Indoposonline.net – Pada hari selasa (13/4) umat muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa. Moment berharga ini tidak pernah dilewatkan mereka.Tidak hanya orang dewasa, anak-anak berbondong menjalankan ibadah puasa. Namun beberapa orang tua memiliki kekhawatiran akan menurunnya daya tahan tubuh anak selama berpuasa dan tidak mampu melawan kuman dan virus penyakit.
Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals menjelaskan bahwa orang tua tidak perlu takut daya tahan tubuh anak menurun saat berpuasa, selama anak dipastikan mendapatkan asupan nutrisi yang memadai saat sahur dan berbuka puasa. “Kunci utama menjaga anak tetap bugar dan daya tahan tubuhnya tetap kuat adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang,” ujarnya.
Memberikan asupan gizi yang cukup dan pola asupan makanan yang sehat bisa membuat anak-anak menjalankan ibadah puasa dengan sehat. ”Saat puasa di tengah pandemi COVID-19, orang tua bisa menerapkan pola makan dengan gizi seimbang dan cukup cairan pada anak saat sahur dan berbuka puasa,” papar dr. Muliaman.
Baca juga : Pemerintah Tetapkan Puasa Jatuh pada Hari Selasa
Terkait daya tahan tubuh anak, riset menunjukkan bahwa orang tua saat ini memang sudah semakin menyadari efek positif nutrisi pada kesehatan dan daya tahan tubuh anak mereka, termasuk kesadaran akan pentingnya asupan nutrisi yang sehat. “Pada saat berpuasa atau belajar puasa, anak tetap membutuhkan nutrisi harian yang terdiri dari nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan nutrisi mikro (vitamin dan mineral) agar setiap proses biologis yang terjadi dalam tubuhnya dapat berjalan dengan optimal,”katanya.
Survei daring Morinaga Chil*Go! di akhir Februari 2021 menunjukkan hampir 85% ibu di Indonesia menjadikan asupan nutrisi menjadi prioritas mereka selama pandemi COVID-19, dan bahkan lebih dari 86% mengaku sangat ketat memastikan asupan makanan bergizi seimbang untuk anak setiap hari. Oleh karenanya, selain nutrisi di atas perlu juga dilengkapi dengan beberapa nutrisi yang diyakini bisa meningkatkan daya tahan tubuhnya, salah satunya adalah asupan probiotik dan prebiotic,” katanya.
Baca juga : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Meminta Zona Merah dan Orange Ibadah di Rumah
Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan sedangkan prebiotik adalah sejenis serat yang menjadi sumber makanan bakteri baik termasuk probiotik agar bisa tumbuh, berkembang dan bekerja dengan efisien. “Penting bagi orang tua memastikan agar anak mendapatkan semua zat gizi yang dibutuhkannya pada saat sahur dan berbuka puasa,” lanjut dr. Muliaman.
Saat pemberian prebiotik, kadar bakteri dalam saluran pencernaan menjadi seimbang, sehingga nutrisi yang diperoleh tubuh dapat diserap dengan baik dan juga bisa merangsang sistem imunitas tubuh. Penyerapan nutrisi yang baik kemudian bisa membuat sistem kekebalan tubuh anak bekerja dengan optimal, meskipun anak sedang belajar berpuasa, baik setengah hari, maupun seharian penuh bagi anak yang sudah lebih besar. (mid/rim)