• Redaksi
Rabu, Desember 10, 2025
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Reog Unesco

abu by abu
9 Juli 2023 05:27
Reog Ponorogo

Reog Ponorogo menunggu legalisasi UNESCO. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – MADIUN sudah punya ”Makkah” dan ”Singapura”. Di pusat kotanya. Turis lokal berbondong ke sana. Kota Madiun disulap menjadi sangat cantik. Hanya dalam satu periode jabatan wali kota. Pacitan segera punya museum kepresidenan: Museum SBY-ANI. Megah. Sudah selesai dibangun. Tinggal diresmikan: bulan Juli. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membangunnya. Antara lain untuk almarhum istrinya: Ani Yudhoyono.

Ponorogo terjepit di tengahnya. Jauh dari laut. Jauh dari jaringan jalan tol. Untungnya Ponorogo punya yang satu ini: Sugiri Sancoko. Bupati saat ini. Ia lahir di Ponorogo. Di desa Sampung. Desa ini terkenal: karena miskinnya. Sugiri tumbuh di situ. Di tengah kemiskinan. Pergilah ke Ponorogo tanggal 1 Suro minggu depan. Itulah penanda tahun baru Jawa. Banyak acara di sana. Salah satunya: slametan untuk dimulainya pembangunan proyek pariwisata raksasa di Sampung. 

Akan ada patung tertinggi di Indonesia. Mengalahkan tingginya patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Desa Sampung yang miskin akan diubah Sugiri menjadi pusat wisata kelas nasional. Anda baiknya usul nama lain. Jangan nama yang sekarang sedang dipromosikan: Museum Peradaban. Terlalu muluk. Kurang pop. Kurang ”marketing”. Saya juga akan usul nama yang lebih nendang. Belum ketemu. Intinya: Sampung punya gunung gamping. Gamping adalah kapur.

Baca Juga

Kejahatan Siber Berbasis AI, Fortinet Ingatkan Ini

Perkuat Literasi Ekonomi Syariah, BSN Gandeng Pondok Modern Gontor

Transformasi Digital, BTN Resmikan Wajah Baru Kanwil Jateng DIY

Mantan Karyawan Gugat GOTO Rp43 Miliar

Baca juga: Trisula Edan 

Yang kalau dibakar bisa untuk bahan bangunan. Gamping itu jadi sumber penghidupan rakyat setempat. Mereka menggerus gunung itu. Debu putihnya terbang ke mana-mana. Termasuk ke rambut dan ke badan mereka yang telanjang dada. Mereka pun seperti Hanoman yang tidak sakti. Gamping itu dipikul. Diangkut. Dijual. Hampir tanpa harga. Gamping tidak mengubah taraf hidup masyarakat. Gamping hanya melestarikan kemiskinan. Sugiri menghayati semua itu.

Ia menemukan cara baru untuk memanfaatkan gunung gamping itu ke level kehidupan masyarakat yang lebih tinggi. Gunung gamping itu akan dibentuk bentuk menjadi berbagai fungsi. Salah satunya menjadi patung reog Ponorogo. Yang terbesar dan tertinggi. Garuda Wisnu pun seperti itu. Gunung di Nusa Dua itu dibelah-belah. Jadi tebing-tebing tinggi yang masif. ”Ruang” di antara tebing itu bisa untuk apa saja. Termasuk untuk jamuan makan malam yang mewah dan elegan. 

Seperti yang Anda masih akan selalu ingat: para kepala pemerintahan negara-negara kaya anggota G-20 dijamu makan malam oleh Presiden Jokowi di situ. Dulu gunung gersang di Nusa Dua itu juga tidak ada harganya. Kreativitas manusia bisa mengubahnya jadi salah satu pusat kegiatan G-20 yang prestisius. Pun di Arizona. Apalagi di Nevada. Kekuatan manusia bisa mengubah padang tandus Nevada jadi Las Vegas yang Anda puja sampai sekarang.

Baca juga: Pilihan Baterai Toyota

Di Tiongkok juga. Di Dubai pun serupa. Puncaknya: di Arab Saudi. Dengan proyek kota baru Neom-nya. Maka saya memuji pemikiran Sugiri. Saya memang orang Magetan. Atau orang Samarinda. Tapi sejak kecil saya sudah akrab dengan budaya Ponorogo. Hampir setiap kali ada kawinan di desa sekitar saya, ada reog Ponorogo. Lengkap dengan jaranannya dan kuda tejinya. Saya kurang kritis ketika kecil: tidak pernah bertanya apa itu kuda teji dan mengapa disebut kuda teji. 

Ketika remaja saya sibuk dengan organisasi pergerakan. Ketika dewasa sibuk dengan bisnis. Baru sekarang, ketika menulis Disway ini, saya ingat masa kecil itu. Lalu ingat kuda teji. Yakni kuda yang ikut mengiringi pengantin. Bagian dari atraksi perkawinan. Jalannya kuda itu sangat lucu: seperti lari-lari kecil yang sangat centil. Pun ketika bertemu Bupati Ponorogo saat ini, Sugiri, saya lupa menanyakannya: apa itu kuda teji dan apakah sekarang masih ada. 

Atau kuda teji itu justru hanya ada di daerah saya saja. Lain kali saya tidak akan lupa menanyakan itu kepada beliau kalau bertemu beliau lagi. Atau tetap lupa. Tentu saya sering ke Ponorogo. Adiknya bapak saya tinggal di Desa Betri, kecamatan Siman. Beliau jadi kiai kampung di Betri. Masjidnya lebih besar dari masjid di kampung saya. Tiap Lebaran, di hari ketiga, saya diajak ke sana: naik kereta api dari Stasiun Sleko di Madiun. Dari desa saya ke Sleko jalan kaki. Satu setengah jam. 

Baca juga: Akhir Kelana OceanGate

Kereta melaju ke selatan. Ke Ponorogo. Masih ke selatan lagi. Turun di Stasiun Siman. Lalu naik andong ke Betri. Saya pun punya kenakalan anak-anak. Ketika ”minggat” dari rumah, tujuan minggat saya ke Betri. Tanpa punya uang. Saya nunut kereta itu dari dari Stasiun Sleko. Tidak akan dipungut bayaran: masih anak-anak. Geger. Saya hilang. Dicari ke mana-mana. Sampai ada acara menabuh tampah malam-malam. Keliling desa. Siapa tahu saya disembunyikan oleh hantu. 

Dengan konvoi memukul tampah itu sang hantu takut. Lalu melepaskan saya. Anak sekarang tidak bisa minggat seperti itu: ada HP. Kini, begitu tiba di Betri pasti keberadaan saya sudah dibocorkan ke kampung saya lewat WA. Desa yang juga sering saya datangi adalah Bogem. Di sebelah barat kota. Di jalur jalan antara Ponorogo-Wonogiri. Di situlah leluhur saya. Yang juga terkait dengan leluhur yang lebih atas lagi di Tegalsari, selatan kota Ponorogo.

Walhasil saya keturunan Ponorogo juga. Maka setiap ada perkembangan di Ponorogo saya kepo sekali. Maka saya selalu mendengar opini masyarakat di Ponorogo tentang setiap bupati baru. Pun ketika saya sibuk jadi wartawan, jadi pengusaha, jadi dirut PLN, dan jadi menteri. Suatu kali saya dengar ”bupatinya bagus”. Lain kali mendengar ”bupati kita payah”. Info saling berganti. Bagaimana dengan bupati baru tahun 2019? “Istimewa,” kata mereka. 

Baca juga: Dansa Tahu Campur

Tapi saya belum tahu seberapa istimewa. Saya baru tahu ketika ke Ponorogo kapan itu. Lalu sempat bertemu langsung dengan sang Bupati tahun lalu. Memang istimewa. Sugiri bukan seperti bupati. Ia seperti orang Ponorogo –hahaha ia memang orang Ponorogo. Tidak ada sikap ningrat. Tidak ada bicara yang sok pejabat. Jauh dari feodal. Sugiri lebih mirip Warok Ponorogo. Warok masa kini: pakaiannya gaya warok tapi pemikirannya masa depan. 

Ia berpijak pada budaya masa lalu tapi ingin terbang ke masa jauh di depan. Masuklah ke ”istana” bupati Ponorogo. Kediaman resmi bupati biasanya diwibawa-wibawakan. Harus bagus. Hebat. Kalau perlu bercorak ningrat. Kediaman bupati Ponorogo sekarang ini ia rombak habis. Ruang kerja bupati ia jadikan angkringan. Jadi warung. 

Jual makanan dan minuman beneran. Sugiri juga lebih sering pakai pakaian Warok Ponorogo daripada mengenakan seragam dinas bupati. Tiga tahun ini Sugiri uring-uringan: mengapa Reog Ponorogo belum juga berhasil diusulkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Mungkin tunggu diusulkan Malaysia. (Dahlan Iskan)

 

Tags: BendabudayadiswayJatimJawa TimurponorogoReogunescoWarisan

Berita Terkait

Kejahatan Siber Berbasis AI, Fortinet Ingatkan Ini
Ekonomi

Kejahatan Siber Berbasis AI, Fortinet Ingatkan Ini

2025/12/09
Perkuat Literasi Ekonomi Syariah, BSN Gandeng Pondok Modern Gontor
Ekonomi

Perkuat Literasi Ekonomi Syariah, BSN Gandeng Pondok Modern Gontor

2025/12/04
Transformasi Digital, BTN Resmikan Wajah Baru Kanwil Jateng DIY
Ekonomi

Transformasi Digital, BTN Resmikan Wajah Baru Kanwil Jateng DIY

2025/12/02
Rugi GOTO Ciut, Terbitlah Rekor Anyar
Ekonomi

Mantan Karyawan Gugat GOTO Rp43 Miliar

2025/12/02
Pantai Indah Kapuk Cari Utangan Rp15,73 Triliun
Ekonomi

Pantai Indah Kapuk Cari Utangan Rp15,73 Triliun

2025/12/02
Grup Bakrie Ungkap Temuan Baru Blok Sengkang
Ekonomi

Grup Bakrie Ungkap Temuan Baru Blok Sengkang

2025/12/02

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06
Allo Bank

Gemar Transaksi, Ali Gunawan Koleksi 7,95 Juta Saham Bank Milik Chairul Tanjung

2 Februari 2022 18:27

Pilihan Redaksi

Surat Vaksin jadi Sarat ke Mall, Ganjar : Gak Fair

Surat Vaksin jadi Sarat ke Mall, Ganjar : Gak Fair

11 Agustus 2021 20:47
Naik Tipis, Pertamina Energy Serok Laba USD47,51 Juta

Naik Tipis, Pertamina Energy Serok Laba USD47,51 Juta

2 Mei 2024 15:27
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Webinar Keterbukaan Informasi Publik bertajuk Kolaborasi Atasi Stunting melalui Dukungan APBN untuk Indonesia Emas 2045 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Peranan APBN Sangat Penting Menurunkan Angka Stunting di Indonesia

4 Agustus 2022 12:14
Adi Sarana

Entitas Usaha Adi Sarana Pede Antarkan 1,5 Juta Parsel per Hari, Ini Pemicunya

17 Mei 2022 14:27
darling

Empat Masalahan yang Dihadapi Mahasiswa saat Perkuliahan Daring

25 Agustus 2021 20:59
Suasana pertemuan dan dialoq Pengurus IKA IESP Usakti dengan Sekretariat Wakil Presiden RI

IKA IESP Universitas Trisakti Audiensi dengan Sekretariat Wakil Presiden

10 September 2022 09:32
Hwang Jung-Min Sapa Pemirsa Indonesia Lewat Film Hostage : Missing Celebrity

Hwang Jung-Min Sapa Pemirsa Indonesia Lewat Film Hostage : Missing Celebrity

20 Oktober 2021 23:54
sejumlah pemain film rumah iblis.

Film Rumah Iblis jadi Kebangkitan Aura Kasih di Dunia Akting

2 November 2022 18:26
Lanjut! Dian Swastatika Lempar 16,7 Miliar Saham Smartfren Telecom

Jual Smartfren, Group Sinarmas Gulung Rp571,40 Miliar

23 November 2024 21:27
Beku 4 Tahun, Emiten Benny Tjokro Songsong Delisting 

Beku 4 Tahun, Emiten Benny Tjokro Songsong Delisting 

17 Januari 2024 12:27

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu