• Redaksi
Kamis, Juni 11, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Perkuat Ketahanan Digital, Ancaman Siber Berbasis AI Kian Kompleks

abu by abu
7 Mei 2026 11:27
Perkuat Ketahanan Digital, Ancaman Siber Berbasis AI Kian Kompleks
Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membawa perubahan besar dalam lanskap keamanan siber global, termasuk Indonesia. Kalau  sebelumnya serangan siber identik dengan metode konvensional, kini pelaku ancaman mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan kecepatan, skala, dan efektivitas serangan.

Di sisi lain, banyak organisasi masih menghadapi tantangan akibat sistem keamanan terfragmentasi, dan operasional keamanan makin kompleks. Temuan tersebut terungkap dalam studi terbaru Fortinet bersama Forrester Consulting. Studi melibatkan 585 pengambil keputusan keamanan siber kawasan Asia Pasifik itu, menunjukkan mayoritas organisasi kini menghadapi tekanan besar.

Organisasi dipaksa memperkuat ketahanan digital di tengah peningkatan ancaman berbasis AI. Hasil studi mencatat 69 persen organisasi menilai ancaman berbasis AI sebagai salah satu kekhawatiran utama saat ini. Tidak hanya dari faktor eksternal, risiko juga muncul dari kompleksitas internal perusahaan. Sebanyak 64 persen responden mengaku banyak tools keamanan, dan arsitektur terfragmentasi justru menyulitkan pengelolaan keamanan siber secara menyeluruh.

Baca Juga

Salurkan Dividen, Summarecon Buru Marketing Sales Rp5,2 Triliun

Tuntas, Perusahaan Menantu Megawati Akuisisi Madura Strait PSC

Dapat Mandat, RS EMC Private Placement 1,64 Miliar Saham

Peduli Sesama, Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban

Baca juga: Mulai Untung, Pizza Hut Distribusikan Dividen Rp5 Miliar

Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim, mengatakan perkembangan ancaman siber saat ini bergerak jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. Menurutnya, AI kini tidak hanya dimanfaatkan oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk mempercepat proses serangan.

“Pelaku ancaman kini memanfaatkan AI untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas serangan. Di sisi lain, banyak organisasi masih kesulitan mengelola sistem keamanan yang kompleks, terutama ketika visibilitas terhadap ancaman masih terbatas dan terlalu banyak solusi keamanan yang berjalan sendiri-sendiri,” ujar Edwin.

Kompleksitas tersebut semakin terasa di tingkat operasional. Studi menunjukkan 46 persen organisasi mengaku kewalahan menghadapi volume alert keamanan yang terlalu besar, sehingga menyulitkan tim keamanan membedakan ancaman nyata dengan aktivitas biasa. Selain itu, 43 persen organisasi masih bergantung pada proses manual untuk mendeteksi dan menangani insiden keamanan siber.

Baca juga: ABM Investama Salurkan Dividen Rp267 Miliar, Lo Kheng Hong Dapat Jatah Segini

Kondisi ini membuat banyak organisasi mulai menyadari pentingnya penyederhanaan arsitektur keamanan dan peningkatan otomatisasi. Perusahaan kini tidak lagi hanya mencari solusi keamanan tambahan, tetapi mulai beralih menuju pendekatan keamanan berbasis platform yang lebih terintegrasi.

Forrester Consulting Project Lead, Amelia Lau, menilai organisasi di kawasan Asia Pasifik saat ini menghadapi tantangan ganda: ancaman berbasis AI yang berkembang pesat dan kompleksitas internal yang terus meningkat. “Peralihan menuju pendekatan keamanan berbasis platform yang terintegrasi akan menjadi kunci untuk meningkatkan visibilitas, efisiensi, dan ketahanan organisasi. Kompleksitas kini bukan lagi sekadar tantangan operasional, tetapi telah menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko keamanan siber,” katanya.

Saat ini baru sekitar 29 persen organisasi telah mengoperasikan platform keamanan terpadu. Namun dalam 12 hingga 24 bulan mendatang, angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 60 persen, seiring peningkatan kebutuhan perusahaan terhadap sistem keamanan lebih sederhana, efisien, dan mudah dikelola. Selain penyederhanaan sistem, pemanfaatan AI juga mulai diposisikan sebagai bagian penting dalam operasi keamanan modern.

Baca juga: Melejit 317 Persen, Perusahaan Aguan Raup Laba Rp542 Miliar

Studi menunjukkan sebanyak 95 persen organisasi di kawasan Asia Pasifik berencana meningkatkan investasi AI untuk keamanan siber. Mayoritas responden percaya AI dapat membantu meningkatkan akurasi deteksi ancaman, mempercepat respons insiden, hingga mengurangi ketergantungan pada proses manual. Namun, implementasi AI juga dinilai tidak akan berjalan optimal tanpa fondasi data dan integrasi memadai.

Banyak organisasi masih menghadapi tantangan karena lingkungan TI terfragmentasi, otomatisasi terbatas, serta data yang belum terhubung secara menyeluruh. Banyak organisasi memiliki ekspektasi besar terhadap AI untuk mentransformasi operasi keamanan. Namun, menurutnya, AI hanya dapat memberi hasil efektif jika dibangun di atas fondasi keamanan yang terintegrasi.

“Tanpa visibilitas terpadu dan data yang terhubung lintas lingkungan, AI justru berisiko memperbesar kompleksitas alih-alih menguranginya. Integrasi menjadi kunci agar AI dapat bekerja dalam skala besar dan memberikan dampak keamanan nyata,” tutur VP of Marketing and Communications APAC Fortinet, Rashish Pandey.

Baca juga: Laba RAJA Melesat 14 Persen, Ini Kuncinya

Fortinet menilai tren ini menunjukkan organisasi kini mulai bergerak menuju model keamanan lebih proaktif, terintegrasi, dan berbasis otomatisasi. Di tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya ancaman berbasis AI, perusahaan dituntut tidak hanya memperkuat perlindungan, tetapi juga memastikan operasional keamanan dapat berjalan lebih efisien dan adaptif.

Edwin menambahkan bahwa organisasi perlu mulai membangun fondasi keamanan yang lebih terpadu agar mampu menghadapi ancaman siber modern yang terus berkembang. “Perusahaan saat ini membutuhkan pendekatan keamanan yang tidak hanya kuat, tetapi juga sederhana dan mampu memberikan visibilitas menyeluruh. Integrasi, otomatisasi, dan pemanfaatan AI akan menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan digital di masa depan,” pungkasnya. (abg)

Tags: AIAncamandigitalFortinetSibarSiber

Berita Terkait

Salurkan Dividen, Summarecon Buru Marketing Sales Rp5,2 Triliun
Ekonomi

Salurkan Dividen, Summarecon Buru Marketing Sales Rp5,2 Triliun

2026/06/11
Tuntas, Perusahaan Menantu Megawati Akuisisi Madura Strait PSC
Ekonomi

Tuntas, Perusahaan Menantu Megawati Akuisisi Madura Strait PSC

2026/06/11
Dapat Mandat, RS EMC Private Placement 1,64 Miliar Saham
Ekonomi

Dapat Mandat, RS EMC Private Placement 1,64 Miliar Saham

2026/06/11
Peduli Sesama, Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban
Ekonomi

Peduli Sesama, Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban

2026/05/27
Yakult Luncurkan Produk Baru, Bidik Segmen ini
Ekonomi

Yakult Luncurkan Produk Baru, Bidik Segmen ini

2026/05/27
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Sucor Sekuritas Luncurkan Lagu Inspiratif Sahabat Sejatiku
Ekonomi

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Sucor Sekuritas Luncurkan Lagu Inspiratif Sahabat Sejatiku

2026/05/20

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Pembangunan Graha Lestari

Melejit 387 Persen, Pembangunan Graha Lestari Toreh Laba Bersih Rp14,05 Miliar

15 Agustus 2022 08:27
Ilustrasi penangkapan warga Palestina oleh tentara Israel (Foto file - Anadolu Agency)

23 Warga Palestina Ditangkap Pasukan Militer Israel

24 Mei 2021 05:40
Vokalis Mohammad Istiqamah Djamad atau Pusakata. (foto: indoposnews/instagram @pusakata)

Manjakan Anak Senja, Pusakata Tampil dalam Virtual Concert Merchnesia at Metaverse

21 April 2022 23:53 - Updated on 22 April 2022 00:01
Dr. Wardaniman Larosa, SH., MH Berikan Pembekalan Magang MBKM Legal Corporate

Dr. Wardaniman Larosa, SH., MH Berikan Pembekalan Magang MBKM Legal Corporate

9 Agustus 2023 19:34
Bank Maybank

Ekspansi, Bank Maybank Terbitkan Surat Utang Rp1 Triliun

19 Juni 2022 13:57
Rossa- indoposnews

Merinding, Rossa Lantunkan lagu Mendiang Glenn Fredly Sekali Ini Saja

15 April 2022 19:09
Golden Mines Sedot Biaya Eksplorasi Rp4,85 Miliar, Telisik Hasilnya

Golden Mines Sedot Biaya Eksplorasi Rp4,85 Miliar, Telisik Hasilnya

14 Oktober 2023 12:27
IHSG

Membeku Berbulan-bulan, Empat Emiten Antre Giliran Delisting

20 Juli 2022 07:40
Central Proteina

Gagal Bayar, Central Proteina Gadaikan Anak Usaha USD162 Juta

22 Juni 2021 10:07

Wow! Induk Pakuan Tawarkan Hunian untuk Keluarga Muda 

18 November 2024 09:27

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu