• Redaksi
Rabu, Januari 21, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mirae Asset Optimistis Industri Reksa Dana Lebih Cepat Tembus Rp1.000 Triliun

abu by abu
9 Februari 2023 15:27
Mirae Asset

Mirae Asset Sekuritas Indonesia. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia optimistis industri reksa dana pasar modal tumbuh pesat. Tiga tahun mendatang dana kelolaan tembus Rp1.000 triliun. Bahkan, digadang-gadang lebih cepat lagi. 

Ada dua faktor utama pendorong pertumbuhan industri reksa dana. Pertama inovasi teknologi informasi alias information technology (IT) dari pelaku pasar modal dengan bertumbuhnya industri fintech. Lalu, kedua kondisi masyarakat makin melek teknologi usai pandemi. ”Jadi, pada 2027 industri reksa dana Rp1.000 triliun,” tutur M. Arief Maulana, Head of Wealth Management Mirae Asset, dalam Media Day by Mirae Asset, 7 Februari 2023. 

Baca juga: Dongkrak Literasi Pasar Modal, Tengok Berikut Jurus Mirae Asset Sekuritas Indonesia 

Baca Juga

Rebranding e’Batarapos, BTN Target Dana Murah Rp5 Triliun

Simak! Ini Jadwal Saham Bonus Jaya Makmur Rp525,36 Miliar

Lagi! UBS Buang 289,62 Juta Grup Bakrie (BUMI)

Obligasi Chandra Asri Kantongi Rating idAA-

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, tahun lalu dana kelolaan industri reksa dana Rp 504 triliun. Itu dari 2.120 produk reksa dana dikelola 96 manajer investasi sejak reksadana pertama Indonesia terbit pada 1995. OJK mematok dana kelolaan itu tumbuh menjadi Rp1.000 triliun pada 2027. 

Salah satu pendukung pertumbuhan industri reksa dana agen penjual. Di mana, Mirae Asset salah satu Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) berlisensi OJK yang memasarkan reksa dana terpilih dari sekitar 30 manajer investasi rekanan. Mirae Asset optimistis asset under administration (AUA) reksa dana tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan industri yang mencatat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) 10 persen 10 tahun terakhir. 

Baca juga: Mirae Asset Gondol Asiamoney Best Retail Brokerage 2022, Intip Ini Pemantiknya

Tahun lalu, AUA Mirae Asset tumbuh 100 persen menjadi Rp1 triliun dari Rp500 miliar. ”Tahun ini, kami optimistis pertumbuhan AUA dua kali lebih tinggi dari pertumbuhan tahunan industri mengingat dana kelolaan industri reksa dana justru turun tahun lalu. Kami meyakini pertumbuhan itu, dapat tercapai karena dukungan dua keunggulan, yaitu segmen ritel, dan inovasi digital Mirae Asset,” ulas Arief. 

Dukungan inovasi digital Mirae Asset memungkinkan tersedianya aplikasi NAVI untuk investor ritel, dan NAVI Corporate melalui situs https://fundcorporate.miraeasset.co.id/ untuk investor korporasi, dan institusi. Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, dia menyarankan investor menggunakan strategi alokasi aset (asset allocation) menghadapi ketidakpastian pasar keuangan, baik nasabah retail maupun korporasi. 

Baca juga: Melejit 100 Persen, Pembelian Reksa Dana via NAVI Mirae Asset Sekuritas Sentuh Rp1 Triliun

Salah satu tujuan menggunakan strategi asset allocation yaitu membagi investasi dalam beberapa instrumen berbeda sehingga mendapat manfaat diversifikasi risiko lebih baik. Salah satu instrumen lebih stabil ketika ekonomi global sedang berada pada tren pengetatan kebijakan moneter yaitu reksa dana pasar uang. 

Keunggulan reksa dana pasar uang dibanding instrumen pasar uang lain, adanya insentif pajak, tidak ada fee beli-jual, portofolio terdiversifikasi, likuid karena penarikan dana bisa setiap waktu, dan nilai minimal investasi rendah. Dalam reksa dana pasar uang, ada instrumen tabungan, deposito, dan efek utang bertenor kurang dari 1 tahun. 

Baca juga: Ekonomi 2023 Dukung Pasar, Mirae Asset Sekuritas Ramal IHSG Jejak 7.880

Untuk nasabah korporasi dan institusi, lanjut Arief, Mirae Asset memiliki NAVI Corporate sebagai solusi manajemen keuangan (cash management) dengan fitur-fitur unggulan. Fitur itu seperti pembukaan akun online (online opening account), pembelian online (online subscription), layanan micro webinar, market update rutin dari tim riset, dan pendampingan relationship manager didukung mutual fund counsellor. ”Saat ini, kami sarankan investor korporasi, dan institusi melakukan asset allocation sebagian besar portofolio ke reksa dana pasar uang,” sarannya. 

Mengenai kondisi ekonomi saat ini, Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset, menilai inflasi global, dan nasional dapat terjaga. The Fed Amerika Serikat (AS), dan Bank Indonesia (BI) menunjukkan sinyal menahan suku bunga. Dengan iklim lebih kondusif itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai stabil menguat sejak awal tahun diprediksi melanjutkan penguatan. 

Baca juga: Kompetisi Trading Saham Lanjut, Mirae Asset Sekuritas Luncurkan HOTS Championship X

”Secara teknikal, indikator stochastic, dan RSI masih positif membuat prediksi IHSG konsolidasi bullish dengan rentang pergerakan 6.816-7.000 sepanjang Februari. Nah, dari 6 sektor masih underperform indeks, sektor berpotensi besar outperform IHSG yaitu keuangan, dan barang konsumsi cyclical,” ucap Nafan. 

Kondisi ekonomi tahun ini masih akan positif bagi sektor otomotif, dan telekomunikasi dibanding sektor lain. Untuk sektor telekomunikasi, belanja komunikasi, dan data masyarakat akan bertumbuh pada tahun pemilu, dan masa persiapan seperti sekarang, dengan pilihan utama Telkom (TLKM) trading buy, take profit (TP) Rp4.500. 

Baca juga: Mendapat Respons Positif, Kanal Youtube Mirae Asset Sekuritas Tembus 100 Ribu Subscribers

”Sektor otomotif, tahun politik biasanya memicu peningkatan mobilisasi masyarakat, ditambah potensi adanya insentif rencana pemberian subsidi dari pemerintah bagi motor, dan mobil listrik membuat sektor tersebut dapat menjadi pilihan di tengah tahun politik, dan ancaman inflasi,” tegas Robertus Hardy, Senior Research Analyst Mirae Asset. (abg)

 

Tags: Dua Faktor UtamaindustriInovasi TeknologiLebih CepatMelek DigitalMirae AssetReksa DanaRp1.000 TriliunTumbuh Pesat

Berita Terkait

Rebranding e’Batarapos, BTN Target Dana Murah Rp5 Triliun
Ekonomi

Rebranding e’Batarapos, BTN Target Dana Murah Rp5 Triliun

2026/01/11
Simak! Ini Jadwal Saham Bonus Jaya Makmur Rp525,36 Miliar
Ekonomi

Simak! Ini Jadwal Saham Bonus Jaya Makmur Rp525,36 Miliar

2026/01/11
Lagi! UBS Buang 289,62 Juta Grup Bakrie (BUMI)
Ekonomi

Lagi! UBS Buang 289,62 Juta Grup Bakrie (BUMI)

2026/01/11
Obligasi Chandra Asri Kantongi Rating idAA-
Ekonomi

Obligasi Chandra Asri Kantongi Rating idAA-

2026/01/11
Antam Habiskan Biaya Eksplorasi Rp245,76 Miliar
Ekonomi

Antam Habiskan Biaya Eksplorasi Rp245,76 Miliar

2026/01/11
Perkuat Formasi, BTN Tambah Komisaris Baru
Ekonomi

Perkuat Formasi, BTN Tambah Komisaris Baru

2026/01/07

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06
Allo Bank

Gemar Transaksi, Ali Gunawan Koleksi 7,95 Juta Saham Bank Milik Chairul Tanjung

2 Februari 2022 18:27

Pilihan Redaksi

Personel gabungan mengikuti apel pengamanan Idul Adha di Silang Monas, Jakarta, Senin (19/7/2021)

3.385 Personel Gabungan Amankan Demo

24 Juli 2021 13:35
BEI Kulik MTN USD2 Juta, Ini Penjelasan Jaya Swarasa 

BEI Kulik MTN USD2 Juta, Ini Penjelasan Jaya Swarasa 

11 Februari 2024 06:27
KLBF

Naik 11 Persen, Kalbe Farma Raup Laba Rp957 Miliar

8 Mei 2024 06:27
ealme 9 Pro+.

Realme Luncurkan Seri Ponsel 9 Pro

11 Februari 2022 10:01
Bank BRI

Hari Ini, Bank BRI Transfer Kas Negara dengan Dividen Rp14 Triliun 

1 April 2022 20:00
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad.

Lakukan Pemerasan Tiga Wartawan Ditetapkan jadi Tersangka

20 Agustus 2022 21:42
traveling

5 Kota Menarik di Indonesia yang Bisa Jadi Pilihan Citycation

25 Agustus 2021 21:12
Ketua Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (foto : indoposnews/ANTARA FOTO)

AHY Buka Peluang Koalisi Menuju Pilpres 2024

20 April 2022 22:17
Pesawat-pesawat China Eastern Airlines dan Shanghai Airlines terlihat di Bandara Internasional Hongqiao di Shanghai, China, di tengah wabah COVID-19, 4 Juni 2020.

Pesawat Komersial Milik Maskapai China Eastern Airlines Jatuh

21 Maret 2022 16:03 - Updated on 22 Maret 2022 19:38
Jokowi Effect

Meradang! Jokowi Perintahkan BPOM Tarik Seluruh Obat Penyebab Gagal Ginjal Akut

24 Oktober 2022 21:27

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu