indoposnews.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sukses menjalani proses awal digitalisasi layanan. Itu dilakukan untuk memenuhi keinginan nasabah berinvestasi, dan bertransaksi di pasar modal lebih mudah.
Teddy Sunandar, Head of Customer Service & Dealing – Know Your Customer (CSD-KYC) Mirae Asset Sekuritas, mengatakan salah satu indikator kesuksesan digitalisasi layanan Mirae Asset Sekuritas, tingkat kesuksesan atau success rate layanan customer service.
Baca juga: Komisaris Ini Buang 3,91 Juta Saham Bakrie & Brothers, Ada Apa Gerangan?
”Success rate layanan telepon customer service kami sudah melampaui 90 persen tahun lalu, dari sebelumnya 39 persen pada akhir 2020. Kami akan menjaga angka itu tetap di atas 90 persen,” tutur Teddy dalam acara Media Day: September 2022 by Mirae Asset Sekuritas (8/9).
Success rate merupakan tingkat terjawabnya pertanyaan (inquiries), dan permintaan bantuan nasabah dari layanan telepon customer service. Di tengah kemajuan teknologi, nasabah menginginkan kecepatan respon, jawaban, solusi terhadap pertanyaan, dan permintaan bantuan nasabah. Itu sejalan obsesi Mirae Asset Sekuritas untuk melayani kebutuhan investasi.
Baca juga: Surplus 53 Persen, Penjualan Gunung Raja Paksi Sentuh USD456,78 Juta
Obsesi itu, terutama kesediaan mendampingi, mendengarkan, dan memenuhi kebutuhan investasi nasabah, untuk mendukung semangat mendemokratisasi investasi Indonesia. Selain layanan telepon, customer service juga melayani inquiries, permintaan bantuan dari nasabah melalui layanan pesan singkat, dan surat elektronik (e-mail). Ketiga peranti itu, telah disesuaikan kebutuhan layanan terutama dari jumlah personel. Dukungan juga datang dari penyesuaian jumlah staf ditambah dalam fungsi customer service pada medio 2020-2022.
Dengan penguatan customer service, dan digitalisasi layanan bidang marketing dengan dukungan tim teknologi informasi terkini, jumlah inquiries dan permintaan bantuan masuk dari nasabah turut berkurang. Inovasi teknologi Mirae Asset Sekuritas termasuk penyampaian informasi, dan rekomendasi dalam format website, kartun, media sosial, podcast, hingga video.
Baca juga: Profit Taking! Indotambang Perkasa Divestasi 1,7 Miliar Saham Astrindo Nusantara
Inquiries, dan permintaan bantuan nasabah diterima sudah turun drastis menjadi sekitar 2.500 e-mail per bulan pada 2022 dari sekitar 6.000 e-mail per bulan pada 2020. Untuk layanan telepon, jumlahnya turun menjadi 2.000 telepon per bulan dari periode sama sekitar 5.000 telepon per bulan. Digitalisasi layanan itu, tahap awal dari digitalisasi akan dilakukan berkelanjutan dengan pengembangan-pengembangan lain untuk memudahkan nasabah bertanya seputar layanan atau informasi pasar.
Pengembangan baru Mirae Asset Sekuritas layanan penarikan dana periode hari sama (T+0), dan digitalisasi pengelolaan account jika nasabah ingin mengubah data pribadi pada rekening investasi. Data dapat diubah secara online yaitu nomor telepon, email, password, PIN, dan rekening bank referensi, dengan mekanisme one time password (OTP).
Baca juga: Tambah Modal, Kimia Farma Geber Right Issue 2,78 Miliar Helai
”Saat ini, kami salah satu sekuritas memiliki layanan digital terdepan, terutama dengan visi straight through processing, dan handsfree sehingga meminimalkan campur tangan manusia. Ke depannya, kami akan melengkapi layanan digital, dan online untuk pengelolaan account berupa pindah dana/saham, aktivasi/deaktivasi trading limit, dan pengkinian data rutin,” urai Teddy.
Mengenai kondisi pasar saham, dan ekonomi terkini, Martha Christina, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi inflasi, terlebih setelah pemerintah menaikkan harga BBM. Meski begitu, faktor kenaikan harga komoditas berpotensi mengangkat pasar saham.
Baca juga: Elang Mahkota Tabur Dividen Interim Rp304,98 Miliar, Ikuti Jadwalnya
Secara teknikal, Martha memprediksi IHSG menguat terbatas dengan support level 7.040, dan resistance 7.361. Namun, masih berpotensi terkoreksi setelah pengumuman Fed Rate pada pekan ketiga September 2022. ”Beberapa sektor, dan saham pilihan bulan ini perbankan meliputi BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, energi terdiri dari ADRO, ITMG, PTBA, INDY, dan industri yaitu ASII, UNTR,” tegas Martha.
Pada kesempatan sama, Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menambahkan masih optimistis terhadap fundamental makro ekonomi Indonesia terutama karena neraca berjalan sangat vital menarik minat dana investor asing. Faktor lain menjadi perhatian investor, stabilitas inflasi.
Baca juga: Kebut Digitalisasi, Telkom Indonesia Gandeng Amazon Web Service
Indonesia diuntungkan dari koreksi harga barang (deflasi) terutama beberapa bahan makanan seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, daging ayam broiler, sehingga kenaikan BBM, dan kenaikan suku bunga acuan diharap membuat inflasi stabil. (abg)



























