indoposnews.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Yayasan Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB) menyelenggarakan Gerakan “1000 Hari Cinta: Ibu Sehat – Anak Cerdas” pada hari ini di Gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi publik KPPB yang berfokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak pada fase awal kehidupan.
Gerakan ini diinisiasi oleh Meiline Tenardi, selaku Ketua Penyelenggara sekaligus Founder KPPB, sebagai upaya memperluas literasi dan akses pengetahuan masyarakat terkait pentingnya seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Baca Juga : Kawal Hak Gizi Anak, BGN Luncurkan Call Center SAGI 127
Acara ini dihadiri sekitar 2.000 undangan, yang terdiri dari pendamping menteri, perwakilan kementerian terkait, tokoh perempuan, akademisi, pimpinan komunitas, mitra, sponsor, dan donatur. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan perempuan pra-sejahtera dan perempuan usia subur sebagai penerima manfaat utama.
Dalam sambutannya, Meiline Tenardi menegaskan bahwa isu kesehatan ibu dan anak tidak hanya berkaitan dengan aspek medis semata, tetapi juga menyangkut literasi dan pemahaman keluarga.
“Isu kesehatan ibu dan anak bukan hanya persoalan medis, tetapi persoalan literasi dan akses pengetahuan. Kegiatan ini kami hadirkan sebagai upaya memperluas pemahaman keluarga tentang pentingnya fase awal kehidupan,” ujar Meiline.
Baca Juga : Dukung Program Makanan Bergizi Gratis, Kalbe Farma Lakukan Ini
Gerakan “1000 Hari Cinta” menyoroti pentingnya periode 1000 HPK sebagai fase krusial dalam pembentukan struktur otak, pertumbuhan fisik, sistem kekebalan tubuh, serta kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan. Kesalahan pemenuhan gizi pada fase ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang sulit diperbaiki.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Tan Shot Yen, dokter dan ahli gizi masyarakat, yang menjadi salah satu narasumber utama.
“Seribu hari pertama kehidupan merupakan periode biologis yang sangat menentukan pembentukan fungsi otak, sistem imunitas, dan kapasitas metabolik anak. Kekeliruan pemenuhan gizi pada fase ini akan meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kecerdasan, kesehatan, dan produktivitas anak di masa dewasa,” jelasnya.
Kegiatan ini direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, serta Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Dalam pernyataannya, Isyana menekankan pentingnya 1000 HPK sebagai investasi strategis bangsa.
“Pembangunan kualitas keluarga dimulai sejak pra-nikah, pra-hamil, hingga masa pengasuhan awal. Seribu Hari Pertama Kehidupan merupakan investasi strategis negara karena dari sinilah kualitas sumber daya manusia Indonesia dibentuk,” ujarnya.
Baca Juga : Wamendes Ahmad Riza Patria Dorong Dukungan Desa dalam Optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis.
Rangkaian acara Gerakan “1000 Hari Cinta” meliputi pemutaran film pendek edukatif berjudul “1000 Hari Cinta – Ibu Sehat, Anak Cerdas” yang menggambarkan realitas keluarga Indonesia dalam fase 1000 HPK. Selain itu, digelar pula talkshow dan diskusi edukatif bersama para ahli mengenai gizi ibu hamil, ASI eksklusif, MPASI tepat, stimulasi tumbuh kembang anak, serta kesehatan mental ibu.
Acara juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif bersama Inayah Wahid, aksi simbolis pencegahan stunting sebagai bentuk komitmen lintas sektor, penampilan seni tari modern oleh Belantara Budaya Indonesia, serta kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket sembako, nasi kotak, dan goodie bag kepada peserta perempuan pra-sejahtera.

Sejumlah narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain dr. Tan Shot Yen, dr. Marielle Ancilla D (dokter dan konselor laktasi), serta Rika Kristina, M.Psi, psikolog anak dan keluarga.
Baca Juga : Hindari Gorengan Selama Berbuka Puasa dan Sahur, Berikut Kata Pakar Gizi
Untuk memperluas jangkauan edukasi, seluruh rangkaian acara disiarkan secara live streaming melalui kanal digital KPPB, PUSPAS Keuskupan Agung Jakarta, Samadi, dan Komsos KAJ, serta terbuka untuk peliputan media elektronik dan media daring.
Menutup rangkaian kegiatan, Meiline Tenardi berharap gerakan ini dapat menjadi ruang edukasi publik yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi publik yang bermakna, agar ibu dan keluarga memiliki dasar pengetahuan yang kuat dalam mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan,” pungkasnya. (gik)



























