indoposnews.co.od – XL Axiata (EXCL) sepanjang 2022 mencatat laba bersih Rp1,10 triliun. Merosot 14 persen dari periode sama 2021 sejumlah Rp1,28 triliun. Laba per saham dasar menjad Rp105 dari Rp121 per lembar.
Pendapatan Rp29,14 triliun, melejit 8,93 persen dari edisi sama 2021 sejumlah Rp26,75 triliun. Beban penyusutan Rp10,56 triliun, bengkak dari Rp9,95 triliun. Beban infrastruktur Rp7,73 triliun, susut dari Rp7,98 triliun. Beban interkoneksi, dan beban langsung lainnya Rp2,87 triliun, bengkak dari Rp1,53 triliun.
Baca juga: Maksimalkan Serat Optik Jalur Kereta, XL Axiata Gandeng Surge
Beban penjualan dan pemasaran Rp2,61 triliun, naik dari Rp2,56 triliun. Beban gaji, dan kesejahteraan karyawan Rp1,32 triliun, bengkak dari Rp1,07 triliun. Beban umum dan administrasi Rp352 miliar naik dari Rp298 miliar, beban amortisasi Rp7,56 miliar dari nihil, Kerugian selisih kurs bersih Rp61,29 miliar dari Rp9,5 miliar, keuntungan dari penjualan dan sewa balik Rp446 miliar dari Rp419 miliar. Lain-lain Rp28 miliar dari Rp230 miliar. Total beban Rp25,12 triliun, menanjak 10 persen dari periode sama 2021 sebesar Rp22,76 triliun.
Biaya keuangan Rp2,77 triliun, bengkak dari periode sama 2021 sejumlah Rp2,37 triliun. Penghasilan keuangan Rp111,71 miliar, melesat dari posisi sama 2021 sebesar Rp87,71 miliar. Bagian atas laba bersih dari entitas asosiasi Rp3,83 miliar, turun dari periode sama 2021 sebesar Rp8,60 miliar.
Baca juga: Eksekusi Right Issue, Axiata Investment Suntik Modal XL Axiata Rp3,07 Triliun
Laba sebelum pajak penghasilan Rp1,35 triliun, menukik 20 persen dari periode sama 2021 sejumlah Rp1,70 triliun. Beban pajak penghasilan Rp231,84 miliar, susut 44 persen dari episode sama 2021 sebesar Rp419,73 miliar. Laba tahun berjalan Rp1,12 triliun, melorot 12 persen dari edisi sama 2021 sejumlah Rp1,28 triliun.
Total ekuitas Rp25,77 triliun, melambung 28 persen dari akhir 2021 sebesar Rp20,08 triliun. Jumlah liabilitas Rp61,5 triliun, melejit 16 persen dari akhir 2021 sebesar Rp52,67 triliun. Jumlah aset Rp87,27 triliun, meroket 19 persen dari episode akhir 2021 senilai Rp72,75 triliun. (abg)


























