• Redaksi
Rabu, April 22, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Karena Kesel

abu by abu
8 Desember 2022 05:27
Bayu SKak

Film garapan Bayu SKak

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – UNTUNG ketika itu Universitas Negeri Malang membuka jurusan animasi. “Saya mahasiswa pertama ketika jurusan itu dibuka,” ujar anak muda yang Anda sudah kenal ini: Bayu Skak. Saya satu pesawat dengan Bayu Selasa sore kemarin. Lagi sama-sama kesel: pesawat jurusan Juanda-Halim ini delay dua jam. Kami sudah di dalam pesawat. Tapi tidak kunjung ada tanda berangkat. Akhirnya kami tahu kenapa. 

”Cuaca di Halim lagi buruk. Jarak pandang terbatas. Kami diminta jangan terbang dulu,” ujar pengumuman dari kapten pilot. Lega. Hanya perlu menunggu cuaca membaik. Saya pindah ke kursi kosong di sebelah Bayu. Bisa buang waktu sambil ngobrol. Sekalian saya bisa menulis tentang anak muda hebat ini. Kebetulan saya dan ia satu ideologi: pro-otonomi, dan pro desentralisasi. Bayu ternyata tipe anak yang teguh: film buatannya harus pakai bahasa Jawa. 

Krunya pun harus setidaknya 50 persen orang lokal. Pemain filmnya lebih gila lagi: harus 90 persen orang setempat. Yang dimaksud orang lokal adalah Jatim. Terutama Surabaya. Lebih utama lagi adalah Malang: kota kelahirannya. Bayu menolak keinginan investor agar yang main film adalah pegiat medsos tertentu. Yakni yang punya follower minimal 10 ribu. Bayu berprinsip siapa pun bisa jadi pelakon: yang penting kualitas aktingnya. 

Baca Juga

Kementerian Desa Perkuat Kolaborasi CSR Bersama ISSF untuk Percepatan Pembangunan Desa

Solutif, eufy Hadirkan Pompa ASI Handsfree dengan Teknologi HeatFlow™

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

Verse Lite Hotel Gajah Mada Raih Agoda Golden Circle Awards

Baca juga: Tuhan Duit

Berkat keteguhan Bayu itu lahirlah film layar lebar Yowis Ben (Biarin). Full bahasa Jawa. Jawa Timuran. Yang ternyata laris. Sampai ada Yowis Ben 2, Yowis Ben 3, dan Yowis Ben 4. Bahkan penonton bisa dibilang ketagihan. Maka muncullah film baru yang Anda pasti sudah menontonnya: Lara Ati (baca: loro ati, Sakit Hati). Bayu sendiri menjadi sutradara. Juga penulis skenarionya. Pun bintang film utamanya. Suatu ketika Bayu datang ke produser. 

Ia menyodorkan skenario. Begitu dilihat berbahasa Jawa, skenario itu diempaskan: ditolak. Bayu datang ke PH lain. Nasibnya sama. Sampai 4 PH masih belum juga diterima. Kisah sukses sering diawali dengan penolakan-penolakan seperti itu. Pun ketika akhirnya ada yang mau menerima. Semata demi nama besar Bayu di YouTube. Syuting pun segera dimulai. Di Malang. Kru dari Jakarta tiba di Malang. Pimpinan produksi itu tiba-tiba mengatakan: 

“Bayu, saya tidak pede dengan film berbahasa Jawa ini. Ganti saja dengan bahasa Indonesia”. Bayu tidak mau menjawab permintaan mendadak itu. Ia bergegas ke Jakarta: menemui bos rumah produksi. ”Saya pertaruhkan nama saya. Saya tetap minta berbahasa Jawa,” katanya. Bayu sampai memberikan garansi: kalau penontonnya kurang dari 500 ribu nggak usah dibayar. ”Saya minta jaminan saya itu dimasukkan dalam kontrak.

Baca juga: Jawara Kopi 

Saya siap menandatanganinya, ujar Bayu kepada bos itu seperti dikutipkan untuk Disway. Ternyata Bayu benar. Penonton Yowis Ben itu di atas 1 juta orang. Dari kenyataan itulah lahir Yowis Ben berikutnya. Lara Ati tidak perlu mengulangi drama Yowis Ben. Langsung sukses. Penayangan di layar lebar baru saja selesai. Pindah ke Netflix. Berhasil jadi peringkat pertama. Waktu Yowis Ben diputar di festival di Los Angeles, Bayu kaget. 

”Penonton bule juga pada tertawa. Berarti bisa diterima di sana,” katanya. Di sana film itu disertai teks bahasa Inggris. Bayu punya logika kuat. ”Kita kan biasa nonton film berbahasa Inggris atau Korea. Apa bedanya dengan bahasa Jawa. Kan ada teks Indonesianya,” ujar Bayu. Sukses Yowis Ben dan Lara Ati itu memberikan pelajaran berharga bagi Bayu. ”Berarti sekarang sudah bisa lahir film berbahasa Sunda dan Batak,” ujarnya.

Bayu anak seorang alumni SMK yang kini bekerja di Freeport, Papua. Sudah 30 tahun ayahnya bekerja di sana. Sesekali sang ayah dapat liburan untuk berkumpul dengan istrinya yang membesarkan anak di Malang. Usia Bayu kini 29 tahun. Bayu masih punya satu adik perempuan: baru saja lulus kuliah. Sejak kecil Bayu suka menggambar animasi. Ia sendiri suka menonton film animasi. ”Begitu UM membuka jurusan animasi saya mendaftar,” katanya.

Baca juga: Tiada Musuh Abadi 

Di situlah Bayu mengenal ilmu animasi. Juga ilmu penggunaan kamera. Tahun 2009, Bayu mulai membuat video pendek: Wong Edan (orang gila). Teman-temannya ia minta berakting seperti orang gila. Lucu-lucu. Itulah video pertama yang ia unggah ke YouTube. Tanpa memikirkan apakah ada hasil uangnya. Lalu bikin video lagi: Valentine Dancuk. Isinya: kekesalan para jomblo di hari Valentine. Diunggah lagi. Disenangi. Jadilah Bayu YouTuber. 

Punya banyak penggemar. Video pertama dan kedua itu ia abadikan dengan HP Sony Ericson. Milik temannya. HP milik Bayu sendiri merek Nokia. Tidak ada kameranya. Bayu dan teman-temannya itu awalnya hanya main-main. Sering iseng. Mereka adalah sekelompok pertemanan yang sedang kesel. Maka nama Bayu pun menjadi Bayu Skak (Sekelompok Anak Kesel). Nama itu mengalahkan nama aslinya: Bayu Eko Moektito.

Tahun 2013 mulailah Bayu tahu: dari YouTube bisa mendapat uang. Maka ia tambah rajin membuat video dan mengunggahnya. Bayu juga sempat bekerja di JTV –yang pemilik lamanya Anda sudah tahu. Satu tahun di JTV, Bayu punya program siaran sendiri. “Saya sering lihat pak Dahlan rapat. Tapi takut mendekat,” guraunya. TV-TV nasional pun mengejar Bayu. Tapi ia tidak tergoda untuk larut jadi orang Jakarta. Ia ingin tetap berakar di daerah. 

Baca juga: Perang Terbuka

Lalu memperjuangkan daerah. Termasuk ingin menciptakan banyak kesempatan bagi anak-anak muda daerah. ”Masak orang daerah terus jadi penonton. Kalau lagi ada syuting di daerah, mereka hanya jadi horee-man,” ujarnya. “Tidak boleh lagi seperti itu,” tambahnya. Bayu berhasil jadi pahlawan untuk itu. Pahlawan perjuangan harga diri orang daerah. Hasilnya: kini Bayu tidak sulit lagi cari pemeran yang bisa berbahasa Jawa.

Tidak lagi seperti di Lara Ati. Waktu itu Bayu harus mengajari pemain utama wanita berbahasa Jawa. Sampai satu bulan lamanya. ”Sebulan penuh saya harus terus ngomong Jawa dengan dia,” ujar Bayu. Yang ia maksud adalah Tatjana Saphira yang memerankan Si Ayu. Tatjana campuran Indonesia-Jerman. Tidak bisa berbahasa Jawa. Pun sesudah sebulan didril oleh Bayu. Tetap saja bahasa Jawanya tidak sempurna. Maka Bayu mencari akal. 

Dalam cerita itu dibuatlah Ayu dulu sekolah SD di Surabaya. Lalu sekolah ke Jerman sampai tinggal di sana puluhan tahun. ”Dengan demikian penonton bisa memaklumi kalau logat Ayu kurang sempurna,” ujar Bayu. Saya bisa menerima itu. Justru di situ menariknya. Lebih lucu. Toh ini film komedi.

Baca juga: Alvin Kuya

Suatu kali Bayu harus mengajari 19 orang pemeran film  belum bisa berbahasa Jawa. Sulit tapi ia lakukan. Saking kuatnya keinginan bahasa Jawa bisa hidup di era globalisasi.

Bayu juga membuat serial animasi. Sudah 22 seri. Sudah ditayangkan di ANTV. Ia sudah mulai mengerjakan sesi berikutnya. Lihatlah animasinya. Tentang ayam di asrama mereka. Tingkahnya aneh-aneh. Terutama ketika ada seekor ayam bercita-cita ingin jadi rocker. Lucu sekali. Bayu masih jomblo. Ia sudah membuat sejarah di dunia film. Industri kreatif mendukungnya untuk terus membuat sejarah baru. Itulah sebabnya ia tidak mau hanya fokus di YouTube. 

“Untuk menghasilkan uang sih harus di YouTube. Tapi saya tidak akan bisa menghasilkan langkah-langkah besar,” katanya. “Di YouTube saya hanya akan muter-muter di situ saja,” tambahnya. Banyak anak muda ingin sukses jadi YouTuber. Ternyata Bayu sudah di tahap gelisah dengan kesuksesannya. Setelah satu jam asyik mengobrol bunyi ting-tong keluar dari sound system. Pesawat sudah diperbolehkan terbang. Saya pun pindah ke kursi saya yang asal. Hari sudah gelap. Apalagi mendung di atas Juanda juga tebal. (Dahlan Iskan)

 

Tags: Bayu SKakBikin FilmDunia KreatifEksistensiKeselKhusus Bahasa JawaUMyoutuber

Berita Terkait

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bersama ISSF menggelar kegiatan CSR (Istimewa )
Nasional

Kementerian Desa Perkuat Kolaborasi CSR Bersama ISSF untuk Percepatan Pembangunan Desa

2026/04/22
Solutif, eufy Hadirkan Pompa ASI Handsfree dengan Teknologi HeatFlow™
Ekonomi

Solutif, eufy Hadirkan Pompa ASI Handsfree dengan Teknologi HeatFlow™

2026/04/21
Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei
Ekonomi

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

2026/04/18
istimewa
Ekonomi

Verse Lite Hotel Gajah Mada Raih Agoda Golden Circle Awards

2026/04/17
Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026
Ekonomi

Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026

2026/04/12
Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun
Ekonomi

Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun

2026/04/10

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06
Allo Bank

Gemar Transaksi, Ali Gunawan Koleksi 7,95 Juta Saham Bank Milik Chairul Tanjung

2 Februari 2022 18:27

Pilihan Redaksi

Kinerja Moncer, Summarecon Agung Gulirkan Dividen Rp115 Miliar

Melejit 22 Persen, Summarecon Raup Laba Bersih Rp765 Miliar

20 Maret 2024 21:27
Lanjut! GPF Kembali Buang 89,42 Juta Saham Goto Group

Lanjut! GPF Kembali Buang 89,42 Juta Saham Goto Group

25 Januari 2024 00:27
Surya Esa Perkasa

Lego 183,47 Juta Saham Surya Esa Perkasa, Tiga Bapak Ini Raup Rp252,97 Miliar

20 April 2022 18:00
Central Omega

Dapat Dukungan Investor! Central Omega Kebut Proyek Smelter Hidrometalurgi

11 Juli 2023 10:27
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB akan melakukan right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang masa perdagangannya mulai pada 9-16 Maret 2022.

Bank BJB Melakukan Right Issue di awal Maret

2 Maret 2022 18:54
Soal PHK Pekerja, Ini Penjelasan BFI Finance 

Soal PHK Pekerja, Ini Penjelasan BFI Finance 

18 November 2024 15:27
Tambah Modal, BSI Suntik Entitas Djarum Group Rp1 Triliun 

Tambah Modal, BSI Suntik Entitas Djarum Group Rp1 Triliun 

2 Desember 2024 09:27
Petugas memeriksa kondisi kesehatan warga sebelum mendapat suntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca saat vaksinasi untuk warga usia 18 tahun ke atas di GOR Pengadegan, Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Indonesia Peringkat Keenam Dunia Vaksinasi

25 Agustus 2021 15:59
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan. (dok.antara)

Ditangkap Polisi, dr Lois Terkena Pasal Berita Bohong

12 Juli 2021 16:38 - Updated on 13 Juli 2021 20:45
Direkam Ulang “Wildest Dreams” Taylor Swift Tembus 2 Juta View

Ed Sheeran dan Taylor Swift Bernostalgia Lewat Video Musik The Joker and the Queen

11 Februari 2022 09:06

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu