Indoposonline.NET – PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) sepanjang kuartal pertama 2021 mencatat kinerja positif. Itu didukung peningkatan jumlah kendaraan di terminal. Kondisi tersebut melanjutkan tren positif kuartal empat 2020.
Sepanjang periode itu, perusahaan sukses mentabulasi laba bersih Rp17,89 miliar. Meroket 168,22 persen dari kuartal empat 2020 di level Rp6,67 miliar. ”Dengan begitu, nilai earning per share (EPS) meningkat menjadi Rp9,84 dari kuartal empat 2020 di posisi Rp3,67,” tutur Investor Relation Indonesia Kendaraan Terminal, Reza Priyambada.
Baca juga: Kuartal Pertama 2021, Siantar Top Catat Laba Bersih Rp154,72 Miliar
Pencapaian positif itu, imbas kenaikan pendapatan pada kuartal pertama 2021 dibanding kuartal empat 2020. Pada segmen pelayanan jasa terminal meningkat 11,42 persen menjadi Rp111,52 miliar dari kuartal empat 2020 di kisaran Rp100,09 miliar.
Sementara segmen pelayanan jasa barang, tercatat Rp6,72 miliar atau naik 17,63 persen dari kuartal empat 2020 sejumlah Rp5,71 miliar. Lalu, segmen pelayanan rupa-rupa usaha, naik 12,83 persen menjadi Rp1,14 miliar dari akhir tahun lalu Rp1,01 miliar.
Baca juga: Kebut Pabrik Elemented Detonator, Dahana Lakukan Ini
Segmen pengusaha tanah, bangunan, air, dan listrik berkontribusi Rp553,29 juta atau naik 12,81 persen dari akhir 2020 sebesar Rp490,44 juta. Peningkatan kinerja itu, sejalan pencapaian kinerja operasional. Layanan terminal internasional, jumlah kendaraan CBU ekspor ditangani mencapai 78,678 unit CBU atau naik 3,18 persen dari akhir 2020.
Sedangkan CBU impor naik 66,86 persen menjadi 12,067 CBU dibanding akhir 2020. Impor alat berat mencapai 1.202 unit naik 73,45 persen dari kuartal empat 2020. Ekspor terlihat lebih rendah 13,80 persen menjadi 1.637 unit dari akhir 2020. Pada spare parts, ekspor naik 36,55 persen menjadi 5,949 M3 dari akhir 2020 di kisaran 4,357 M3, dan impor naik 27,44 persen menjadi 9.658 M3 sepanjang triwulan pertama 2021.
Baca juga: Dukung Infrastruktur, Bank Mandiri Kucuri Kredit SMI Rp3 Triliun
Pada layanan terminal domestik, CBU tertangani 42.468 unit atau naik 6,96 persen dibanding triwulan empat 2020. Alat berat naik 12,51 persen menjadi 5.082 unit. Sementara spare parts, turun 29,30 persen menjadi 7.647 M3. ”Pencapaian itu, patut diapresiasi seiring pemulihan terus berjalan. Strategi manajemen melakukan transformasi kegiatan bisnis terus diupayakan untuk peningkatan performansi perusahaan,” ucap Reza. (abg)



























