indoposnews.co.id – PT Agung Podomoro Land (APLN) periode 2021 berhasil mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp4,26 triliun. Penjualan properti tumbuh positif menjadi sumber utama pendapatan tahun lalu. Sementara bisnis perhotelan, dan pusat perbelanjaan mulai bangkit di tengah tantangan pandemi Covid-19.
Corporate Secretary PT Agung Podomoro Land Justini Omas menjelaskan, perseroan membukukan pengakuan penjualan Rp3,11 triliun, dan pendapatan berulang (recurring income) Rp1,14 triliun. Perseroan juga mencatat laba kotor Rp1,42 triliun dengan margin laba kotor 33,6 persen.
Baca juga: Unilever Indonesia Sangkal PHK Massal, hanya Penyesuaian
”Penjualan properti berbagai proyek Agung Podomoro sejumlah kota menjadi salah satu katalis utama pendapatan tahun lalu. Bisnis perhotelan sebagai salah satu sumber pendapatan berulang juga terus menunjukkan kinerja positif,” tutur Justini Omas, di Jakarta, Rabu (6/4).
Sebagai pengembang properti terdepan, terintegrasi, dan terpercaya, Agung Podomoro terus mengambil inisiatif untuk menghadirkan produk-produk perumahan sesuai kebutuhan masyarakat berbagai kota utama Indonesia. Pada 2021, Agung Podomoro telah menambah proyek properti baru yaitu kawasan hunian mewah Bukit Podomoro Jakarta di Jakarta Timur.
Baca juga: Garap Proyek Air Minum, Anak Usaha Wijaya Karya Raih Pinjaman Rp1,17 Triliun
Sementara proyek properti lain terus dikembangkan, dan dipercepat pembangunannya. Misalnya, Podomoro Park Bandung (Bandung), Podomoro Golf View (Depok), Podomoro City Deli (Medan), Kota Podomoro Tenjo (Bogor), Borneo Bay (Balikpapan), Orchard Park (Batam) dan Kota Kertabumi (Karawang). Gerak cepat Agung Podomoro dalam membangun sejumlah proyek itu, juga untuk mengoptimalkan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berlaku sejak 2021.
Agung Podomoro sukses menjual hampir 2.000 unit rumah tapak, ruko, unit kantor, kios, dan apartemen tahun lalu. Peningkatan daya beli konsumen membuat Agung Podomoro mampu mencatat marketing sales 2021 sejumah Rp2,7 triliun, lebih tinggi dari target ditetapkan senilai Rp2 triliun. Bisnis perhotelan, selama 2021 Agung Podomoro telah mengoperasikan 9 hotel berada di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Bali.
Baca juga: Gembok Dibuka, Saham Emiten Milik Tommy Soeharto Kembali Mengorbit
Sejumlah hotel utama seperti hotel Pullman Vimala Ciawi, Bogor, dan hotel Pullman Grand Central Bandung dengan tingkat okupansi terus meningkat. Bahkan beberapa momentum tertentu, kamar hotel Pullman Ciawi, dan hotel Pullman Bandung terjual habis, mengingat masih ada pembatasan jumlah kamar sebagai aturan pada masa pandemi.
Agung Podomoro berharap berbagai upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 dapat berjalan dengan baik, sehingga seluruh aktivitas bisnis kembali berjalan normal. Sinyal positif pemulihan ekonomi sepanjang 2022 juga sudah mulai terlihat. Pengunjung pusat perbelanjaan milik, dan dikelola Agung Podomoro seperti Central Park, Senayan City, dan Emporium Pluit Mall makin meningkat.
Baca juga: Songsong Pembangunan IKN, Berikut Ekspektasi Manajemen PTPP
”Kami akan terus mendorong bisnis sektor pendapatan berulang seperti hotel, dan pusat belanja agar terus tumbuh positif sejalan pemulihan ekonomi nasional tahun ini. Agung Podomoro juga akan melakukan inisiatif baru untuk mengoptimalkan potensi bisnis properti yang kembali bangkit, tetap disiplin, dan efisien mengelola operasional perseroan,” tutupnya. (abg)



























