desa

2026/04/22
Solutif, eufy Hadirkan Pompa ASI Handsfree dengan Teknologi HeatFlow™
Ekonomi

Solutif, eufy Hadirkan Pompa ASI Handsfree dengan Teknologi HeatFlow™

2026/04/21
Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei
Ekonomi

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

2026/04/18
Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026
Ekonomi

Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026

2026/04/12
Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun
Ekonomi

Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun

2026/04/10

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40

Pilihan Redaksi

Gairahkan Pasar! Patrick Walujo Borong 148,15 Juta Saham GOTO Rp10 Miliar

Gairahkan Pasar! Patrick Walujo Borong 148,15 Juta Saham GOTO Rp10 Miliar

17 Oktober 2023 19:27
Khusnul Nusakambangan

Khusnul Nusakambangan 

2 November 2022 05:27 - Updated on 3 November 2022 11:46
Dekan FISIP UI Prof. Semiarto Aji Purwanto.

Prof. Dr. Drs. Semiarto Aji Purwanto, M.Si. Terpilih sebagai Dekan FISIP UI

16 November 2021 23:52
IHSG

Cenderung Ketat, Ini Saham Rekomendasi Reliance Sekuritas 

23 November 2021 07:27

Renegotiations for jet fighter project aim to ease burden on state budget

22 Mei 2022 01:07
dahlan iskan

Bakar Uang GoTo

28 Mei 2021 05:25 - Updated on 29 Mei 2021 14:32
IHSG

IHSG Konsolidasi, Lirik Saham-Saham Ini

27 Juli 2021 08:45
Kebakaran

Rumah Padat Penduduk di Pulo Gadung Terbakar

18 Maret 2021 05:23
Penyegaran! Pool Advista Finance Permanenkan CEO Anyar

Penyegaran! Pool Advista Finance Permanenkan CEO Anyar

6 Februari 2024 19:27
Iman Rachman

Selenggarakan Bursa Karbon, BEI Tunggu Penugasan OJK

10 Agustus 2023 17:27

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu