• Redaksi
Rabu, Oktober 21, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Awas, Ancaman Siber Berbasis AI Lebih Mengerikan

abu by abu
14 Desember 2024 20:27
Awas, Ancaman Siber Berbasis AI Lebih Mengerikan
Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – Fortinet, merilis laporan prediksi ancaman siber 2025. Di mana, lanskap serangan siber terus berkembang. Meski pelaku ancaman menggunakan taktik klasik selama beberapa dekade.

Laporan ini menyoroti pergeseran ke arah strategi lebih ambisius, canggih, dan destruktif. Kelompok Cybercrime-as-a-Service (CaaS) menjadi makin terspesialisasi, sementara pelaku ancaman mulai mengadopsi panduan serangan menggabungkan ancaman digital, dan fisik untuk melancarkan serangan sangat terarah, dan berdampak. 

Laporan yang dikembangkan FortiGuard Labs itu, menganalisis evolusi metode serangan tradisional, tren baru membentuk masa depan kejahatan siber, memberi rekomendasi praktis bagi organisasi untuk memperkuat ketahanan. Laporan itu memberi pandangan mengenai tantangan lanskap ancaman terus berubah dengan cepat, sekaligus membekali bisnis dengan wawasan untuk secara proaktif menghadapi ancaman siber makin canggih.

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Superbrands Indonesia Apresiasi 64 Merek dalam Gala Award 2026

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Baca juga: Lindungi Investor, Polri Kawal Keamanan Kawasan Jababeka

Seiring perkembangan kejahatan dunia maya, Fortinet, mengantisipasi kemunculan beberapa tren unik pada 2025, dan masa mendatang. Berikut sekilas prediksi ancaman kejahatan siber ke depan. Yaitu, peningkatan Keahlian dalam rantai serangan. Bberapa tahun terakhir, pelaku kejahatan siber makin banyak menghabiskan waktu di fase booming (left of boom), khususnya pada tahap pengintaian, dan persenjataan dalam rantai serangan siber (cyber kill chain). 

Akibatnya, aktor ancaman kini dapat melancarkan serangan lebih terarah dengan cepat, dan presisi. Sebelumnya, Fortinet sering mengamati banyak penyedia Crime-as-a-Service (CaaS) bertindak sebagai ‘serba bisa’—menyediakan segala kebutuhan pembeli untuk melakukan serangan, mulai dari kit phishing hingga muatan berbahaya. Namun, Fortinet memperkirakan kelompok CaaS akan makin beralih ke spesialisasi, dengan banyak kelompok fokus pada menyediakan layanan yang menarget hanya satu segmen tertentu dari rantai serangan.

Selanjutnya, Cloud dengan peluang serangan siber. Meski perangkat edge tetap menjadi target utama bagi pelaku ancaman, ada bagian lain dari permukaan serangan harus mendapat perhatian serius dari para pembela keamanan di tahun-tahun mendatang yaitu lingkungan cloud. Betul, teknologi cloud bukan hal baru, minat pelaku kejahatan siber terhadap cloud terus meningkat. Mengingat sebagian besar organisasi mengandalkan berbagai penyedia layanan cloud, tidak mengherankan jika makin banyak kerentanan khususnya cloud dimanfaatkan penyerang—tren diperkirakan akan terus berkembang di masa depan.

Baca juga: Pakar Ingatkan Pentingnya Menerapkan Keamanan Siber

Kemudian, alat peretasan otomatis memasuki pasar gelap. Beragam vektor serangan, dan kode kini tersedia di pasar Crime-as-a-Service (CaaS), seperti kit phishing, Ransomware-as-a-Service, DDoS-as-a-Service, dan lainnya. Meski beberapa kelompok kejahatan siber sudah mulai memanfaatkan AI untuk memperkuat layanan CaaS, fortine memperkirakan tren ini makin berkembang. Fortinet juga memprediksi penyerang akan memanfaatkan output otomatis dari LLM (Large Language Model) untuk mendukung layanan CaaS, dan memperluas pasar. Misalnya, memanfaatkan hasil pengintaian media sosial, dan mengotomatisasi intelejen tersebut menjadi kit phishing dikemas secara rapi.

Selanjutnya, playbook/strategi kejahatan siber kini mencakup ancaman dunia nyata. Pelaku kejahatan siber terus mengembangkan strategi dengan serangan makin agresif, dan destruktif. Fortinet memprediksi pelaku kejahatan akan memperluas playbook dengan menggabungkan serangan siber, dan ancaman fisik di dunia nyata. 

Saat ini, beberapa kelompok kejahatan siber sudah mulai mengancam fisik eksekutif, dan karyawan sebuah organisasi. Fortinet memperkirakan hal ini akan menjadi bagian rutin dari banyak playbook di masa depan. Selain itu, kejahatan transnasional —seperti perdagangan narkoba, penyelundupan manusia atau barang, dan lainnya— akan menjadi elemen reguler dalam playbook lebih canggih. Di mana, kelompok kejahatan siber, dan organisasi kejahatan transnasional bekerja sama.

Baca juga: Ramadan Tiba, Pemerintah Prancis Tingkatkan Keamanan di Masjid

Dan, terakhir kerangka kerja anti-pelaku ancaman akan berkembang. Seiring perkembangan strategi pelaku kejahatan siber, komunitas keamanan siber global juga dapat mengembangkan langkah-langkah responsif setara. Upaya kolaborasi global, kemitraan antara sektor publik, swasta, dan pengembangan kerangka kerja untuk menghadapi ancaman adalah langkah-langkah penting untuk meningkatkan ketahanan kolektif. Berbagai upaya, —seperti Cybercrime Atlas dari World Economic Forum, yang didukung oleh Fortinet sebagai anggota pendiri— sudah berjalan, dan diperkirakan lebih banyak inisiatif kolaboratif akan muncul untuk secara signifikan mengganggu aktivitas kejahatan siber.

Pelaku kejahatan siber akan selalu mencari cara baru untuk menyusup ke dalam organisasi. Namun, terdapat banyak peluang bagi komunitas keamanan siber untuk berkolaborasi dalam mengantisipasi langkah berikutnya dari para pelaku ancaman, dan mengganggu aktivitas secara efektif.

Nilai upaya lintas industri, dan kemitraan publik-swasta tidak dapat diremehkan, dan jumlah organisasi terlibat kolaborasi semacam ini akan terus meningkat beberapa tahun mendatang. Selain itu, organisasi harus ingat keamanan siber tanggung jawab semua pihak, bukan hanya tim keamanan dan TI. Misalnya, penerapan kesadaran, dan pelatihan keamanan secara menyeluruh seluruh perusahaan merupakan komponen penting dalam mengelola risiko. 

Baca juga: Dongkrak Keamanan Informasi, AXA Insurance Sabet ISO 27001 

Terakhir, pihak lain juga memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan dan mematuhi praktik keamanan siber yang kuat, mulai dari pemerintah hingga vendor memproduksi produk keamanan. Tidak ada organisasi atau tim keamanan dapat menghentikan kejahatan siber sendirian. Dengan bekerja sama, dan berbagi informasi intelijen seluruh industri, secara kolektif berada dalam posisi lebih baik untuk melawan pelaku ancaman, dan melindungi masyarakat secara efektif. 

Menurut Edwin Lim, Country Director, Fortinet Indonesia seiring perkembangan taktik pelaku kejahatan siber, tahun 2025 diperkirakan membawa gelombang baru serangan sangat terfokus, dan didukung AI. Mulai peningkatan layanan Cybercrime-as-a-Service hingga konvergensi antara ancaman siber, dan fisik. Tren ini mencerminkan bagaimana para pelaku ancaman mendorong batasan untuk melancarkan serangan lebih presisi, dan berskala besar. 

“Kerugian dari insiden siber tidak hanya dampak finansial langsung dari pembayaran tebusan. Biaya signifikan dengan upaya pemulihan, dapat melebihi jumlah tebusan awal. Meski organisasi memilih untuk membayar, tambah Edwin, tidak ada jaminan data akan sepenuhnya dipulihkan. Ketidakpastian ini menambah lapisan risiko lain dalam proses pengambilan keputusan selama insiden siber,” tegasnya.

Baca juga: Bank BTN Gandeng BSSN Maksimalkan Keamanan Transaksi Digital 

Pemulihan dari insiden siber sering kali memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan. Edwin menyebutkan 50 persen organisasi melaporkan waktu pemulihan melebihi satu bulan, dengan beberapa kasus mungkin memakan waktu jauh lebih lama. Keterlambatan ini dapat berdampak serius pada operasi bisnis dan reputasi.

“AI dapat menganalisis sejumlah besar data dengan cepat, membantu organisasi mengidentifikasi dan merespons ancaman dengan lebih efektif. Penting sekali mengintegrasikan AI ke dalam strategi keamanan untuk tetap unggul dari para penjahat siber.”

Kejahatan siber makin kolaboratif dan terstruktur, dengan banyak aktor terlibat dalam mengoordinasikan serangan. Kompleksitas ini memerlukan kerangka keamanan kuat dapat beradaptasi dengan ancaman terus berkembang. “Perlunya kesadaran publik yang lebih besar mengenai keamanan siber. Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan untuk memberdayakan individu dan organisasi dalam mengenali dan mengurangi potensi ancaman,” tutupnya. (abg)

Tags: Ancaman SiberBerbasis AIEdisi 2025FortinetMengerikan

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Superbrands Indonesia kembali memberikan apresiasi kepada merek-merek unggulan melalui ajang Gala Award Superbrands Indonesia’s Choice 2026 yang digelar di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (25/9/2026)
Headline Ekonomi

Superbrands Indonesia Apresiasi 64 Merek dalam Gala Award 2026

2026/09/27
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Ikuti Jejak CEO, Pengendali Ini Borong 1,93 Juta Saham Arkadia Belasan Juta Rupiah

Ikuti Jejak CEO, Pengendali Ini Borong 1,93 Juta Saham Arkadia Belasan Juta Rupiah

13 Januari 2024 16:27
IHSG

Global Memburuk, IHSG Terancam Jalani Zona Merah

30 Agustus 2022 06:27
Bulog

Abaikan Isu Harga, Bulog Konsisten Serap Beras Petani

7 Juli 2021 10:27
NFC Indonesia

NFC Indonesia Perkuat Modal Anak Usaha Rp10,5 Miliar

15 September 2021 13:30
Japfa Comfeed

Jual 7,36 Juta Saham Treasuri, Japfa Comfeed Tunjuk Bahana Sekuritas

16 Juli 2023 11:27
Erajaya

Distributor iPhone, Erajaya Siapkan Dana Buyback Rp300 Miliar

8 September 2022 21:30
Adaro

Tergerus 36 Persen, Laba Adaro Tersisa USD1,21 Miliar

2 November 2023 20:57
Bank Panin

Rekayasa Pajak Bengkak Jadi Rp1,3 Triliun, Simak Penjelasan Bank Panin

29 November 2021 15:27
Jennie Blackpink dan V BTS

Berikut Tanggapan YG Entertainment Kencan Jennie Blackpink dan V BTS

23 Mei 2022 16:30
Ilustrasi.

Pakar Ingatkan Pentingnya Menerapkan Keamanan Siber

17 Juli 2022 10:07

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu