indoposnews.co.id – Memilih bahan makanan untuk keluarga melibatkan banyak pertimbangan, mulai dari rasa, harga, hingga cara produk dihasilkan. Menyadari hal tersebut, makin banyak peternak ayam petelur di Indonesia saat ini menerapkan sistem pemeliharaan bebas sangkar (cage-free).
Berbeda dengan sistem kandang baterai, dalam sistem bebas sangkar, ayam tidak ditempatkan di kandang baterai sempit, sehingga memiliki ruang untuk bergerak, dan berperilaku alami. Seperti bertengger, mengais, mandi debu, dan bertelur di kotak sarang. Sistem ini memberi kondisi pemeliharaan lebih baik bagi ayam, sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan produk telur melalui praktik peternakan lebih bertanggung jawab.
Untuk mendukung para peternak lokal menerapkan sistem tersebut, Indonesian Cage-Free Association (ICFA) menggelar aktivasi Telur Baik di Ranch Market Pondok Indah Mall 5 pada 8–18 Oktober 2026, yang memungkinkan masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang telur ayam bebas sangkar (cage-free eggs) dari peternak lokal.
Baca juga: Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Selama kegiatan, pengunjung mendapatkan informasi, dan edukasi telur dari ayam yang dipelihara dengan sistem bebas sangkar, melihat pilihan produk dari peternak lokal, dan mengikuti promosi paket bundling produk. Rangkaian aktivasi ditutup dengan demonstrasi memasak bersama Chef Chrysansia Chitra Dewi yang biasa dikenal dengan Chef Chitra.
Telur Baik merupakan kampanye edukasi, dan pemasaran yang diluncurkan ICFA pada tahun ini. Kampanye itu, mengajak konsumen memahami arti telur ayam bebas sangkar, dan mengenal praktik di balik produk yang mereka beli.
”Saat berbelanja, kita sering melihat berbagai pilihan telur tanpa mengetahui bagaimana cerita di baliknya. Di aktivasi ini, masyarakat bisa bertanya langsung dan mengenal perbedaan cara pemeliharaan ayam petelur dan produk yang dihasilkan. Memahami sistem produksi telur membantu masyarakat memilih produk dengan pemahaman yang lebih baik, termasuk tentang kesejahteraan ayam,” kata Kristina Yolanda, Ketua ICFA.
Baca juga: Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Walau pemahaman masyarakat soal telur ayam bebas sangkar sudah terbentuk, tapi masih perlu ditingkatkan. Ini terlihat dari survei ICFA pada Agustus–September 2026 terhadap 1.294 responden yang menunjukkan hanya 27,9 persen responden pernah mendengar sekaligus memahami konsep telur ayam bebas sangkar. Temuan ini menjadi salah satu alasan ICFA akan terus menghadirkan edukasi langsung di gerai ritel.
“Jumlah peternak menerapkan sistem bebas sangkar di Indonesia terus bertambah, sementara kesadaran dan permintaan konsumen masih perlu tumbuh bersama. Agar praktik ini dapat berkembang, masyarakat juga perlu mengenal produknya dan memahami cara pemeliharaan ayam. Melalui kampanye Telur Baik, kami ingin mempertemukan konsumen dengan peternak lokal menerapkan praktik pemeliharaan baik. Pilihan konsumen dapat ikut mendukung kesejahteraan ayam, dan pasar berkelanjutan bagi peternak,” lanjut Yolanda.
Aktivasi di Ranch Market PIM 5 menghadirkan produk dari tiga peternak anggota ICFA: Nava Cage-Free Chicken Eggs dan Healthy Eggs Hypoallergenic dari PT Inti Prima Satwa Sejahtera menggunakan pakan dengan sumber protein nabati, menghasilkan telur dengan cita rasa lebih gurih dan tidak amis.
Baca juga: Superbrands Indonesia Apresiasi 64 Merek dalam Gala Award 2026
Healthy Eggs Hypoallergenic dipilih dari telur-telur terbaik PT Inti Prima Satwa Sejahtera, menghasilkan telur yang lebih rendah risiko alergi bagi konsumennya. Happy Eggs Omega dari CV Gemilang Farm dan Tamago Free-Range Egg dari PT Girijaya Budiman Agro diproduksi dengan sistem free-range yang memungkinkan ayam mengakses area luar kandang, menjadikan ayam lebih bebas dan dapat mengonsumsi banyak jenis pakan herbal.
Telur dapat diolah menjadi beragam hidangan, dari sarapan praktis hingga menu untuk dinikmati bersama. Sebagai holistic chef, baker, dan wellness influencer, Chef Chitra juga memperhatikan bahan pangan digunakan serta proses di balik produksinya. Dalam demo masak penutup aktivasi, ia mengajak pengunjung mengenal telur bebas sangkar sebagai salah satu pilihan mempertimbangkan kesejahteraan ayam.
“Dalam memasak, saya memperhatikan bahan yang digunakan dan bagaimana bahan itu diproduksi. Telur dari ayam bebas sangkar memberi pilihan bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan kesejahteraan hewan saat memilih bahan pangan. Bagi saya, mengenal asal bahan adalah bagian dari membuat pilihan yang lebih baik di dapur,” kata Chef Chitra.
Baca juga: SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Setelah aktivasi Telur Baik di Ranch Market PIM 5, ICFA akan menghadirkan program serupa di Farmers Market Mall Kelapa Gading pada 22 Oktober–1 November 2026. Didirikan pada Mei 2024, ICFA mewadahi 57 peternak ayam petelur dengan sistem bebas sangkar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain mendorong pengenalan dan edukasi telur bebas sangkar kepada konsumen, asosiasi mendukung peternak melalui pelatihan teknis, pendampingan praktik pemeliharaan baik, dan fasilitasi sertifikasi kesejahteraan hewan Certified Humane bersama dengan Global Food Partners, telah memberi dukungan teknis bagi para anggota ICFA, termasuk tiga peternak lokal berpartisipasi dalam program aktivasi Telur Baik ini.
Melalui kampanye Telur Baik, ICFA berharap semakin banyak konsumen mengenal pilihan telur dan memahami kaitan antara cara pemeliharaan ayam, kesejahteraan hewan, dan keberlanjutan peternak lokal. (abg)



























