• Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Pelesiran Orang Kaya

abu by abu
29 Juni 2023 05:27
Pelesiran Orang Kaya
Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – INILAH cara mati yang paling tidak sakit. Tapi mahal. Perlu punya uang Rp 5 miliar. Yakni untuk membeli tiket naik kapal selam dan kapal itu harus meledak di kedalaman laut hampir 4.000 meter. Seperti yang dialami si kaya dari Pakistan ini:  Shahzada Dawood. Umurnya baru 48 tahun. Di Hari Ayah 19 Maret lalu muncul keinginan di konglomerat ini untuk liburan bersama istri. Satu bulan. Hari itu ia mendaftar untuk ikut tur naik kapal selam mini di dekat Amerika. 

Ia mengajak serta sang istri: Christine Dawood. Ia pun membayar uang di muka: Rp 4 miliar. Berarti Rp 8 miliar berdua. Anak sulungnya, Suleman Dawood mendengar itu. Suleman berumur 19 tahun. Ia sangat ingin ikut serta. Soal uang tidak ada masalah. Tapi tur kapal selam itu terbatas. Isinya hanya bisa untuk lima orang turis. Sudah ada Hamish Harding, Paul-Henri Nargeolet, dan bos perusahaan tur itu sendiri, Stockton Rush. Tapi Suleman ngebet banget ingin ikut. 

Akhirnya sang ibu –inilah hebatnya Anda sebagai seorang ibu– mengalah. Jatahnyi diberikan ke sang anak –keluarga ini hanya punya dua anak. Dawood pemilik industri kimia Hercules Inc. Dinamakan Hercules karena ia patungan dengan perusahaan Amerika: Hercules Incorporated. Dawood memproduksi pupuk kimia. Lalu punya perusahaan pembangkit listrik yang sangat besar: 3.000 MW. Ayah-anak ini pun berangkat dari rumah mereka yang di London. 

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

Baca juga: Tentara Makan Tuan

Dawood memang punya 3 kewarganegaraan: Pakistan, Inggris, dan Malta. Dawood dan anak terbang ke Kanada. Ke satu pulau paling timur di negara itu. St John’s Newfoundland. Di bibir lautan Atlantik. Pulau ini tidak jauh dari daratan Kanada. Hanya dipisahkan oleh selat sempit yang Anda sudah tahu namanya: Selat Lawrence. Dari pelabuhan Newfoundland ini lima turis naik kapal selam kecil bernama Titan. Kapal selam turis itu milik perusahaan Ocean Gate: Jendela Lautan.

Kapal Titan pun meninggalkan pelabuhan. Berangkat. Tujuannya, Anda juga sudah tahu: ke tengah samudera Atlantik. Ke lokasi tenggelamnya kapal raksasa (kala itu) Titanic. Anda masih ingat kapan itu terjadi: tahun 1912, tahun lahirnya Muhammadiyah. Lokasi yang dituju itu sekitar 700 Km di arah tenggara pelabuhan Newfoundland. Dengan kecepatan Titan 5 kilo meter (Km) per jam, mestinya perlu 4 hari untuk sampai. Tidak akan bosan. Sesekali kapal itu bisa berlayar di dalam laut. 

Seperti kapal selam. Lima penumpangnya bisa melihat biota di dalam laut. Ada jendela kapal untuk melihat keindahan laut dalam. Ketika pelayaran sampai di sekitar Titanic, Titan pun mulai menyelam dalam. Seorang penumpang, pebisnis yang ahli penyelidikan laut dalam, Hamish Harding, posting ke sosmed: jendela cuaca baru saja dibuka. Maksudnya: cuaca baru saja membaik sehingga Titan berani mulai menyelam. Hari-hari itu memang ada peringatan ke seluruh dunia maritim. 

Baca juga: Globalisasi Nasi Bungkus

Cuaca di atlantik utara sangat buruk. Yang terburuk dalam 40 tahun terakhir. Setelah Titan menyelam 1 jam lebih 47 menit, kapal pasangannya mengambang di atas laut kehilangan jejak. Titan menghilang dari radarnya. Harusnya Titan sudah sampai ke lokasi: reruntuhan Kapal Titanic di dasar laut. Di kedalaman 3.800 meter. Di situ onggokan Titanic terbelah dua. Jarak antar onggokan sekitar 500 meter. Titanic, Anda sudah tahu: berangkat dari pelabuhan Southampton, Inggris selatan. 

Tujuannya: New York. Titanic kapal baru. Tercanggih saat itu. Satu-satunya kapal yang bisa menempuh jarak sejauh itu. Titanic mengangkut sekitar 2.200 orang. Tepatnya saya tidak tahu: saya bukan salah satunya. Di pelayaran pertamanya, di lokasi itu, Titanic menabrak gunung es. Halangan itu sebenarnya sudah diketahui. Tapi kapten kapal yakin Titanic terlalu kuat menghadapi sekadar gunung es. Selebihnya Anda sudah nonton filmnya. Turis dalam Titan itu juga sudah nonton film Titanic. 

Tapi mereka ingin melihat sendiri onggokan Titanic di dasar laut itu. Pemandangan itu, langka. Hanya orang kaya bisa melihatnya. Dawood dan anaknya ingin jadi orang pertama dari negara dunia ketiga yang bisa melihatnya. Gagal. Kapal selam Titan tiba-tiba kehilangan kontak dengan kapal pasangannya yang mengambang di atas laut. Titan hanya bisa menyelam kalau ada dukungan komunikasi dari kapal di atas laut. Itu sebabnya Titan hanya bisa disebut submersible marine.

Baca juga: Bulan Bung Kusno  

Tidak bisa disebut submarine (kapal selam). Submarine punya semua fasilitas untuk menyelam sendiri. Titan tidak. Hilang kontak itu bukan karena alat komunikasi rusak. Titan rusak sendiri –rusak secara keseluruhan. Meledak di dalam laut. Kata ”meledak” itu sebenarnya juga tidak cocok. Belum ada bahasa Indonesia untuk mengartikan implode. Tepatnya Titan itu penyet sepenyet-penyetnya sampai hancur. Seperti cabai Anda taruh di panai batu, lalu cabai itu Anda hantam dengan ulek-ulek batu.

Di dalam laut itu, kian dalam, kian besar tekanannya. Saking kuatnya tekanan itu, kapal selam yang terbuat dari baja khusus pun bisa bernasib mirip dengan cabai di atas panai. Tentu ada yang salah dengan desain atau pilihan material Titan. Tapi Stockton Rush, bos Titan, pernah mengatakan ”sistem keamanannya sudah dibuat jauh melebihi standar”. Tentu kita harus menunggu hasil penyelidikan tim, untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Memang ada yang mengkritik Rush terlalu berani. Ia pernah mengatakan keamanan berlebihan itu sebenarnya mubazir. “Kalau hanya mau aman, tidur saja terus di kasur”, katanya kepada media di sana. Para jemaah haji tahun ini juga tidak takut dengan suhu sampai 49 derajat Celsius. Memang ada yang bilang sampai seperti di neraka, tapi tidak ada yang membatalkan haji karena takut panas. Rush sendiri bukan penakut. 

Baca juga: Gratis! Mau Nyoba?

Ia sudah berkali-kali ikut Titan menyelam sampai ke lokasi Titanic. Titan sudah 12 kali membawa turis ke situ. Tidak ada masalah. Baru ke-13 menemui takdir buruknya. Rush sendiri seorang petualang. Pun dua orang kulit putih lainnya. Mereka orang yang sudah sering menyelam. Bahkan sudah ke kutub selatan. Rush sudah kaya raya sejak dari kakeknya. Di masa kecilnya pun mimpinya sudah mimpi cucu orang kaya: ingin jadi orang pertama yang sampai ke planet Mars.

Umur 12 tahun Rush sudah jadi penyelam. Umur 18 tahun sudah jadi pilot pesawat komersial. Lalu bekerja di pabrik mesin pesawat McDonnell Douglas. Ia menjadi orang yang bertanggung jawab atas mesin pesawat tempur F-15 Eagle saat dilakukan test terbang. Rush hanya gagal masuk militer karena ada masalah ketika tes mata. Rush umur 62 tahun. Punya 2 anak. Istrinya juga istimewa: Wendy Weil. Dia cicit pasangan Isidor dan Ida Blun Straus yang Anda juga sudah kenal. 

Suami istri itu meninggal sebagai salah satu korban tenggelamnya kapal Titanic. Rush kini meninggal. Sisi baiknya: gugatan hukum pada dirinya dicabut. Ia digugat seorang turis yang dibatalkan ikut Titan. Sang turis mungkin malu sudah telanjur syukuran para tetangga. Tapi karena Rush meninggal gugatan dicabut. Sebenarnya Rush tidak bisa disebut meninggal. Meninggal adalah peristiwa ketika nyawa dicabut dari jasad. Saya membaca berbagai tulisan di sekitar meledaknya Titan ini.

Baca juga: Cingbing Gusdurian 

Yang paling menarik proses kematian orang-orang kaya di dalam Titan itu: ketika Titan implode, mereka bukan lagi mati. Mereka langsung jadi jus. Cairan jus itu langsung tercampur dengan air dingin 0 derajat di dalam laut. Hebatnya: mereka tidak mengalami rasa sakit sedikit pun. Rasa sakit itu terjadi karena otak kita mendapat kiriman rasa sakit itu dari tempat lain di badan kita. Misalkan jempol kaki Anda kejatuhan ulek-ulek batu.

Maka jempol itu akan mengirim rasa sakit ke otak. Begitu sampai di otak barulah rasa sakit itu terasa. Perjalanan rasa sakit dari jempol kaki ke otak itu memerlukan waktu 0,1 detik. Tapi ledakan akibat tekanan laut sedalam 3.800 meter itu terjadi dalam waktu 0,05 detik. Maka perjalanan sakit akibat ledakan itu belum sampai ke otak ketika otak mereka sudah jadi jus. Alangkah enaknya mati dengan cara ini. (Dahlan Iskan)

 

Tags: Bangkai KapaldiswayMata ala Orang KayameledakOceangateOrang PertamaPelesiranRongsokanTitanic

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17
SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Ekonomi

SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”

2026/09/04

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

covid-19

Astaga! Warga Indonesia Terserang COVID-19 Tembus 2.5 Juta Orang

12 Juli 2021 18:45
Bank Ina

Bank Ina Akselerasi Layanan Digital Banking

17 Juni 2021 10:07
rupiah

Nilai Tukar Rupiah Menguat 8 Poin

4 Oktober 2021 09:30
Tongkrongan Ramadhan

Tongkrongan Ramadhan Masuk Season 2

1 Mei 2021 11:58
Bandara Soetta

Simak! ini Aturan Terbaru Perjalanan Luar Negeri Angkasa Pura II

10 Juli 2022 21:06
KISI Challenge Sukses, Nasabah Bawa Pulang BYD Denza D9 dan Hermès Birkin 25

KISI Challenge Sukses, Nasabah Bawa Pulang BYD Denza D9 dan Hermès Birkin 25

28 Februari 2026 13:27
Periksa! Berikut Jadwal Dividen Astra Graphia Rp63 Miliar 

Periksa! Berikut Jadwal Dividen Astra Graphia Rp63 Miliar 

29 April 2024 01:00
Maharaksa Energi

Lego 29 Juta Helai, Pengendali Maharaksa Energi Raup Rp18,85 Miliar 

6 September 2022 07:30
Dee Snider, penyanyi utama Twisted Sister benar-benar siap dengan rekaman hit 1984-nya "We're Not Gonna Take It," yang digunakan oleh Ukraina di tengah invasi Rusia - dan dia mengatakan hal itu dalam sebuah posting Twitter pada hari Sabtu. (Foto oleh Katja Ogrin)

Dee Snider Menyetujui Penggunaan single ‘We’re Not Gonna Take It’ oleh Ukraina di Tengah Invasi Rusia

1 Maret 2022 10:34
Kimia Farma

Tambah Modal, Kimia Farma Geber Right Issue 2,78 Miliar Helai

8 September 2022 17:00

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu