indoposnews.co.id – GoTo Gojek (GOTO) bakal mengantongi dana taktis senilai total USD150 juta. Itu didapat melalui skema private placement Rp1,53 triliun. Lalu, penerbitan surat utang luar negeri oleh anak perusahaan luar negeri milik perseroan, yaitu GoTo International Finance (22) Limited (GTIF) USD50 juta.
Skema pertama berupa penerbitan saham baru melalui jalur private placement sejumlah 17.045.733.334 helai alias 17,04 miliar saham seri A dengan harga pelaksanaan Rp90 per saham. Saham baru itu, seluruhnya akan diambil bagian oleh Bhinneka Holdings (22) Limited, suatu entitas independen didirikan berdasarkan hukum Cayman Islands (Bhinneka Holdings).
Melalui pengeluaran saham baru itu, perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp1,53 triliun atau setara dengan USD100 juta. Skema kedua, penerbitan surat utang luar negeri oleh anak perusahaan luar negeri yang dimiliki seluruhnya oleh perseroan, GoTo International Finance (22) Limited (GTIF).
Baca juga: Lagi! GPF Salurkan 541,19 Juta Saham GoTo Gojek Rp2 per Lembar
Bhinneka Holdings memperoleh dana untuk melakukan pengambilbagian atas saham baru perseroan melalui penerbitan suatu instrumen obligasi bersifat ekuitas kepada International Finance Corporation, dan WAF Investments Cayman LLC, entitas dimiliki Franke & Company, sejumlah USD150 juta juta, yang dapat ditukarkan menjadi saham perseroan yang dimiliki oleh Bhinneka Holdings.
Dana hasil private placement untuk pelunasan melalui konversi atas utang perseroan di masa mendatang, dan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dengan rincian pembagian sebagai berikut. Sekitar 25 persen untuk Perseroan, dan/atau 15 persen untuk PT Tokopedia, dan/atau 15 persen untuk PT Swift Logistic Solutions, dan/atau 15 persen untuk PT Dompet Anak Bangsa.
Selanjutnya, 15 persen dari dana private placement untuk PT Multifinance Anak Bangsa, dan/atau 15 persen untuk PT GoTo Solusi Niaga (sebelumnya PT Multi Adiprakasa Manunggal).
Baca juga: Lanjut! GPF Salurkan 206,14 Juta Saham GoTo Gojek Tokopedia
Saat bersamaan dengan pelaksanaan private placement, GTIF juga akan menerbitkan surat utang berdasarkan Notes Subscription Agreement tanggal 2 Oktober 2023 yang diteken oleh dan antara GTIF sebagai penerbit, perseroan sebagai pemberi jaminan, Bhinneka Holdings sebagai pengambil bagian, dan Citibank, N.A., Cabang Hong Kong sebagai kustodian. Surat utang itu, dijamin dengan, antara lain.
Saham perseroan pada GTIF, dan jaminan perusahaan oleh perseroan, dan selanjutnya GTIF juga memiliki kesepakatan cash settled call option dengan Bhinneka Holdings. Nah, dari transaksi itu, GTIF akan menerima dana bersih USD50 juta yang dapat digunakan oleh GTIF untuk modal kerja ataupun kebutuhan lainnya.
Penerbitan surat utang oleh GTIF berdasar Notes Subscription Agreement tidak tunduk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 30/POJK.04/2019 tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 33/SEOJK.04/2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Penawaran Efek Yang Bukan Merupakan Penawaran Umum mengingat penerbitan surat utang oleh GTIF dilakukan di luar wilayah Republik Indonesia dan tidak ditawarkan kepada investor Republik Indonesia.
Baca juga: Lanjut! Warga Australia Serok 160,33 Juta Saham GOTO Rp2 per Lembar
Informasi ini, bukan merupakan suatu penawaran untuk menjual atau ajakan penawaran untuk membeli efek apapun yang dijelaskan pada informasi ini. Saham baru yang dikeluarkan oleh perseroan, dan surat utang diterbitkan GTIF kepada Bhinneka Holdings sebagaimana dijelaskan, belum terdaftar berdasar Securities Act of 1933, sebagaimana telah diubah, dan tidak dapat ditawarkan atau dijual di Amerika Serikat tanpa pendaftaran atau pengecualian berlaku dari persyaratan pendaftaran.
”Transaksi private placement oleh perseroan, dan penerbitan surat utang oleh GTIF tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” tegas Pablo Malay, Direktur GoTo Gojek Tokopedia. (abg)

























