• Redaksi
Senin, April 20, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Karena Kesel

abu by abu
8 Desember 2022 05:27
Bayu SKak

Film garapan Bayu SKak

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – UNTUNG ketika itu Universitas Negeri Malang membuka jurusan animasi. “Saya mahasiswa pertama ketika jurusan itu dibuka,” ujar anak muda yang Anda sudah kenal ini: Bayu Skak. Saya satu pesawat dengan Bayu Selasa sore kemarin. Lagi sama-sama kesel: pesawat jurusan Juanda-Halim ini delay dua jam. Kami sudah di dalam pesawat. Tapi tidak kunjung ada tanda berangkat. Akhirnya kami tahu kenapa. 

”Cuaca di Halim lagi buruk. Jarak pandang terbatas. Kami diminta jangan terbang dulu,” ujar pengumuman dari kapten pilot. Lega. Hanya perlu menunggu cuaca membaik. Saya pindah ke kursi kosong di sebelah Bayu. Bisa buang waktu sambil ngobrol. Sekalian saya bisa menulis tentang anak muda hebat ini. Kebetulan saya dan ia satu ideologi: pro-otonomi, dan pro desentralisasi. Bayu ternyata tipe anak yang teguh: film buatannya harus pakai bahasa Jawa. 

Krunya pun harus setidaknya 50 persen orang lokal. Pemain filmnya lebih gila lagi: harus 90 persen orang setempat. Yang dimaksud orang lokal adalah Jatim. Terutama Surabaya. Lebih utama lagi adalah Malang: kota kelahirannya. Bayu menolak keinginan investor agar yang main film adalah pegiat medsos tertentu. Yakni yang punya follower minimal 10 ribu. Bayu berprinsip siapa pun bisa jadi pelakon: yang penting kualitas aktingnya. 

Baca Juga

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

Verse Lite Hotel Gajah Mada Raih Agoda Golden Circle Awards

Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026

Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun

Baca juga: Tuhan Duit

Berkat keteguhan Bayu itu lahirlah film layar lebar Yowis Ben (Biarin). Full bahasa Jawa. Jawa Timuran. Yang ternyata laris. Sampai ada Yowis Ben 2, Yowis Ben 3, dan Yowis Ben 4. Bahkan penonton bisa dibilang ketagihan. Maka muncullah film baru yang Anda pasti sudah menontonnya: Lara Ati (baca: loro ati, Sakit Hati). Bayu sendiri menjadi sutradara. Juga penulis skenarionya. Pun bintang film utamanya. Suatu ketika Bayu datang ke produser. 

Ia menyodorkan skenario. Begitu dilihat berbahasa Jawa, skenario itu diempaskan: ditolak. Bayu datang ke PH lain. Nasibnya sama. Sampai 4 PH masih belum juga diterima. Kisah sukses sering diawali dengan penolakan-penolakan seperti itu. Pun ketika akhirnya ada yang mau menerima. Semata demi nama besar Bayu di YouTube. Syuting pun segera dimulai. Di Malang. Kru dari Jakarta tiba di Malang. Pimpinan produksi itu tiba-tiba mengatakan: 

“Bayu, saya tidak pede dengan film berbahasa Jawa ini. Ganti saja dengan bahasa Indonesia”. Bayu tidak mau menjawab permintaan mendadak itu. Ia bergegas ke Jakarta: menemui bos rumah produksi. ”Saya pertaruhkan nama saya. Saya tetap minta berbahasa Jawa,” katanya. Bayu sampai memberikan garansi: kalau penontonnya kurang dari 500 ribu nggak usah dibayar. ”Saya minta jaminan saya itu dimasukkan dalam kontrak.

Baca juga: Jawara Kopi 

Saya siap menandatanganinya, ujar Bayu kepada bos itu seperti dikutipkan untuk Disway. Ternyata Bayu benar. Penonton Yowis Ben itu di atas 1 juta orang. Dari kenyataan itulah lahir Yowis Ben berikutnya. Lara Ati tidak perlu mengulangi drama Yowis Ben. Langsung sukses. Penayangan di layar lebar baru saja selesai. Pindah ke Netflix. Berhasil jadi peringkat pertama. Waktu Yowis Ben diputar di festival di Los Angeles, Bayu kaget. 

”Penonton bule juga pada tertawa. Berarti bisa diterima di sana,” katanya. Di sana film itu disertai teks bahasa Inggris. Bayu punya logika kuat. ”Kita kan biasa nonton film berbahasa Inggris atau Korea. Apa bedanya dengan bahasa Jawa. Kan ada teks Indonesianya,” ujar Bayu. Sukses Yowis Ben dan Lara Ati itu memberikan pelajaran berharga bagi Bayu. ”Berarti sekarang sudah bisa lahir film berbahasa Sunda dan Batak,” ujarnya.

Bayu anak seorang alumni SMK yang kini bekerja di Freeport, Papua. Sudah 30 tahun ayahnya bekerja di sana. Sesekali sang ayah dapat liburan untuk berkumpul dengan istrinya yang membesarkan anak di Malang. Usia Bayu kini 29 tahun. Bayu masih punya satu adik perempuan: baru saja lulus kuliah. Sejak kecil Bayu suka menggambar animasi. Ia sendiri suka menonton film animasi. ”Begitu UM membuka jurusan animasi saya mendaftar,” katanya.

Baca juga: Tiada Musuh Abadi 

Di situlah Bayu mengenal ilmu animasi. Juga ilmu penggunaan kamera. Tahun 2009, Bayu mulai membuat video pendek: Wong Edan (orang gila). Teman-temannya ia minta berakting seperti orang gila. Lucu-lucu. Itulah video pertama yang ia unggah ke YouTube. Tanpa memikirkan apakah ada hasil uangnya. Lalu bikin video lagi: Valentine Dancuk. Isinya: kekesalan para jomblo di hari Valentine. Diunggah lagi. Disenangi. Jadilah Bayu YouTuber. 

Punya banyak penggemar. Video pertama dan kedua itu ia abadikan dengan HP Sony Ericson. Milik temannya. HP milik Bayu sendiri merek Nokia. Tidak ada kameranya. Bayu dan teman-temannya itu awalnya hanya main-main. Sering iseng. Mereka adalah sekelompok pertemanan yang sedang kesel. Maka nama Bayu pun menjadi Bayu Skak (Sekelompok Anak Kesel). Nama itu mengalahkan nama aslinya: Bayu Eko Moektito.

Tahun 2013 mulailah Bayu tahu: dari YouTube bisa mendapat uang. Maka ia tambah rajin membuat video dan mengunggahnya. Bayu juga sempat bekerja di JTV –yang pemilik lamanya Anda sudah tahu. Satu tahun di JTV, Bayu punya program siaran sendiri. “Saya sering lihat pak Dahlan rapat. Tapi takut mendekat,” guraunya. TV-TV nasional pun mengejar Bayu. Tapi ia tidak tergoda untuk larut jadi orang Jakarta. Ia ingin tetap berakar di daerah. 

Baca juga: Perang Terbuka

Lalu memperjuangkan daerah. Termasuk ingin menciptakan banyak kesempatan bagi anak-anak muda daerah. ”Masak orang daerah terus jadi penonton. Kalau lagi ada syuting di daerah, mereka hanya jadi horee-man,” ujarnya. “Tidak boleh lagi seperti itu,” tambahnya. Bayu berhasil jadi pahlawan untuk itu. Pahlawan perjuangan harga diri orang daerah. Hasilnya: kini Bayu tidak sulit lagi cari pemeran yang bisa berbahasa Jawa.

Tidak lagi seperti di Lara Ati. Waktu itu Bayu harus mengajari pemain utama wanita berbahasa Jawa. Sampai satu bulan lamanya. ”Sebulan penuh saya harus terus ngomong Jawa dengan dia,” ujar Bayu. Yang ia maksud adalah Tatjana Saphira yang memerankan Si Ayu. Tatjana campuran Indonesia-Jerman. Tidak bisa berbahasa Jawa. Pun sesudah sebulan didril oleh Bayu. Tetap saja bahasa Jawanya tidak sempurna. Maka Bayu mencari akal. 

Dalam cerita itu dibuatlah Ayu dulu sekolah SD di Surabaya. Lalu sekolah ke Jerman sampai tinggal di sana puluhan tahun. ”Dengan demikian penonton bisa memaklumi kalau logat Ayu kurang sempurna,” ujar Bayu. Saya bisa menerima itu. Justru di situ menariknya. Lebih lucu. Toh ini film komedi.

Baca juga: Alvin Kuya

Suatu kali Bayu harus mengajari 19 orang pemeran film  belum bisa berbahasa Jawa. Sulit tapi ia lakukan. Saking kuatnya keinginan bahasa Jawa bisa hidup di era globalisasi.

Bayu juga membuat serial animasi. Sudah 22 seri. Sudah ditayangkan di ANTV. Ia sudah mulai mengerjakan sesi berikutnya. Lihatlah animasinya. Tentang ayam di asrama mereka. Tingkahnya aneh-aneh. Terutama ketika ada seekor ayam bercita-cita ingin jadi rocker. Lucu sekali. Bayu masih jomblo. Ia sudah membuat sejarah di dunia film. Industri kreatif mendukungnya untuk terus membuat sejarah baru. Itulah sebabnya ia tidak mau hanya fokus di YouTube. 

“Untuk menghasilkan uang sih harus di YouTube. Tapi saya tidak akan bisa menghasilkan langkah-langkah besar,” katanya. “Di YouTube saya hanya akan muter-muter di situ saja,” tambahnya. Banyak anak muda ingin sukses jadi YouTuber. Ternyata Bayu sudah di tahap gelisah dengan kesuksesannya. Setelah satu jam asyik mengobrol bunyi ting-tong keluar dari sound system. Pesawat sudah diperbolehkan terbang. Saya pun pindah ke kursi saya yang asal. Hari sudah gelap. Apalagi mendung di atas Juanda juga tebal. (Dahlan Iskan)

 

Tags: Bayu SKakBikin FilmDunia KreatifEksistensiKeselKhusus Bahasa JawaUMyoutuber

Berita Terkait

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei
Ekonomi

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

2026/04/18
istimewa
Ekonomi

Verse Lite Hotel Gajah Mada Raih Agoda Golden Circle Awards

2026/04/17
Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026
Ekonomi

Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026

2026/04/12
Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun
Ekonomi

Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun

2026/04/10
Garap Mahasiswa, Bursa Kripto CFX dan OJK Edukasi Aset Kripto
Ekonomi

Garap Mahasiswa, Bursa Kripto CFX dan OJK Edukasi Aset Kripto

2026/04/10
Cat Laku Keras, Avian Brands Salurkan Dividen Rp1,36 Triliun
Ekonomi

Cat Laku Keras, Avian Brands Salurkan Dividen Rp1,36 Triliun

2026/04/10

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06
Allo Bank

Gemar Transaksi, Ali Gunawan Koleksi 7,95 Juta Saham Bank Milik Chairul Tanjung

2 Februari 2022 18:27

Pilihan Redaksi

Farmers Markets

Kapok Rugi! Supermarket Djarum Group Catat Laba Rp60 Miliar

30 Juli 2024 19:27
Manajemen Kresna Graha

Kresna Graha Investama Pikul Rugi Rp55,81 Miliar

3 Juli 2021 07:07
Lari

Dukung Visi Indonesia Emas 2045, Ini Hajatan Akbar Indonesia Ultra 100 Jakarta

11 Desember 2021 13:27 - Updated on 12 Desember 2021 09:56
Sim Keliling

14 Lokasi Samsat Keliling di Jabodetabek

1 Maret 2022 09:40
Sekawan Intipratama

Bubarkan Pengurus, Sekawan Intipratama Fokus Ini

24 Januari 2022 10:27
Michael Soeryadjaya

Michael Soeryadjaya Tinggalkan Emiten Milik Sandiaga, Kira-kira Ada Apa?

15 Desember 2021 19:27
Ciputra

Lirik Bisnis Data Center, Ciputra Development Jajaki Mitra Strategis

11 September 2021 00:27 - Updated on 13 September 2021 13:19
Matahari

Gandeng HappyFresh, Matahari Perkuat Omni-Channel O2O 

6 November 2021 00:27
Melorot 48 Persen, Merck Catat Laba Bersih Rp47,19 Miliar

Melorot 48 Persen, Merck Catat Laba Bersih Rp47,19 Miliar

19 Agustus 2024 09:27
Medco Energi

Medco Energi Tabur Dividen Interim USD25 Juta, Ikuti Jadwalnya

12 Agustus 2022 06:27

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu