Indoposonline.NET – Sejumlah asrama haji bakal disulap menjadi Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19. Untuk memuluskan rencana itu, pemerintah menyiapkan anggaran Rp2,75 triliun. Investasi itu ditambahkan menyusul ledakan kasus positif Covid-19.
Beberapa asrama haji itu Pondok Gede, Surabaya, Boyolali, Bandung, dan Yogyakarta. ”Asrama-asrama haji dikonversi menjadi rumah sakit darurat,” tutur Menteri Keuangan (Menteri) Sri Mulyani, saat konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (17/7).
Baca juga: Kritis, PLN Pasok 8,9 Juta Ton Oksigen RSUP Dr Sardjito
Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, menyebut penyiapan anggaran tersebut selanjutnya akan disalurkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan kementerian/lembaga (K/L) lain terlibat dalam kebijakan konversi tersebut. Namun, belum ada rincian aliran dana untuk masing-masing asrama haji.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan sejumlah tempat agar bisa dialihfungsikan menjadi rumah sakit darurat Covid-19. Salah satunya Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Baca juga: RNI Group Kerja Ekstra Pasok Kebutuhan RSD Covid-19
Asrama Haji Pondok Gede disiapkan sebagai rumah sakit darurat dengan kapasitas 988 tempat tidur isolasi. Tempat ini, juga dilengkapi 50 tempat tidur ICU dan 40 tempat tidur HCU. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah lokasi isolasi pasien Covid-19 DKI Jakarta. Misalnya, Rumah Susun Nagrak dijadikan tempat isolasi dengan 2.273 tempat tidur.
Rumah Susun Pasar Rumput juga disulap menjadi lokasi isolasi dengan 3.986 tempat tidur. Selain itu, pemerintah juga menambah kapasitas Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet. (abg)



























