indoposnews.co.id – Bank Central Asia (BBCA) per 30 September 2025 menyalurkan kredit Rp944 triliun alias melejit 7,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu, ditopang ekspansi kredit berkualitas, dan likuiditas terjaga. Total dana pihak ketiga (DPK) naik 7,0 persen ditopang CASA sebagai pendanaan inti.
Laba bersih melejit 5,7 persen menjadi Rp43,4 triliun. Penyaluran kredit terjaga berbagai segmen, dan sektor mencerminkan komitmen BCA mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Penyelenggaraan BCA Expo 2025 diperpanjang hingga 31 Oktober menjadi wujud upaya perseroan mendorong pembiayaan sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.
BCA UMKM Fest 2025 berhasil menjangkau lebih dari 1.700 UMKM, dan menjadi salah satu upaya BCA mendorong perkembangan pelaku bisnis berbagai skala. Ajang BCA Wealth Summit 2025 juga sukses mencatat lebih dari 4,5 juta pengunjung secara hybrid, membuktikan komitmen BCA mengedukasi nasabah, dan masyarakat makin cermat mengelola keuangan.
Baca juga: Kuartal III 2025, Penerbitan Obligasi Korporasi Sentuh Rp160 Triliun
”Melalui BCA Syariah, BCA memberi pembiayaan emas iB bagi nasabah ingin memiliki emas dengan kepastian harga, angsuran ringan, dan sesuai prinsip syariah. Per September 2025, pembiayaan emas iB BCA Syariah tumbuh 161,2 perse,” tutur Hendra Lembong, Presiden Direktur Bank Central Asia.
Penyaluran kredit korporasi menjadi yang tertinggi dibanding segmen lain, tumbuh 10,4 persen YoY mencapai Rp436,9 triliun. Kredit komersial naik 5,7 persen menjadi Rp142,9 triliun, dan kredit UKM tumbuh 7,7 persen menjadi Rp129,3 triliun. Pertumbuhan kredit konsumer menyentuh 3,3 persen menjadi Rp223,6 triliun, didorong kenaikan KPR 6,4 persen menjadi Rp138,8 triliun. Outstanding pinjaman konsumer lainnya (mayoritas kartu kredit) tumbuh 6,9 persen mencapai Rp23,5 triliun.
Kualitas pinjaman BCA tetap terjaga, terlihat dari rasio loan at risk (LAR) 5,5 persen, membaik dari 6,1 persen dari tahun sebelumnya. Rasio non performing loan (NPL) terkendali di level 2,1 persen. Pencadangan NPL dan LAR tercatat memadai, masing-masing 166,6 persen, dan 69,5 persen.
Baca juga: Gejolak Global, Mirae Asset Rilis 5 Strategi Baru MAIA
Kredit sektor-sektor berkelanjutan naik 12,7 persen mencapai Rp241 triliun setara 25,5 persen dari total portofolio pembiayaan. Komitmen BCA mengimplementasikan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) terwujud salah satunya dari pengelolaan sampah berkelanjutan pada BCA Expo 2025. Selama tiga hari BCA Expo, perseroan menghadirkan Mesin Daur Ulang Bakti BCA untuk pengolahan sampah botol plastik, serta sejumlah Waste Educator dan Waste Station untuk proses pemilahan sampah. Inisiatif ini diestimasikan mampu mengurangi potensi emisi karbon sekitar 18,1 ton CO2.
Di sisi pendanaan, CASA tetap menjadi kontributor utama pendanaan BCA dengan nilai sekitar 83,8 persen dari total DPK. CASA tumbuh 9,1 persen mencapai Rp999 triliun. Pertumbuhan CASA selaras dengan total frekuensi transaksi BCA naik 78 persen dalam tiga tahun terakhir. Pengembangan aplikasi myBCA terus dilakukan demi menghadirkan layanan optimal bagi nasabah. Kini, pengguna myBCA dapat mengatur dan menerima One Time Password (OTP) transaksi online dari aplikasi.
Fitur myBCA keyboard juga hadir untuk dimanfaatkan pengguna yang ingin mendapat pengalaman transaksi lebih praktis. Pengguna myBCA kini bisa mengatur akses instan dan menu utama myBCA. Terdapat juga tambahan mata uang United Arab Emirates Dirham pada Poket Valas, sehingga kini ada 18 mata uang asing pada menu tersebut.
Baca juga: Makin Parah! Waskita Karya Defisit Rp19 Triliun
“BCA berkomitmen mendukung penerapan teknologi QRIS Cross Border di berbagai negara. Terbaru, fitur tersebut kini bisa digunakan di Jepang menggunakan aplikasi myBCA. Kehadiran beragam fitur serta layanan baru adalah wujud komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi serta memperluas cakupan produk dan servis sesuai kebutuhan nasabah. Sementara itu, pada saat bersamaan kami telah mengumumkan para nasabah individu penerima hadiah utama Gebyar Hadiah BCA periode 15 April – 31 Juli. Gebyar Hadiah BCA merupakan bentuk apresiasi kami atas kepercayaan dan kesetiaan nasabah BCA. Melalui program ini, kami berharap dapat semakin mempererat hubungan dengan segenap nasabah tercinta,” imbuh Hendra.
Program Genera-Z Berbakti dari Bakti BCA resmi berakhir setelah menerima lebih dari 250 proposal yang berasal dari 98 perguruan tinggi. Empat tim pemenang Genera-Z Berbakti dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Lampung, dan Universitas Sam Ratulangi telah menyampaikan laporan pengabdian masyarakat berdampak seperti inisiatif pendeteksi tsunami berbasis IoT hingga alat pendeteksi curah hujan lokal, selama satu bulan di Desa Wisata Bakti BCA, yaitu Wonokitri, Jatim (UI); Dayun, Riau (UGM); Kiluan, Lampung (Unila); dan Derawan, Kaltim (Unsrat).
Bakti BCA terlibat dalam perayaan Kawan Nusantara dari salah satu brand perhiasan lokal besar di Jakarta dan Bali, turut menampilkan koleksi perhiasan perajin perak Desa Wisata Taro, Bali. Pada acara tahun ini, pendapatan para perajin tersebut meningkat sekitar 2 kali lipat dibanding tahun lalu. Bakti BCA kembali menggelar Rapat Koordinasi UMKM dan Desa Bakti BCA, diikuti sekitar 150 pelaku usaha dan local champion desa dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada bidang pendidikan, Beasiswa Bakti BCA yang manfaatnya sudah dirasakan lebih dari 8.500 penerima kembali hadir. Pada bidang kesehatan, Bakti BCA menggelar operasi katarak gratis yang telah memberi manfaat bagi hampir 10 ribu orang di 21 provinsi, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Baksos operasi katarak terbaru diadakan di Halmahera Timur, Kapuas, serta Bengkulu. Bakti BCA meresmikan fasilitas konservasi penyu dan melepaskan tukik di Pantai Goa Cemara, Yogyakarta. Total, hampir 65 ribu tukik telah dilepaskan dan 1.000 lebih sarang direlokasi sejak konservasi di tiga lokasi berlangsung. (abg)


























