• Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Opini

Tanpa Sapujagat

Arsya Devandra by Arsya Devandra
25 April 2022 07:17
dahlan iskan - indoposnews

Dahlan Iskan -- indoposnews

Share on FacebookShare on Twitter

oleh : Dahlan Iskan

indoposnews.co.id – Membaca komentar Er Gham di Disway Jumat lalu itu saya langsung menghubungi ahli satu ini: Prof Dr Hendri Saparini. Dia terkenal dalam urusan “menghadirkan kembali fungsi negara dan rakyat untuk menegakkan kedaulatan pangan Indonesia”.

Dia bisa bicara fasih apa yang dilakukan oleh Malaysia. Dr Saparini tergabung dalam asosiasi ahli ekonomi politik. Dia lulusan ”Universitas Pro Rakyat” Gadjah Mada, Yogyakarta. Lalu meraih gelar master dan doktor dari Universitas Tsukuba, Jepang.

Baca Juga

Ujung Tombak Apple

Amarah Beliung

Akhirnya Prabowo!

Emas Crazy

Setelah lama menjadi peneliti di Econit-nya Dr Rizal Ramli, Saparini mendirikan lembaga sendiri: Core Indonesia. “Saya ingin ada kajian yang tidak hanya kulit-kulitnya. Harus membahas core-nya,” ujar Saparini.

Lantas Saparini menemukan kepanjangan dari Core itu: Center of Reform on Economy. Di situlah dia sehari-hari. Meneliti dan menganalisis semua kebijakan yang terkait dengan ekonomi –termasuk, terutama, pangan.

Sejak muda pemikiran wanita Kebumen ini sangat menonjol. Megawati Soekarnoputri pernah memberikan penghargaan sebagai ‘Ekonom Muda Indonesia’ pada 2009. PKS juga memilihnyi sebagai wanita berpengaruh.

“Di Malaysia ada kebijakan mendasarnya. Ada ketentuan mengenai pangan strategis,” ujar Saparini. “Kita belum punya,” tambahnyi.

Saya, harusnya, tidak perlu memilih ”Saparini”, nama belakangnyi, ketika menuliskan namanyi. Toh Disway sudah meniru bahasa Inggris: menulis ”nyi” untuk ”her” dan ”nya” untuk ”his”. ”Dia” untuk ”she” dan ”ia” untuk ”he”.

Tapi tetap saja saya “ragu”: kalau saya tulis Hendri –nama depannyi– itu dikira nama laki-laki.

Baca juga : Wow! Wow! Wow!

“Sampai sekarang masih ada saja yang menulis undangan ke saya dengan ”Bapak Hendri….”. Dikira saya laki-laki,” ujarnyi, lantas tersenyum.

UU bahan pangan strategis itu, katanyi, belum pernah ada. Tapi, waktu itu, negara punya kebijakan strategis di lapangan: mendirikan Bulog. Yang bisa menggunakan keuangan negara untuk menjadi stabilitas harga pangan.

Lembaga Bulog menjadi mandul setelah ”Yang Mulia IMF” kita datangkan. Untuk mengatasi krisis moneter tahun 1998. Yakni krisis multi dimensi yang sampai bikin Presiden Soeharto lengser.

Sisi lain krisis waktu itu: bisa bikin banyak orang kaya mendadak –dari mempermainkan lembaga yang Anda sudah tahu: BPPN.

IMF lantas membantu kita. Tapi juga menetapkan 1001 syarat yang harus kita penuhi. Salah satunya: Bulog tidak boleh lagi menggunakan uang negara.

Selesailah barang itu.

Bulog pun ”habis”.

Memang masih saja bisa bersiasat. Dengan menggunakan dana komersial bank milik negara. Tapi sudah tidak bisa seperti Bulog yang dulu lagi.

Sejak itulah, ujar Saparini, impor bahan pangan menjadi kenyataan baru. Menjadi semacam keharusan. Lalu senjata impor itu meningkat menjadi solusi permanen. Alasannya selalu sama: agar inflasi tetap rendah.

Harga pangan impor itu memang lebih murah. Menurut Saparini, itu bukan saja berkat pertanian mereka yang lebih efisien. Tapi juga dari  kebijakan ”memperbarui stok” nasional di sana.

Mereka selalu punya stok besar. Tujuannya: menjaga stabilitas pangan di sana. Stok pangan itu ada masa kedaluwarsanya. Stok yang mendekati kedaluwarsa dilepas. Tentu dengan harga murah.

Menurut Saparini, baik ”efisiensi pertanian” maupun ”pengadaan stok nasional” punya latar belakang yang  sama: adanya kebijakan negara di bidang pangan strategis. “Core-nya di situ,” ujarnyi.

Maka di saat Indonesia krisis minyak goreng Malaysia tenang-tenang saja. Padahal sama-sama penghasil sawit terbesar dunia. Sama-sama eksporter produk sawit. Sesama ras Melayu.

Di Malaysia harga minyak goreng –di sana disebut minyak masak– tidak binal. Tetap saja di sekitar Rp 8.500. Itu harga per liter. Di sana ukuran minyak masak pakai liter. Berarti hanya sekitar Rp 7.800/kg.

Di Malaysia minyak masak juga diurus pemerintah. Yakni oleh Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Hal Ehwal Pengguna. Disingkat –gak usah diingat: KPDNHEP.

Adanya UU yang mengatur pangan strategis itu. Tidak diperlukan keputusan ”sapu jagat”.

Keputusan ad hoc seperti kejutan Presiden Jokowi Jumat lalu itu memang penting. Tapi belum menjamin tidak terjadi lagi. Di lain waktu. Di komoditas lain.

Sepanjang hari kemarin saja, misalnya, sudah beredar rumor ini: yang dilarang itu ekspor olein. Yakni minyak goreng yang belum dikemas. Sedang ekspor CPO tidak termasuk yang dilarang.

Sulit mencari penegasan mana yang benar. Kemarin adalah hari libur. Rumor ini harus dijelaskan hari Senin ini.

Dr Saparini sudah lama mengusulkan pembuatan UU pangan strategis itu. Tapi masih gagal. Di era mana pun.

Selama ini petani kita yang kalah efisien cenderung dijawab dengan kepasrahan: sudah takdir kita.

Padahal, seperti kata Saparini, semua bisa diatasi dengan kebijakan negara yang komprehensif.

Di situlah core-nya. Untuk mengkaji yang core-core seperti itulah dia dirikan Core Indonesia.

Tapi kenapa orang tua Saparini memberi nama laki-laki untuk anak perempuannya?

“Saya ini orang Jawa,” katanyi. “Di Jawa, kata bapak saya, nama dengan akhiran ‘i’ itu menandakan perempuan. Kalau akhiran ‘o’ itu untuk nama laki-laki. Jadi Hendri itu nama perempuan. Kakak laki-laki saya bernama Hendro,” ujarnyi.

Belakangan, ketika dia sering ke Prancis, barulah mantap. “Di Prancis nama Hendri itu perempuan. Jadi, ayah saya sudah benar,” katanyi.

“Jangan-jangan ayah dulu lulusan Sorbone University…,” sela saya.

“:) 🙂 :)'” jawabnyi.(Dahlan Iskan)

Tags: dahlan iskanindoposindoposnewsindoposnews.co.idindoposonline

Berita Terkait

Ujung Tombak Apple
Headline Utama

Ujung Tombak Apple

2024/09/22
Amarah Beliung
Headline News

Amarah Beliung

2024/05/25
Akhirnya Prabowo!
Headline Utama

Akhirnya Prabowo!

2024/02/15
Fokus Eksplorasi Emas, Aneka Tambang Bakar Duit Rp38,90 Miliar 
Ekonomi

Emas Crazy

2024/01/20
Buya Syakur
Headline Utama

Buya Syakur

2024/01/19
Aneka Tambang
Headline Utama

Bara Emas Antam 

2023/12/15

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Kimia Farma

Nyungsep 678 Persen, Kimia Farma Boncos Rp1,48 Triliun

2 Juni 2024 03:17
Gandeng UGM, BTN Ajak Mahasiswa Jadi Saudagar Tangguh

Gandeng UGM, BTN Ajak Mahasiswa Jadi Saudagar Tangguh

11 Agustus 2023 21:27
Yelooo Integra

Teken Pinjam Pakai Aset, Yelooo Integra Datanet Lakukan Ini 

31 Januari 2022 14:27
BUMI

Private Placement, Bumi Resources Minta Restu Pemegang pada 23 Desember 2021

2 Desember 2021 15:27
Bumi Resources

Konversi OWK Bumi Resources, Innovate Capital Dulang Untung Rp441 Miliar

15 September 2022 13:27
Nyungsep 65 Persen, Laba Indika Energy Sisa USD20,11 Juta

Nyungsep 65 Persen, Laba Indika Energy Sisa USD20,11 Juta

10 Juni 2024 15:27
Ngebound HSBC, Entitas Pyridam Farma Jaminkan Aset AUD155 Juta

Ngebound HSBC, Entitas Pyridam Farma Jaminkan Aset AUD155 Juta

12 Desember 2024 06:27
Petugas Kepolisian berada disamping "Safety Car" untuk mengawasi bongkar muat logistik Formula E setibanya di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (24/5/2022). ANTARA FOTO

Mobil Balap Formula E Dipamerkan di Bunderan HI

26 Mei 2022 19:55
Jual Saham Mega Manunggal, Provident Warehouse Raup Rp60 Miliar

Jual Saham Mega Manunggal, Provident Warehouse Raup Rp60 Miliar

6 Februari 2024 16:27
Wall Street

Wall Street Terbang, Market Domestik Kembali Orbit Zona Hijau

8 Desember 2021 07:27

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu