• Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Jenderal Master

abu by abu
14 Januari 2023 05:27 - Updated on 15 Januari 2023 05:56
Jenderal Master

Mayjen Farid bersama Founder Disway Dahlan Iskan. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – ANAK pasar jadi jenderal. Itulah Mayjen Farid Makruf MA. “Untung saya mengikuti nasihat ibu,” ujar Farid ketika berkunjung ke Harian Disway kemarin. Farid kini menjabat Pangdam V/Brawijaya. Sejak 30 Desember 2022. Farid hampir saja frustrasi. Yakni ketika mendapat tugas yang tidak sesuai dengan harapannya. Ia masih sangat muda waktu itu. Pangkatnya baru letnan satu. Hatinya bergejolak. Tidak puas. 

Farid pulang ke Tanah Merah, Madura. Itu desa ramai di antara Bangkalan-Sampang. Jalan raya Bangkalan ke Sumenep sering macet di situ: ada pasar tumpah ke jalan. Di pasar itulah sang ibu berjualan. Farid pun curhat atas penugasan barunya itu. Sang ibu memberi nasihat khusus: apa pun tugas yang diberikan harus diterima sepenuh hati.  Kenapa tidak curhat ke ayah? “Saya memang dekat dengan ibu,” ujar Farid. 

“Saya langsung diminta Ibu balik,” ujar Farid. Markas Farid di Cijantung. Ia anggota pasukan Kopassus. Farid lantas ”melarikan” kekecewaannya dengan sangat produktif. Ia kursus bahasa Inggris. Ia punya banyak waktu di tugas barunya itu. Ia suka bahasa Inggris. Waktu SMA di Bangkalan nilai bahasa Inggrisnya tidak pernah di bawah sembilan. ”Waktu itu saya suka menerjemahkan lagu-lagu Barat yang bertema cinta. Love song,” ujarnya. 

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

Baca juga: Kanjuruhan Bertahlil

Farid tidak hanya suka lagu. Ia juga suka menyanyi. Kemarin malam Farid didaulat menyanyi. Di sebuah acara tahun baru Imlek: di Vihara Mahavira Graha, Jalan Pasar Besar, Surabaya. Ia pun melantunkan lagu Yue Liang dengan merdunya. Saya juga hadir di Imlek itu. Satu meja dengan Pangdam, konglomerat Alim Markus, pengusaha emas Wen Jin, dan Suhu Besar Vihara itu. Nasihat sang ibu membuahkan berkah. 

Kopassus punya program mengirim anggota sekolah ke luar negeri. Syaratnya: bahasa Inggris harus bagus. Farid ikut terpilih. Maka Farid berangkat ke Inggris. Ke wilayah York Shire. Ke kota Hull. Ia masuk program master: studi masalah keamanan. Dengan spesialisasi Tiongkok. Farid lulus: dapat gelar master. Padahal belum punya ijazah S1. “Saya dinilai memenuhi syarat untuk langsung masuk program master. Tanpa gelar S1,” ujarnya.

Belajar tiga tahun di Akabri ditambah pembelajaran selama penugasan di Kopassus dianggap layak ikut program master. Dengan demikian ketika pangkatnya masih letnan satu, Farid sudah punya dua gelar MA: Madura Asli dari Tanah Merah dan Master of Art dari Inggris. Kenapa pilih spesialisasi Tiongkok? Farid punya dua alasan. Pertama, ia melihat Tiongkok akan jadi negara maju. Dan itu terbukti. Kedua, ini dia, waktu kecil ia gila membaca komik Kho Ping Ho.

Baca juga: Berburu Bahan Langka 

Ia hafal cerita perang Sam Kok (Tiga Negara) itu. Ia terkesan dengan berbagai strategi perang di dalamnya. Taktik dan karakter para panglima perangnya. Begitu gilanya pada komik, Farid sampai tidak pernah sekolah di hari Sabtu. Tiap Sabtu pasar Tanah Merah sangat ramai. Ada pasar sapi. Banyak pedagang dadakan. Termasuk pedagang komik. Ia baca komik di kios Sabtuan. Farid-kecil menyatu dengan pasar itu. 

Ia jadi tukang antar barang ke langganan toko ibunya. “Sejak kecil saya sudah jadi go-send,” guraunya. Farid adalah anak pasar. Siapa nyana ia bisa jadi jenderal. Dalam hal bahasa Inggris, Farid selalu ingat nasihat danjen Kopassus kala itu: kalian itu dari segi apa pun unggul daripada tentara negara Barat. Tapi begitu tentara barat bicara dengan kalian dalam bahasa Inggris langsung kalian kalah. Farid selalu berhasil mengikuti latihan apa pun di Kopassus. 

Sampai pun untuk kualifikasi yang paling tinggi: Sandi Yudha. Sering pula ia yang nomor satu. Kemampuan fisiknya itulah yang membuat ia hampir frustrasi ketika dapat penugasan yang serba senyap di  ”bawah tanah”. Tapi dengan tambahan kemampuan bahasa Inggris, Farid unggul di banyak hal. Ia sering masuk delegasi penting ke luar negeri. Pun ketika Indonesia harus menjelaskan masalah pelanggaran HAM ke Kongres Amerika Serikat.

Baca juga: Kota Toleransi 

Farid ada di dalamnya: menghadapi 7 anggota Kongres. Akhirnya Farid dapat tugas memimpin pasukan besar: jadi komandan Brigif 13 Galuh. Markasnya di Tasikmalaya. Tentu pengalaman internasional Farid melebihi lingkup sebagai Dan Brigif. Farid sangat populer. Meski jabatannya Dan Brigif, Farid menjadi koordinator banyak pejabat tinggi di sana. Tiga kepala daerah, tiga pimpinan DPRD, instansi horizontal, semua meminta Farid menjadi koordinator mereka.

Ketika jadi Danrem 162/Wira Bhakti di Mataram, Farid menyelesaikan urusan rumit melebihi jabatannya: pembebasan tanah lokasi Mandalika. Kalau tanah seluas lebih 100 hektare itu tidak terbebaskan balap motor Motor GP yang mendunia itu tidak bisa terselenggara di sana. Tentu, itu sebenarnya bukan urusan Danrem. Tapi sudah lebih 30 tahun soal tanah Mandalika tidak terselesaikan. Tanah itu awalnya sudah menjadi milik perusahaan Mbak Tutut. 

Putri Pak Harto itu pun sudah menjualnya ke perusahaan Kuwait. Lalu terjadi krisis moneter 1998. Pak Harto lengser. Rakyat menguasai kembali tanah itu. Ruwet. Banyak sekali yang ikut bermain. Pun aparat dan instansi. Tidak ketinggalan para preman. Ketika Presiden Jokowi menegaskan Motor GP tetap di Mandalika, Danrem melapor ke Kapolda NTB. Ia minta izin untuk ikut menyelesaikannya. Kapolda dengan senang hati memberikan lampu hijau.

Baca juga: Selamat Jalan BBC

Barulah Farid mendalami persoalannya. “Dandim saya yang luar biasa. Ia hebat sekali,” kata Farid merendahkan hati. Farid memperoleh keyakinan bisa menyelesaikannya. Tapi ia tidak punya legalitas. Ia bukan pejabat di bidang itu. Pemerintah pusat akhirnya memberikan legalitas itu kepadanya. Ia diberi waktu 6 bulan. Farid harus berkomunikasi dengan banyak kelompok. Pemilik tanah terpecah dalam banyak grup. 

Salah satu yang paling keras dipimpin seorang pengacara.  Mereka membawa dokumen tanah yang mereka bilang amat kuat. Farid memeriksa dokumen itu. Ia mencurigai sesuatu.  Dokumen diserahkan ke polisi: untuk diperiksa di lab. Benar. Dokumen itu palsu. Kelompok paling keras seperti terong direbus. Farid sering diundang rapat di Jakarta bersama Menko Luhut Panjaitan, Menkeu Sri Mulyani, Menteri Agraria Sofyan Jalil, dan para pejabat tinggi di pusat. 

Pembicaraan sudah sampai tahap berapa rakyat harus diganti rugi. Yang diinginkan rakyat, ternyata sebenarnya tidak setinggi yang disuarakan selama ini. Itulah yang sebenarnya membuat rumit: terlalu banyak gorengan. Banyak pejabat yang ikut pasang wajan. Farid berhasil. Ganti rugi disepakati. Pusat menyediakan uangnya. Ganti rugi dibayarkan. Rakyat Mandalika senang bukan main. Saking senangnya mereka datang ke markas Korem.

Baca juga: Kapokmu Kapan 

Membawa bungkusan. Isinya uang. Rp 200 juta. Farid menolak. Ia mengatakan sudah mendapat biaya operasional dari pemerintah pusat. Tapi perwakilan pemilik tanah itu mengancam: kalau pemberian itu tidak diterima maka persaudaraan diputus. Farid pun membagi uang itu ke anak buahnya yang bekerja di lapangan. Maka Farid bisa mengakhiri jabatan Danrem NTB dengan lega. Ia dipindah ke Mabes TNI. Tidak lama. 

Farid kemudian disuruh balik ke Lombok lagi. Ada gempa besar di sana. Ia harus jadi ketua penanganan korban gempa. Sampai selesai. Setelah melewati beberapa jabatan lagi Farid kembali jadi Danrem. Kali ini di Sulteng. Pangkatnya naik jadi brigadir jenderal. Bintang satu. 

Di Sulteng ia pun melihat tantangan baru: Poso. Soal ekstremis. Yang tidak kunjung selesai. Ada kelompok teroris yang masih sangat aktif: MIT, Mujahidin Indonesia Timur. Ia pun mengajukan telaah staf ke atasannya. Tapi tulisan ini harus berakhir dulu di sini. Akan saya lanjutkan di Disway edisi Senin depan. (Dahlan Iskan)

 

Tags: Anak PasarBangkalanJawa TimurJenderal MasterMaduraMayjen FaridPangdam V BrawijayaTanah Merah

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17
SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Ekonomi

SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”

2026/09/04

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Waskita Beton

Inovasi BJR 1067 Waskita Beton Kantongi Sertifikasi dari B2TKS

20 Februari 2022 09:27
Penyanyi solo Calum Scott

Penyanyi Solo Calum Scott Tampil di Jakarta

9 Juni 2022 14:54
SMF

Perkuat Modal, Sarana Multigriya Jajakan Obligasi Rp1,5 Triliun

11 Juni 2021 17:46
Arsip foto - Presiden Haiti Jovenel Moise berbicara dalam konferensi pers tentang langkah-langkah terkait virus corona, di Istana Nasional di Port-au-Prince, Haiti (2/3/2020).

Presiden Haiti Jovenal Moise Ditembak Mati

7 Juli 2021 19:16 - Updated on 10 Juli 2021 11:21
afghanistan

PBB Peringatkan Kondisi Ekonomi Afghanistan

10 September 2021 08:10
Wilmar Cahaya

Wilmar Cahaya Obral Dividen Rp59,5 Miliar, Cek Tanggal Mainnya

2 Juni 2021 13:33
Widodo Makmur

Keren, Komisaris Ini Borong 425 Juta Saham Widodo Makmur Rp59,07 Miliar

8 Maret 2022 09:40
KDI 2020

Kontes Dangdut Indonesia 2021 Ditabuh

27 Oktober 2021 07:47
Covid-19

Bertambah 529 Kasus, Covid-19 Indonesia Tembus 4,26 Juta Orang

9 Januari 2022 21:27
Pabrik TPIA

Emiten Milik Prajogo Pangestu, Chandra Asri Koleksi Laba Bersih Rp2,35 Triliun

30 Oktober 2021 16:27

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu