Indoposonline.NET – Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idBBB- Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perumnas), Medium-Term Notes (MTN) III/2016 senilai Rp150 miliar, dan MTN II/2016 senilai Rp230 miliar. MTN III/2016 sejumlah Rp150 miliar jatuh tempo 22 Juli 2021, dan MNTN II/2016 akan jatuh tempo pada 4 Agustus 2021.
Pada saat bersamaan, Pefindo menegaskan peringkat idBBB- kepada MTN IV/2016, MTN I/2017 Seri B, MTN III/2018, MTN I/2019, MTN III/2019, MTN IV/2019, MTN V/2019, MTN VI/2019, MTN VIII/2019, MTN IX/2019, dan Long-Term Notes (LTN) 2020 terbitan Perumnas.
Baca juga: Tekan Ledakan Covid-19, Dua Kelinci Vaksinasi 4.100 Karyawan
Perumnas menyandang outlook CreditWatch dengan Implikasi Negatif. Itu mengingat Perumnas masih berdiskusi dengan pemegang MTN akan jatuh tempo untuk menegosiasikan persyaratan baru mencakup potensi perpanjangan jatuh tempo. Outlook merefleksikan ketidakpastian mengenai perkembangan perusahaan. ”Kami hanya akan merevisi CreditWatch dengan Implikasi Negatif setelah Perumnas memperoleh persetujuan dengan pemegang MTN mengenai persyaratan baru,” tutur Analysts Pefindo Yogie Surya Perdana.
Kegagalan mencapai kesepakatan dengan pemegang MTN secara tepat waktu dapat menyebabkan penurunan lebih dari satu peringkat karena tekanan likuiditas tinggi bagi Perumnas dalam membayar kewajiban keuangan. Akibat pandemi Covid-19, likuiditas Perumnas melemah signifikan karena koleksi kas prapenjualan lebih lemah di tengah permintaan properti juga lemah. ”Perumnas memiliki fleksibilitas terbatas dalam mengelola belanja modal untuk konstruksi karena eksposur tinggi terhadap pengembangan hunian vertikal yang butuh modal awal besar dibanding pengembangan rumah tapak,” imbuh Yogie.
Baca juga: Keren, UMKM Binaan SIG Suplai Sambal Pasar Amerika 2.160 Botol
Obligor berperingkat idBBB memiliki kemampuan memadai dibandingkan untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Meski begitu, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh perubahan buruk keadaan, dan kondisi ekonomi. Tanda Kurang (-) menunjukkan peringkat relatif lemah, dan di bawah rata-rata kategori bersangkutan.
Peringkat mencerminkan posisi Perumnas memiliki kepentingan strategis terhadap pemerintah dalam menyediakan rumah segmen bawah, dan proyek perusahaan terdiversifikasi dengan baik. Namun, peringkat dibatasi struktur permodalan perusahaan sangat agresif, dan posisi likuiditas sangat ketat, porsi pendapatan berulang kecil, dan sifat bisnis properti sensitif terhadap perubahan kondisi makro ekonomi.
Baca juga: Performa Memburuk, Pengelola KFC Buntung Rp377 Miliar
Perumnas berdiri pada 1974. Perumnas sepenuhnya dimiliki pemerintah, bergerak bidang pengembangan properti segmen menengah bawah, termasuk rumah tapak, rumah susun, rumah susun sewa, dan properti komersial. (abg)



























