• Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Sang Dewi

abu by abu
16 Desember 2022 05:27
Karina

dr Karina

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – Gara-gara menulis drh Yuda, saya banyak dimarahi Dewi Kwan Im minggu ini. Terutama ketika saya membuka pantat untuk disuntik protein-sel itu. Syukurlah, yang marah-marah itu rupanya Kwan Im palsu. Bukan Dewi Kwan Im yang saya datangi di Gunung Kawi dua pekan lalu. Atau Kwan Im yang sering saya kunjungi di kelenteng Pantai Kenjeran Surabaya. Saya tahu: Dewi Kwan Im di Gunung Kawi –juga Kwan Im asli lainnya– tidak pernah marah. 

Kwan Im memang Dewi yang tidak bisa marah. Tidak mau marah. Kwan Im adalah dewi welas asih. Perusuh Disway juga tidak begitu mempersoalkan soal suntik pantat itu. Yang banyak ditanya: bagaimana rasanya setelah pantat saya disuntik drh Yuda dengan protein-sel itu. Jawab saya: tidak ada rasa apa-apa. Kebetulan saya lagi tidak punya keluhan di bidang kesehatan. Jadinya saya tidak tahu apa perbedaan sebelum dan sesudah disuntik protein-sel.

Pertanyaan terbanyak lainnya: di mana alamat drh Yuda. Mereka akan mencoba suntik protein-sel. Kepada mereka saya selalu menjelaskan: Pak Yuda itu bukan dokter. Beliau itu dokter hewan. Dokter hewan yang hebat. Ahli stemcell yang mau jadi doktor pun Yuda yang menguji. Saya juga jelaskan: kalau ke drh Yuda jangan minta diagnosis. Juga jangan minta diperiksa. Beliau tidak mau melakukan itu. Beliau tahu dirinya bukan dokter.

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

Baca juga: Status Widi 

Maka beliau juga tidak akan bertanya Anda sakit apa. Beliau tidak praktik sebagai dokter. Hanya drh Yuda punya protein-sel. Bikinannya sendiri. Ia bisa dan mau menyuntik Anda dengan suntikan protein-sel tersebut. Istilah ”protein-sel” itulah yang rupanya bisa menimbulkan salah paham. Seorang dokter bertanya: “Cell protein itu cell atau protein? Katanya, cell-nya itu dipisahkan, tidak ikut proses. Prosesnya kultur. Setahu saya (yang bukan biochemist) dikultur itu cell. 

Protein tidak bisa dikultur. Penggandaan molekul ada yang disebut PCR. Seperti pada Covid. “Tentu saya tidak bisa menjawab pertanyaan seperti itu.  Awalnya saya sendiri juga punya persepsi seperti dokter bertanya tersebut: menyamakan protein-sel dengan protein biasa seperti protein yang sudah kita kenal. Yakni protein kita konsumsi lewat makanan itu; protein ikan atau protein telur. Sebenarnya dalam tulisan lalu saya sudah menyebut ”protein-sel”.

Artinya bukan protein biasa. Tapi karena ada nama protein di depannya, tetap saja menimbulkan salah pengertian. Melihat banyaknya salah pengertian itu, saya pun mengajukan pertanyaan baru kepada drh Yuda: “Mengapa Anda menggunakan istilah protein-sel? Mengapa tidak pakai nama ilmiahnya saja, sekratom?” Sampai tulisan ini harus dikirim ke Disway, drh Yuda belum memberikan jawaban. Saya pun menghubungi Dr dr Karina yang full keriting itu. 

Baca juga: Seksinya Widi

Jelaslah protein-sel dimaksud drh Yuda, menurut Karina, ya sekratom itu. Sekratom itu makanan sel. Nah, guna memudahkan pemahaman disebut saja protein-sel. Yang jelas sekratom bukanlah protein seperti terdapat dalam ikan atau telur. Karina pernah meneliti sekratom untuk pengobatan Covid-19. Belum lagi tuntas sudah heboh besar itu. Di tengah proses penelitian dia sudah dibuat repot oleh pemanggilan-pemanggilan. 

Karina diadili sebagai pelanggar prinsip kedokteran. Mungkin justru lebih enak dokter hewan seperti Yuda. Yang lebih bisa bergerak di luar etika dokter. Tentu banyak perbedaan antara Karina dan Yuda. Karina dokter manusia yang pernah menyuntik hewan piaraannyi. Yuda dokter hewan yang banyak menyuntik manusia. Karina cantik, necis, modis. Yuda acak-acakan, cuek, kucel, ngelombrot dengan rambut awut-awutan. Dua-duanya peneliti sel. Dua-duanya doktor.

Karina di UI, Yuda di Korea Selatan. Beda lain antara Karina dengan drh Yuda adalah cara menemukan sumber sekratom itu. Yuda mendapatkan sekratom dari sel yang dibiakkan. Dalam istilah Karina, sekratom itu didapat dari ”kolam sel”. Sel punya ”kolamnya” sendiri. Yang membentuk ”kolam sel” itu adalah sel itu sendiri. Sel manusia itu, kata Karina, selalu memuntahkan cairan. Cairan itulah yang membentuk ”kolam”.

Baca juga: Ungguli Musangking 

Ajaibnya, sel hanya bisa hidup di ”kolam” sekratom. Tanpa ”kolam” sekratom sel itu ibarat ikan tanpa air: mati. Atau kurus sakit-sakitan. Drh Yuda mengambil ”air kolam” itu. Tanpa mengikutkan selnya. Itulah sekratom. Dalam istilah drh Yuda disebut ”protein-sel”. “Proses pengambilan sekratom seperti itu mahal sekali,” ujarnyi. Karina, sebagai alumni dokter dan doktor dari Universitas Indonesia, pilih mendapat sekratom dari sumber lain: 

Yakni dari trombosit darah. Trombosit itu kalau “dicacah” akan keluar juga sekratom-nya. Sekratom dari trombosit itu digunakan Karina untuk praktik PRP di kliniknya: Hayandra Jakarta. “Mendapatkan sekratom dari trombosit jauh lebih murah,” ujar Karina. Tapi drh Yuda punya cara sendiri. Ia bisa menemukan cara murah mendapatkan sekratom lewat ”kolam sel”. Yuda menjelaskan pada saya: ia bisa memperbanyak protein-sel itu secara kultur. 

Tentu ini rahasia peneliti. Sekaligus ilmu tingkat tingginya. Atau, drh Yuda punya penjelasan berbeda. Saya menunggu penjelasan itu. Kemarin malam, selepas dimarahi Kwan Im palsu, saya dimarahi istri: mengapa tidak diajak ke drh Yuda. Padahal, sama-sama di Magelang. Sama-sama senam di Universitas Tidar. Saya merasa bersalah: saya ke Kwan Im dengan membawa bunga dan mempersembahkannya. Mengapa tidak pernah memberi istri bunga. (Dahlan Iskan)

 

Tags: covid-19Dewi Kwan Imdiswaydrh YudaKarinaPCRProtein Sel

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17
SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Ekonomi

SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”

2026/09/04

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

SILO

Intip! Ini Jadwal Dividen Siloam Hospitals Rp700,18 Miliar

3 Juni 2022 20:37
Kolaborasi Dengan Musisi Dunia, Once Mekel Lahirkan Single Human Race

Kolaborasi Dengan Musisi Dunia, Once Mekel Lahirkan Single Human Race

13 Maret 2022 02:41 - Updated on 16 Maret 2022 02:50
Dok IKea . foto/istimewa

Hari Daur Ulang Sedunia, Simak 5 Tips Mengelola Sampah

20 Maret 2022 17:10
youtube

Penonton YouTube Naik 30 Persen

14 Oktober 2021 13:42
Perkuat Bisnis, Entitas Nusantara Infrastructure Kelola Tol Trans Jawa

Perkuat Bisnis, Entitas Nusantara Infrastructure Kelola Tol Trans Jawa

2 Juli 2024 10:27
Solusi Sinergi

Resmi! Surge Sodorkan MyVerse sebagai Ekosistem Metaverse Transportasi Perdana

11 Oktober 2022 09:27
Melejit 1,82 Persen, IHSG Patenkan Posisi 7.164

Melejit 1,82 Persen, IHSG Patenkan Posisi 7.164

4 Januari 2025 21:27
Raya Kitty

Bikin Pangling, ini Penampilan Raya Kity di Sinetron Cinta Amara

16 Oktober 2021 03:05 - Updated on 22 Oktober 2021 03:15
Medco Energi

Susut 37 Persen, Laba Medco Sisa USD330 Juta

3 April 2024 15:57
Roy Suryo (tengah) berikan keterangan kepada wartawan usai melaporkan pesinetron Lucky Alamsyah ke Polda Metro Jaya, Senin. (dok. ANTARA)

Berikut Alasan Roy Suryo Polisikan Artis Lucky Alamsyah

3 Juni 2021 00:32

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu