indoposnews.co.id – Glenn & The Vicious Boys kembali berkarya lewat single ke 3 Sarkas, tak tanggung tanggung dipilih pulau bali sebagai tempat penggarapan video klip sekaligus launchingnya cuma dengan persiapan yang singkat 2 bulan.
Glenn sebagai motor dan pendiri GTVB mengemukakan kedatangan ke bali dalam rangka bikin video klip sekaligus launching single ke 3 yang judulnya Sarkas yang diciptain Buluk sewaktu masih bergabung di GTVB.
“Sarkas itu sendiri artinya tendencies pada orang yang melupakan pada pertemanan, udah temenan lama tapi lupa, kenapa Bali yang kita pilih sebagai tempat peluncuran single ke 3 ini karena kita mau ketemu teman teman di bali yang udah kayak rumah kedua buat kita, apalagi kita pernah main 2 kali di bali, pas pandemi dan sekarang ini, terus untuk pembuatan video klipnya sendiri kita ambil di 2 lokasi ,twice bar dan pantai di kawasan Canggu,”katanya
Baca Juga : Bertahan Hingga 30 Tahun, Ternyata ini Rahasia Grup Musik GIGI
Untuk menambah sebuah nilai pertemanan dari cerita penggarapan video klipnya langsung GTVB melibatkan musisi punk sebagai sutradara klip. ” Karena aura skena musik GTVB adalah Punk jadi aura punknya dapat di video klip ini dan mereka lebih paham dengan musik GTVB,”katanya
“Up the Punk is Brother to Brother” menjadi Konsep video klip tersebut, “Pertemanan dan tidak lupa sampai kapanpun selalu silaturahmi intinya jangan sampai putus pertemanan, di single silaturasa juga soal pertemanan yang tiada batas sampai akhir hayat.Begitu pula dengan single kedua “kita kuat bersama”,”tegasnya.
“Juga ceritanya kita akan kuat kalau bersama-sama, nah single Sarkas ini kebalikannya dari single pertama dan kedua kita, Jelas Glenn.
GTVB memilih Gimme Shelter di Canggu sebagai tempat launching single ke 3 Sarkas, “sebuah tempat yang didaulat sebagai area sakral musisi punk karena gaung ke eksisan band punk belakangan ini banyak bermain ditempat ini, ada 4 band punk terkenal bali yang ikut tampil meramaikan launching single kita ini, band Jihad, band Pendosa, band Criminal ash Hole, band Bastard, begitu seru dan ramainya saking semangatnya pedal drum drummer kita pun sampai lepas,” sambung Nicky Lauda sang Bassis GTVB.
Seperti halnya sebuah perjalanan hidup merangkai dan menggapai mimpi jalan Glenn bersama GTVB adalah terus bermain musik Punk sampai kapanpun tidak kenal batas usia, bermain musik punk sejak dari tahun 1985 di pid pub, walau sekedar membawakan atribut sex pistols pada saat itu.
” Orang bilang life begins at 40 sebuah proses pendewasaan dalam kehidupan seseorang akan dimulai, dengan berjalannya evolusi waktu life is begin 50 dan untuk itu tidak ada kata berhenti berkarya sampai kapanpun dan gue akan terus memperjuangkan PUNK karena keinginan gw berslogan “Up the Punks, Punk is Elite” dan di skena punk itu sendiri Brotherhood nya emang bener bener kentel dan solid,”jelasnya
Begitu kuat dan besarnya harapan akan musik punk bisa bangkit dan terus ada ini yang menjadi misi kedepan GTVB, sudah 2 agenda besar menanti di akhir tahun salah satunya main di lombok dan lanjut tour asia. “Kebetulan kita ketemu punkers punkers tertua di bali dan menawarkan GTVB main di south asia dan kita sangat respect dengan ajakan itu mudah mudahan gak ada halangan dan kendala apapun GTVB bisa kesana tutup Glenn. (ash)



























