• Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Karma IDI

abu by abu
17 Juli 2023 05:27
IDI

PROFESI - Seorang dokter tengah memeriksa pasien. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – SEPERTI apakah organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di masa mendatang? Apakah seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tidak bergigi –pun di mata anggotanya sendiri? Tugas utama organisasi profesi, menjaga dan menegakkan kode etik. IDI, menegakkan kode etik dokter. PWI, bertugas menegakkan kode etik jurnalistik. Tapi, PWI tidak mudah melaksanakan tugas itu. Menjadi wartawan tidak perlu rekomendasi PWI. 

Menerbitkan media tidak perlu izin siapa-siapa. Apalagi di zaman medsos ini. Semua orang bisa menjadi wartawan. Siapa saja bisa punya media. Maka organisasi PWI praktis lumpuh. Namun, tidak sedikit berambisi menjadi ketua PWI. Seolah PWI itu sangat penting. Tapi PWI sudah bukan apa-apa lagi. IDI tidak seperti PWI. Untuk menjadi dokter harus benar-benar tahu apa yang dikerjakan sebagai dokter. Pendidikan dokter pun sangat panjang. 

Pendidikan dokter sudah sangat cukup membekali dokter untuk mengerjakan pekerjaan dokter. Di wartawan tidak. Tanpa pendidikan wartawan bisa jadi wartawan. Dalam hal pendidikan berkenaan dengan pekerjaannya, profesi wartawan paling parah. Apakah ke depan IDI akan pecah seperti organisasi wartawan?Sampai hari ini IDI masih paling solid. Mungkin karena selama ini IDI dijamin UU Kesehatan. Tapi dengan pengesahan UU Kesehatan anyar, nama IDI tidak tercantum lagi.

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

Baca juga: Jenderal Rambut Putih

Senjata untuk mengharuskan semua dokter menjadi anggota IDI juga tidak ada lagi. Organisasi profesi seperti PWI punya program banyak. Terutama berhubungan dengan peningkatan mutu wartawan. Di IDI pekerjaan seperti itu tidak ada. Dokter sudah dibekali pendidikan cukup. Kalau mau meningkat masih ada pendidikan spesialis. Di PWI malah ada pekerjaan tambahan: meningkatkan kesejahteraan wartawan. Sampai ada wakil ketua bidang kesejahteraan. 

Sampai mengurus fasilitas perumahan wartawan. Rasanya hanya PWI organisasi profesi mengurus kesejahteraan anggotanya. Seolah profesinya tidak bisa membuat sejahtera. Ke depan IDI mestinya tetap penting. Kepada siapa masyarakat mengadukan dokter yang melanggar kode etik. Ataukah langsung ke  pemerintah. Lalu pemerintah sendiri akan menindak. Pemerintah yang mengeluarkan izin praktik, pemerintah yang mengawasi. Soal dokter kode etik, dan peraturan berimpitan. 

Seorang dokter melanggar pasal tertentu dalam kode etik bisa jadi juga melanggar pasal tertentu dari sebuah peraturan negara. Dalam praktik sehari-hari organisasi profesi sangat sulit menindak anggotanya. Pemerintah lebih mudah menindak pegawainya. Ada contoh baik: Organisasi profesi pengacara kini sudah terbiasa tidak lagi satu. Profesi paling banyak organisasinya adalah pengacara. Tapi organisasi pengacara masih punya gigi:

Baca juga: Mobil Listrik Madura 

Calon pengacara harus  ikut ujian di masing-masing organisasi. Tanpa itu ia tidak bisa dapat izin beracara di pengadilan. Banyaknya organisasi di profesi pengacara sudah dianggap biasa. Pengacara sudah move on menghadapi kenyataan hidup baru. Setelah IDI tidak disebut lagi di UU Kesehatan baru, rasanya tinggal satu masih hebat: notaris. Organisasi notaris tetap satu: Ikatan Notaris Indonesia (INI). Nama INI ada dalam UU Jabatan Notaris. 

Izin notaris tidak akan keluar kalau tidak punya nomor keanggotaan di INI. Bahkan ikut ujian kode etik pun tidak bisa. Rasanya pemerintah masih perlu IDI seperti juga perlu INI. Dengan adanya IDI tugas pemerintah lebih ringan. Maka masih banyak peluang untuk membuat IDI bertaji. Yakni lewat peraturan-peraturan pelaksanaan UU Kesehatan yang baru. IDI jangan sampai seperti PWI. (Dahlan Iskan)

 

Tags: IDIIDI OmpongINIorganisasiPaling RapuhPaling SolidProfesiPWI

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17
SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Ekonomi

SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”

2026/09/04

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Ambles 88 Persen, Laba Alam Sutera Sisa Rp18,65 Miliar

Ambles 88 Persen, Laba Alam Sutera Sisa Rp18,65 Miliar

6 Agustus 2024 09:27
Lanjut! Diah Gulung Saham Mandiri Herindo Rp179 per Lembar

Lanjut! Diah Gulung Saham Mandiri Herindo Rp179 per Lembar

21 Februari 2024 09:27
Melorot 43 Persen, Panin Sekuritas Catat Laba Rp49 Miliar

Melorot 43 Persen, Panin Sekuritas Catat Laba Rp49 Miliar

10 Agustus 2024 15:27
kripto - indoposnews

Catat! Berikut Pergerakan Koin Kripto di Maret 2022

5 April 2022 05:51 - Updated on 25 April 2022 16:45
angle lelga - indoposnews

Angel Lelga Diperiksa Polisi sebagai Saksi

2 Juni 2022 20:42 - Updated on 3 Juni 2022 08:47
Merosot 23 Persen, Induk Mitra10 Raup Laba Rp182 Miliar

Merosot 23 Persen, Induk Mitra10 Raup Laba Rp182 Miliar

12 April 2024 01:27
Bank OCBC

Pelototi! Ini Jadwal Dividen Bank OCBC Rp1,33 Triliun

13 April 2023 09:27
Glafidsya Medika

Glafidsya Medika Buka Outlet di Medan

5 Februari 2021 22:09 - Updated on 21 Maret 2021 22:15
Lokasi Tambang

Susut 13 Persen, Produksi Nikel Vale Indonesia Jadi 48,373 MT

21 Oktober 2021 15:27
Panorama

Perkuat Modal, Panorama Sentrawisata Gelar Rights Issue 1,2 Miliar Saham

30 Agustus 2021 13:15

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu