• Redaksi
Minggu, April 19, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Ungguli Musangking

abu by abu
11 Desember 2022 05:27
Durian Pontianak

Dahlan Iskan bersama tukang kopi Asiang. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – BEGITU makan durian kali ini saya tertegun. Setelah membuka durian keempat, saya tersadar. Saya merasa bersalah. Selama ini saya terlalu memuja musangking. Maka sejak pekan lalu itu, sejak makan durian Pontianak lagi, kesan saya pada durian musangking berubah. Musangking enak sekali –di samping mahal sekali. Tapi durian Pontianak ini harusnya mengalahkan musangking. Seenak-enak musangking ya sudah, memang enak. 

Tapi ketika membuka musangking kedua, enaknya sama. Buka lagi yang ketiga enaknya masih sama. Pun yang keempat dan seterusnya. Saya akhirnya tahu: di situ kelemahan musangking. Enaknya monoton. Bandingkan dengan durian Pontianak ini. Khususnya yang sudah diseleksi oleh pedagang ahli durian ini. Di Jalan Gajah Mada ini. Buka durian pertama enak sekali. Buka yang kedua sangat enak. Buka yang ketiga enak banget. 

Yang keempat hen enak. Yang kelima enak jiddan. Enak semua. Tapi enaknya beda. Tiap buka yang baru rasanya beda. Ini tidak akan terjadi pada musangking. Enak, tapi itu-itu saja. Berarti saya harus meralat ide lama: baiknya rasa durian di Indonesia distandarkan. Seperti di Malaysia. Jangan. Jangan diseragamkan. Musangking enak tapi enak tanpa variasi. Berarti, yang diperlukan di Indonesia adalah seleksi. Bukan penyeragaman. 

Baca Juga

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026

Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun

Garap Mahasiswa, Bursa Kripto CFX dan OJK Edukasi Aset Kripto

Baca juga: Karena Kesel

Biarlah tetap bervariasi. Asal enak semua. Yang membuat pembeli durian di Indonesia kecewa adalah: tidak ada kepastian rasa. Membeli durian seperti berjudi. Bisa menang, bisa kalah melulu. Kadang, pembeli dapat durian hambar. Lain kali dapat jalak. Yakni sampai biji cokelatnya kelihatan: saking tipis dagingnya. Pontianak di akhir 2022 telah mengubah pikiran saya. Tentu saya juga mampir ke warung kopi Asiang. Masih juga ramai. Padat. 

Masih banyak berebut berfoto bersama si Asiang yang selalu tidak pakai baju itu. Saya disodori foto lama saya ngopi di situ. Agar ditandatangani. Akan dipajang. Saya bertanya pada Asiang: “Apakah sudah tahu ada anak muda Pontianak menjadi juara dunia?” tanya saya. “Juara apa?” tanya Asiang. “Juara bikin kopi. Juara lima. Bulan lalu. Di kejuaraan dunia di Melbourne,” jawab saya. “Hebat ya Pontianak,” komentarnya. Dari kopi Asiang saya ke es krim. 

Di depan SMA Santo Paulus itu. Saya ajak senior saya ke situ. Saya dorong kursi rodanya. Ia adalah Pak Tabrani Hadi. Ia pendiri Pontianak Post. Umurnya sudah 81 tahun. Beliau harus di kursi roda karena stroke 8 tahun lalu. Saya jemput ia ke rumahnya. Bicaranya sudah mulai lancar. Di kedai es krim yang berdiri sejak 1950 itu kami bertukar rindu. Juga mengenang masa lalu. Yakni masa ketika Pak Tabrani menemui saya:

Baca juga: Tuhan Duit 

menyerahkan Pontianak Post (masih bernama Akcaya) kepada saya. Itulah kedatangan saya pertama ke Pontianak. Tahunnya saya sudah lupa. Setelah dua hari di sana saya mengambil kesimpulan: Harian Akcaya ini tidak perlu saya. Akcaya sudah punya kantor. Sudah punya mesin cetak. Tidak punya utang. Bisa beli bahan-bahan baku sendiri. Masih bisa terbit rutin seminggu sekali. “Bapak tidak perlu investor. Jalan sendiri saja,” ujar saya.

“Saya pengin mingguan ini jadi harian. Saya pengin maju. Saya merasa cocok dengan Pak Dahlan,” ujar Pak Tabrani. Waktu Pak Tabrani terbatas. Ia pejabat tinggi di Pemda Kalbar: Asisten sekwilda. Potensial sekali naik jabatan. Ia mencintai dunia publikasi dan fotografi. Sejak masih muda. Sosoknya mungil, kulitnya bening, bicaranya lirih, solah bawanya halus. Ia tidak pernah menyela orang yang lagi bicara.

Pak Tabrani kini hidup bersama salah satu anaknya, sejak istrinya meninggal 5 tahun lalu. Ia pun tahu: kini saya sudah bukan siapa-siapa lagi. Pun di perusahaan yang membawahkan Pontianak Post itu. Tapi persahabatan kami melebihi kekuasaan duniawi. Saya senang bicara Pak Tab kian lancar. Jauh lebih baik dari pertemuan-pertemuan sebelum ini. Biar di kursi roda tapi masih bisa pindah sendiri dari kursi roda ke mobil.

Baca juga: Jawara Kopi 

Memang dengan susah payah, tapi bisa. Saya tidak membantunya naik mobil. Ia harus bisa sendiri. Dan ia bangga dengan kemampuannya itu. “Apakah koran masih ada harapan?” tanyanya. Saya sedih mendengar pertanyaan itu. Terutama karena saya tidak bisa membantunya lagi seperti dulu. Saya tidak bisa lagi diskusi tentang perusahaan dengan beliau. Juga dengan teman-teman lama di sana. Saya menyesal tidak ajak beliau ke kantor gubernur. 

Padahal, pagi itu saya bertemu Gubernur Kalbar H. Sutarmidji. Tentu beliau senang kalau bisa ke kantor lamanya. Pak gubernur pun tidak akan keberatan. Gubernur Sutamadji ini orang kampus. Ternyata ada orang kampus bisa jadi kepala daerah berprestasi. Sutarmidji begitu lama jadi dosen ilmu hukum di Universitas Tanjungpura. Lalu menjadi calon wali kota Pontianak. Terpilih. Sampai dua kali. Lihatlah perkembangan kota itu 10 tahun terakhir. 

Berubah total. Terutama di sepanjang tepian sungai Kapuas. Juga di sepanjang Ahmad Yani yang panjangnya 18 Km. Memang baru di pusat kota pinggiran sungai dibenahi. Tapi perubahan itu bisa merangsang wali kota berikutnya untuk menambahnya. Pun Jalan A Yani. Trotoarnya begitu lebar, untuk ukuran Pontianak yang dulu tidak punya trotoar. Penghijauannya juga berhasil. Tamannya indah. Kini Sutamadji menjabat gubernur. 

Baca juga: Tiada Musuh Abadi

Tentu ia tidak akan rela kalau hasil pembenahan kotanya itu tidak dilanjutkan. Ia sendiri menambah kecantikan jalan terpanjang itu dengan membenahi pagar kantor gubernur. Pertama, agar pagar di situ sinkron dengan taman sepanjang jalan utama itu. Kedua, agar pagar tidak dijadikan alat politik. “Warna pagar itu saya buat warna kayu,” ujar Sutamadji. “Dengan demikian tidak akan ada lagi berani mengubah menjadi warna lain,” tambahnya.

Kini, warna pagar dan jembatan, bisa silih berganti tergantung dari partai apa kepala daerahnya. Pagar kantor gubernur itu juga sudah memuaskan semua golongan. Dibuat tiga motif: ada motif Melayu, Dayak, dan Tionghoa –tiga suku terbesar di Kalbar. Demikian juga pagar rumah dinas gubernur yang luas dan besar itu. Pagarnya juga sudah dibuat tiga motif. Pun warnanya sudah dibuat warna kayu alami. 

Siapa pun gubernurnya kelak, masak sih, mau mengubah warnanya. Halaman rumah gubernur ini juga ditinggikan. Agar tamannya lebih menonjol. Juga agar tidak tergenang di masa air sungai Kapuas pasang-besar. “Saya tidak tinggal di rumah dinas itu,” ujar Sutamadji. Ia tinggal di rumahnya sendiri. Sutamadji orang asli Pontianak. SMA-nya di Santo Paulus depan es krim itu. Orang tuanya miskin. Ia harus ikut cari rezeki di pagi hari. 

Baca juga: Perang Terbuka

SMA Santo Paulus masuk sore. Setelah tahun pertama dinilai ”Pontianak Centris” Sutamadji mulai melangkah ke daerah-daerah. Ia fokus mengurangi jumlah desa tertinggal. “Tahun ini desa sangat tertinggal sudah teratasi semua,” ujarnya. Ia mengajak saya ke war-room. Lokasinya di depan ruang tamu. Layar digital selebar dinding gedung berkedip-kedip.

Semua data pembangunan berseliweran. Real time. Desa tertinggal pun sudah turun drastis. Dari sekitar 500 menjadi tinggal 80-an. Tentu saya juga diskusi mengenai pelabuhan baru, jalan menuju ke sana dan soal bauksit (Disway 5 Desember 2022). Gubernur bisa berperan penting. Termasuk dalam memelihara durian Pontianak. (Dahlan Iskan)

Tags: dahlan iskandiswayDurianEnak BangetGubernur KalbarMusangkingpontianakPontianak Post

Berita Terkait

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei
Ekonomi

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

2026/04/18
Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026
Ekonomi

Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026

2026/04/12
Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun
Ekonomi

Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun

2026/04/10
Garap Mahasiswa, Bursa Kripto CFX dan OJK Edukasi Aset Kripto
Ekonomi

Garap Mahasiswa, Bursa Kripto CFX dan OJK Edukasi Aset Kripto

2026/04/10
Cat Laku Keras, Avian Brands Salurkan Dividen Rp1,36 Triliun
Ekonomi

Cat Laku Keras, Avian Brands Salurkan Dividen Rp1,36 Triliun

2026/04/10
Minum Tolak Angin? Sido Muncul Kasih Dividen Rp1,09 Triliun
Ekonomi

Minum Tolak Angin? Sido Muncul Kasih Dividen Rp1,09 Triliun

2026/04/10

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06
Allo Bank

Gemar Transaksi, Ali Gunawan Koleksi 7,95 Juta Saham Bank Milik Chairul Tanjung

2 Februari 2022 18:27

Pilihan Redaksi

Arsip - Petugas medis mengisi jarum suntik dengan vaksin COVID-19 Covaxin buatan Bharat Biotech di New Delhi, India, Januari 2021.

Positif COVID-19 Harian di DKI Jakarta Bertambah 31 kasus

7 Desember 2021 20:56
Bandung

Polrestabes Bandung Terapkan Penyekatan Ganjil – Genap

3 September 2021 14:10
Pengadilan Tolak Gugatan Bukaka, Waskita Karya Bebas PKPU

Pengadilan Tolak Gugatan Bukaka, Waskita Karya Bebas PKPU

6 Desember 2023 07:27
PON XX Jadi Kebangkitan Ekonomi Papua

PON XX Jadi Kebangkitan Ekonomi Papua

12 September 2021 08:33
BFI Finance Obral Dividen Rp878 Miliar, Telisik Jadwalnya

BFI Finance Obral Dividen Rp878 Miliar, Telisik Jadwalnya

28 Mei 2024 08:27
Rony Dozer

Innalillahi, Aktor dan Komedian Rony Dozer Meninggal dunia

12 November 2021 07:36
Kantongi Mandat, MNC Asia Private Placement 8,6 Miliar Saham

Kantongi Mandat, MNC Asia Private Placement 8,6 Miliar Saham

1 Juli 2024 06:27
Indocement

Penjualan Naik, Indocement Karungi Pendapatan Rp14,7 Triliun

25 Maret 2022 08:00
Bukit Uluwatu

Ekspansi, Bukit Uluwatu Rancang Right Issue 3,6 Miliar Lembar

17 Februari 2025 09:27
Prof. Dr. Yuniardini Septorini Wimardhani, drg., M.ScDent

Rongga Mulut, Cermin kesehatan Tubuh

18 Oktober 2021 20:04

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu