Indoposonline.NET – PT Darma Henwa (DEWA) sepanjang kuartal pertama 2021 mencatat pendapatan USD73,8 juta. Mengalami sedikit koreksi 10 persen dibanding periode sama 2020 di kisaran USD82 juta. Itu terjadi menyusul penghentian subkontraktor tidak ekonomis proyek Bengalon medio 2020.
Meski begitu, perseroan masih mencatat margin signifikan. Di mana, Ebitda operasi melonjak 2,5 kali lipat menjadi USD16,6 juta dari fase sama 2020 di level USD6,6 juta. Margin Ebitda operasi naik 14,5 persen menjadi 22,5 persen dibanding periode sama 2020 di level 8,0 persen. Laba kotor melonjak 102,5x kali menjadi USD8,1 juta dari USD0,08 juta.
Baca juga: Efek PPKM Darurat, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Akan Memburuk
Perseroan juga mencatat kerugian selisih kurs USD1,5 juta menyusul apresiasi nilai tukar rupiah, dibanding periode sama 2020 dengan laba selisih kurs USD9,4 juta. Itu kerugian non-tunai akibat pencatatan operasional perseroan dilakukan dalam mata uang rupiah, dan dicatatkan ke dalam mata uang USD.
Akibat kerugian selisih kurs itu, laba operasional perseroan menjadi USD3,9 juta, turun dibanding fase sama 2020 di kisaran USD6,65 juta. Lalu, beban keuangan turun 16,1 persen menjadi USD2,4 juta, dari periode sama 2020 di level USD2,9 juta akibat pembayaran rutin kepada bank, dan sewa pembiayaan dilakukan tepat waktu oleh perseroan.
Baca juga: Fountain City Investment Ltd Lepas 3,103 Miliar Saham Bakrie & Brothers
Kondisi itu, akan tetap dilakukan perseroan selama periode pandemi maupun masa-masa mendatang. Laba bersih meningkat 26,9 persen menjadi USD0,88 juta dibanding periode sama 2020 sebesar USD 0,69 juta. Koleksi laba bersih itu, didukung penerapan tiga strategi utama yaitu pengurangan biaya operasi melalui program pemeliharaan efisien, global sourcing, dan peningkatan kapasitas fleet produksi perseroan.
Sementara itu, total volume pemindahan material menggunakan fleet produksi meningkat 26,4 persen menjadi 16,3 juta bcm, dari periode sama 2020 sebesar 12,9 juta bcm. Volume produksi dari subkontraktor turun signifikan menjadi 11,0 juta bcm dari periode sama 2020 di kisaran 22,7 juta bcm.
Baca juga: Siapkan Investasi Rp11 Triliun, Pusri Bangun Pabrik Anyar
Selanjutnya, total volume pemindahan material turun 23,3 persen menjadi 27,3 juta bcm dari edisi sama 2020 sebesar 35,6 juta bcm. Itu tersebab penghentian subkontraktor proyek Bengalon medio 2020 karena kontrak tidak ekonomis. Akibatnya, keuangan perseroan mampu meningkatkan margin meski volume produksi dan pendapatan turun.
Selanjutnya, perusahaan akan melanjutkan strategi itu, dengan mematok 100 persen volume produksi menggunakan fleet produksi dua tahun ke depan. Untuk mencapai itu, perseroan bakal menjalankan program perbaikan dengan menempatkan lebih banyak peralatan, melalui pendanaan internal, dan pinjaman eksternal.
Baca juga: Erick Thohir Gerah Lompatan Harga Obat Terapi Covid-19
Manajemen DEWA menegaskan kembali komitmen untuk secara konsisten mencapai kemajuan dan meningkatkan efisiensi. Itu penting meningkatkan profitabilitas untuk kepentingan klien, dan pemegang saham. Tahun ini, perseroan melakukan ekspansi pekerjaan di Kalimantan Selatan (Kalsel) diharap mendorong pertumbuhan pada kuartal mendatang. Perseroan telah berinvestasi peralatan pertambangan untuk mendongkrak volume sejumlah proyek, dan mencapai kinerja lebih baik semester dua 2021.
Di samping itu, juga terus berinvestasi besar-besaran melalui program perbaikan alat produksi, terutama proyek Satui Kalsel. Perseroan berharap, peningkatan volume proyek itu, akan terlihat pada semester kedua tahun ini, seiring penambahan lebih banyak fleet produksi kuartal kedua, dan ketiga tahun 2021.
Baca juga: Raup Dana Rights Issue Rp1,82 Triliun, Ini Rencana Energi Mega Persada
”Kami tingkatkan kapasitas fleet produksi melalui kombinasi peralatan baru, dan membangun kembali armada lama. Caranya, dengan memperpanjang usia peralatan melalui program daur ulang (recycle), pembangunan kembali (rebuild), dan penggunaan kembali (reuse). Di mana, program tersebut lebih ramah lingkungan dan mendukung pertambangan berkelanjutan. Selain itu, kami terus berupaya meningkatkan produktivitas fleet produksi untuk meningkatkan jam kerja efektif (effective working hours). Kombinasi antara strategi pembangunan kembali (rebuild) melalui capital efficiency dan peningkatan kinerja operasional melalui operational efficiency ini, akan memastikan peningkatan nilai tambah kepada pemegang saham, dan pemangku kepentingan melalui transformasi berkelanjutan,” jelas Prabhakaran Balasubramanian, Wakil Presiden Direktur dan CEO Darma Henwa.
Terlepas seluruh capaian itu, Darma Henwa akan terus mengejar transformasi saat ini telah dimulai. Manajemen akan tetap fokus meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham dengan meningkatkan volume, menambah lebih banyak peralatan berbiaya rendah, dan mencapai efisiensi operasional lebih tinggi. (abg)



























