indoposnews.co.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan rights issue Bank Tabungan Negara (BBTN) tahun depan. Itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perumahan di Indonesia cukup mendesak terutama di tengah ancaman pandemi, dan pemanasan global.
Menteri BUMN Erick Thohir mengaku melalui skema rights issue itu, diharap rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BTN makin kuat untuk menopang penyediaan pembiayaan perumahan bagi masyarakat di Indonesia. ”Permodalan solid, dan cukup baik untuk pembangunan perumahan rakyat, memang tugas BTN,” tutur Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, pekan lalu.
Baca juga: Butuh Dana Segar, Bank Victoria Gelar Private Placement Rp185,99 Miliar
Erick menuturkan penghimpunan dana dari pasar modal tersebut juga dipilih agar Bank BTN dapat memenuhi kebutuhan pendanaan tanpa meningkatkan defisit APBN. ”Kami berusaha keras tidak ingin memberikan beban terus menerus kepada pemerintah. Seperti diketahui, defisit anggaran sudah melebihi 3 persen, ke depan harus kembali 3 persen,” tegasnya.
Tahun depan, Bank BTN membidik pertumbuhan kredit pada level 8-10 persen. Asumsi positif itu, didukung kebutuhan perumahan Indonesia masih besar, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Berdasar Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kebutuhan rumah MBR masih mendominasi angkat backlog.
Baca juga: Berikut Alasan BEI Kembali Aktifkan Kegiatan Perdagangan Semesta Indovest Sekuritas
PUPR mencatat 10,59 juta unit dari 11,38 angka backlog merupakan kebutuhan kepemilikan rumah MBR. Dengan jaringan, dan infrastruktur pembiayaan perumahan solid, perseroan siap mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut hingga 250 ribu unit rumah bagi MBR per tahun. ”Pasti kami bisa,” tukas Haru Koesmahargyo, Direktur Utama Bank BTN (abg)