• Redaksi
Senin, Mei 4, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Selamat Jalan BBC

abu by abu
3 Januari 2023 05:27
Krue BBC

Awak redaksi BBC

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – TEMAN-teman memanggilnya “Ilo”. Itulah nama kodenya saat masih jadi wartawan di Surabaya. Inisial (ilo) selalu tertulis di belakang berita yang ia buat. Nama lengkapnya: Mohamad Susilo. Ia sahabat Disway di London. Di sana “ilo” bekerja sebagai wartawan BBC. Juga penyiarnya. Di seksi siaran bahasa Indonesia. Anda pun sudah tahu: siaran bahasa Indonesia itu ditutup. Siaran terakhirnya tanggal 30 Desember 2022. 

Begitu menginjak tanggal 1 Januari siaran itu tidak ada lagi. Tapi “ilo” akan tetap tinggal di London. Tiga anaknya lahir di London. Yang terbesar lagi menempuh S2 di sana. Di bidang War Studies, Conflict Resolution. Yang kedua masih SMA. Dan si bungsu masih SD. “Saya akan menemani anak-anak di sini,” ujarnya. Ilo masih tetap bekerja di BBC. Ilo sendiri alumnus sastra Inggris, Universitas Negeri Semarang, Unnes. Kampung halamannya di Welahan, Jepara.

Inisial ”ilo” itu ternyata diberikan oleh redakturnya saat itu: Mundzar Fahman. “Biar kamu nanti jadi orang internasional,” ujar Mundzar melucu. ILO adalah organisasi buruh internasional. Guyon itu jadi kenyataan. Diam-diam “ilo” melamar bekerja ke BBC London. Diterima. Awalnya banyak yang tidak percaya. Postur “ilo” sangat mungil. Pun untuk ukuran orang Indonesia. Kurus pula. Jalannya melayang-layang.

Baca Juga

BNI Perkuat Keterbukaan Informasi, Lindungi Diaspora Hong Kong dari Kejahatan Keuangan

Kementerian Desa Perkuat Kolaborasi CSR Bersama ISSF untuk Percepatan Pembangunan Desa

Solutif, eufy Hadirkan Pompa ASI Handsfree dengan Teknologi HeatFlow™

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

Baca juga: Kapokmu Kapan

Ketika “ilo” pamit mau berangkat ke London banyak yang berdoa agar “ilo”, dengan tubuhnya yang seperti itu, cukup kuat menahan dingin di musim salju. Dhimam Abror, Pemred Ilo saat itu termasuk yang tidak kaget. “Sejak masuk Jawa Pos pandangan geopolitiknya sudah terlihat mengglobal,” ujar Abror. Pun teman seangkatan Ilo, Ahmad Marzuq. Yang juga masuk BBC. Sebelum dua orang itu pun sudah ada wartawan Abror lainnya yang ke BBC. 

Yakni Riza Primadi, yang setelah itu pemimpin SCTV. Saya pun meneleponnya. Agar Ilo menulis untuk pembaca Disway: soal penutupan BBC Siaran Indonesia itu. Inilah tulisannya.(Dahlan Iskan)

Hari Jumat, 30 Desember 2022, menandai akhir perjalanan panjang siaran radio BBC News Indonesia. Buletin berita ”Dunia Pagi Ini” pukul 06.00 WIB pada Jumat itu siaran terakhir, setelah mengudara tanpa jeda sejak 30 Oktober 1949, sekitar lima tahun setelah Indonesia berdiri. Saya mengenal radio BBC Siaran Indonesia -belakangan mengadopsi nama BBC News Indonesia- medio 1980-an melalui ayah, yang kebetulan pendengar setia. 

Baca juga: Sisi Puruhito

Ayah biasanya mendengarkan siaran BBC pukul 05.00 dan 20.00 WIB. Kesetiaan ayah mendengarkan radio BBC bisa jadi karena informasi yang disajikan BBC relatif lebih objektif dibanding media arus utama Indonesia saat itu. Tidak ada sensor diri berlebih karena BBC secara editorial independen, dan secara fisik jauh penguasa. Saya teringat dengan cerita seorang redaktur koran yang tidak berani memberitakan tumbangnya pohon beringin besar yang mengganggu kota.

Ia menuturkan pemberitaan tumbangnya beringin mungkin akan membuat penguasa terusik. Kita paham partai pemenang pemilu berkali-kali itu punya lambang pohon beringin. Kekhawatiran semacam itu, membuat redaksi akhirnya memutuskan tidak memberitakan tumbangnya beringin. Di tengah keinginan publik yang ingin tahu informasi secara utuh, di situlah publik merasakan pentingnya kehadiaran siaran radio BBC. 

BBC bisa menyiarkan suara-suara yang tidak diinginkan. Misalnya, suara kelompok Gerakan Aceh Merdeka, baik yang ada di Aceh maupun di Swedia. Juga suara-suara yang kritis terhadap penguasa. Namun, zaman berubah. Rezim berganti. Informasi bisa leluasa dihadirkan tanpa filter berlebih. Yang juga berubah adalah kebiasaan orang mengakses informasi. Kita tak bisa lagi “memaksa” orang untuk duduk manis mendengarkan siaran radio pukul 20.00 malam. 

Baca juga: Berebut Alat

Atau bangun menjelang pukul 04.00 untuk mendengarkan acara “Pagi Gembira” dari Radio Australia. Ketidakberdayaan memaksa orang untuk mendengarkan radio seperti pada 1980-an, 1990-an, dan awal 2000-an membuat angka pendengar cenderung turun dari tahun ke tahun. Kajian dilakukan Strategy Analytics memperlihatkan jumlah pendengar radio terestrial, layanan radio disiarkan melalui gelombang udara, turun di Amerika, Eropa, dan China. 

Kajian lain oleh New York University, Amerika Serikat, menunjukkan perusahaan radio tradisional telah gagal berinteraksi secara aktif dengan Generasi Z, generasi yang lahir setelah tahun 1995. Sekarang era streaming dan on-demand. Informasi tersedia 24 jam, tujuh hari sepekan, diakses kapan saja, dan di mana saja. Netflix dan Pandora booming, demikian juga dengan podcast atau siniar.

Ledakan streaming tak lepas dari layanan data makin terjangkau, dan perangkat keras/lunak makin canggih. Di luar perubahan lansekap konsumen informasi, secara internal juga ada tantangan untuk melakukan efisiensi finansial. BBC World Service -BBC News Indonesia salah satu bagiannya- diminta melakukan penghematan ratusan miliar rupiah, membuat BBC harus menutup siaran radio dalam beberapa bahasa, di antaranya siaran bahasa Arab.

Baca juga: Omnibus Kesehatan

Jadi, organisasi media harus berubah, dan beradaptasi. Dan itu dilakukan BBC News Indonesia. Berat karena perjalanan BBC, dan awaknya seakan menjadi saksi, dan sekaligus mendokumentasikan perjalanan sejarah. Dari pemilu pertama 1955, insiden 1965, tonggak awal Orde Baru pada 1966, lahirnya era Reformasi 1998, hingga upaya mendamaikan Aceh berliku pada 2005.

BBC News Indonesia melakukan penelusuran di Belanda untuk melacak skandal adopsi anak-anak Indonesia oleh para orang tua di negara tersebut yang diyakini tidak dengan prosedur benar. BBC secara dekat mengikuti pertemuan-pertemuan rahasia antara pemerintah RI dan delegasi GAM di Finlandia. Pada 2019-2020 selama beberapa bulan BBC mengikuti kasus, dan persidangan perkosaan terbesar dalam sejarah Inggris dilakukan warga Indonesia di Manchester Reiyhard Sinaga, dengan perkiraan korban 200 orang. 

BBC beberapa kali terbang ke Afrika Barat untuk masuk, dan membongkar sindikat penyelundup yang menjual simpanse ke Asia Timur. BBC menjadi satu dari sedikit media yang rutin menghadirkan wawancara-wawancara eksklusif dari turnamen badminton tertua dunia All England di Birmingham. Adaptasi sudah dimulai BBC sejak beberapa tahun lalu. Konten radio diperpendek sementara liputan-liputan khusus dalam format video diperbanyak porsinya. 

Baca juga: Sang Dewi

Suara tidak lagi menjadi andalan. BBC News Indonesia hadir di layanan podcast (Spotify, Apple, Google), YouTube, Facebook, Twitter, dan Facebook. Platform ini digenjot potensinya dan dimaksimalkan untuk menjangkau audiens. TikTok? Tinggal menunggu waktu. Di situlah audiens berada. Mereka tidak lagi duduk manis di teras depan mendengarkan radio sambil menikmati kudapan selepas Isya. Mereka ada di mana-mana. 

Di kampus, di kafe, di dalam taksi, di stasiun, di gerbong KRL, bahkan ketika jam istirahat sekolah. Perangkat utamanya bukan lagi radio transistor tiga gelombang, tetapi gawai bernama telepon genggam pintar ada di kantung jutaan atau miliaran orang. Sebagai wartawan BBC News Indonesia, tentu ada perasaan sedih. Saya seperti melepas sahabat pergi selamanya. Saya akan merindukan aktivitas sebagai penyiar di studio, merindukan dikejar-kejar tenggat karena harus siaran pukul 18.00, 20.00 atau 05.00 WIB.

Namun, saya juga sadar yang berubah hanyalah medium untuk menjangkau audiens. Kami akan tetap membuat produk informasi dengan proses, dan verifikasi seperti dulu. Kami tidak ada lagi di gelombang udara. Kami ada di gawai di kantung saku Anda. (*)

 

Tags: BBCEfisiensiinggrisNews IndonesiaRadioSiaran IndonesiaTutup

Berita Terkait

BNI Perkuat Keterbukaan Informasi, Lindungi Diaspora Hong Kong dari Kejahatan Keuangan
Ekonomi

BNI Perkuat Keterbukaan Informasi, Lindungi Diaspora Hong Kong dari Kejahatan Keuangan

2026/04/30
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bersama ISSF menggelar kegiatan CSR (Istimewa )
Nasional

Kementerian Desa Perkuat Kolaborasi CSR Bersama ISSF untuk Percepatan Pembangunan Desa

2026/04/22
Solutif, eufy Hadirkan Pompa ASI Handsfree dengan Teknologi HeatFlow™
Ekonomi

Solutif, eufy Hadirkan Pompa ASI Handsfree dengan Teknologi HeatFlow™

2026/04/21
Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei
Ekonomi

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

2026/04/18
istimewa
Ekonomi

Verse Lite Hotel Gajah Mada Raih Agoda Golden Circle Awards

2026/04/17
Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026
Ekonomi

Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026

2026/04/12

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40

Pilihan Redaksi

Agresif! Purnomo Kembali Serok 1,16 Juta Saham Blue Bird Rp2 Miliar

Agresif! Purnomo Kembali Serok 1,16 Juta Saham Blue Bird Rp2 Miliar

11 Februari 2024 09:27
BMKG - indoposnews

UPDATE CUACA : Beberapa Kota Besar Diguyur Hujan

23 Maret 2022 07:42
Mantap IPO, Indokripto Sodorkan Harga Rp100 per Lembbar

Mantap IPO, Indokripto Sodorkan Harga Rp100 per Lembbar

2 Juli 2025 10:27
Beroperasi, Mitra10 Bintaro Jaya Patok Traffic 30 Ribu Warga Tangsel

Beroperasi, Mitra10 Bintaro Jaya Patok Traffic 30 Ribu Warga Tangsel

21 September 2023 23:57
Bank BTN

Sukses Bertransformasi, 73 Tahun Bakti BTN untuk Rumah Indonesia

9 Februari 2023 17:27
Bank Sinarmas

Koreksi Minor! Bank Sinarmas Koleksi Laba Rp140 Miliar

5 Agustus 2023 09:27
IHSG

Komoditas Melangit, Pasar Kembali Tersandra Koreksi

22 Oktober 2021 08:57
Emiten Prajogo Pangestu Caplok 5 Perusahaan, Telisik Lengkapnya

Emiten Prajogo Pangestu Caplok 5 Perusahaan, Telisik Lengkapnya

18 Desember 2023 14:27
Messi

Capaian Unik Messi-Ronaldo

11 Juli 2021 12:45
Kobexindo

Paruh Pertama 2021, Kobexindo Catat Laba Bersih USD3,05 Juta

22 Agustus 2021 21:53

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu