indoposnews.co.id – Bank Tabungan Negara (BBTN) menorah kinerja gemilang. Kondisi itu, menjadi pondasi perseroan mewujudkan visi menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia tahun 2025. Berbagai strategi dan aksi korporasi telah ditetapkan untuk mencapai target tersebut. Salah satunya memperkuat ekosistem perumahan.
Mimpi menjadi bank terbaik sektor perumahan Asia Tenggara bukan hal sulit diwujudkan Bank BTN. Langkah awal membuat percaya diri manajemen, Bank BTN merupakan bank fokus perumahan dengan market share kredit pemilikan rumah (KPR) terbesar Indonesia. Itu membuat perseroan diakui sebagai kontributor utama dalam menyukseskan program Sejuta Rumah pada 2015 lalu.
Baca juga: Stabil, Pefindo Sematkan Rating idA Summarecon Agung
Sejak Bank BTN ditetapkan sebagai pelopor penyalur KPR pada 1976, perseroan telah menyalurkan pembiayaan hampir 5 juta unit rumah. Jumlah itu, terdiri dari KPR Subsidi sekitar 3,6 juta unit, dan KPR Nonsubsidi sekitar 1,1 juta unit. ”Dominasi Bank BTN dalam penyaluran KPR merupakan modal kuat bagi perseroan untuk mewujudkan visi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia tahun 2025. Kami optimistis bisa mencapai visi tersebut,” tutur Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu.
Optimisme Bank BTN itu, diperkuat dengan peran dalam menyukseskan program sejuta rumah. Saat ini, Bank BTN berkontribusi lebih dari 60 persen dalam pencapaian pembangunan sejuta rumah di berbagai daerah. Capaian positif realisasi pembiayaan program sejuta rumah, sejalan penguasaan pangsa pasar KPR Indonesia. Per 31 Maret 2021, KPR Bank BTN menguasai 41 persen market share KPR secara nasional.
Baca juga: Miliki Izin QRIS, Surya Fajar Jalani Babak Baru
Sementara, untuk KPR Subsidi dominasi Bank BTN sudah tidak terbendung dengan menguasai market share 87 persen. Besaran kontribusi Bank BTN dalam penyaluran KPR, tidak lepas dari peran strategis perseroan dalam memperkuat ekosistem perumahan. Dalam ekosistem perumahan, Bank BTN berperan sebagai enabler yang memberi pembiayaan sisi suplai melalui kredit konstruksi kepada developer maupun dari sisi demand dengan memberikan KPR kepada masyarakat.
Dalam ekosistem perumahan selain pengembang, dan masyarakat, pihak lain penting notaris untuk legalitas, Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk perizinan tanah dan Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) untuk jasa appraisal. Sedang mitra lain saat ini, menjadi sumber dana pembiayaan perumahaan. Antara lain Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), BP Tapera, SMF, BPJS Ketenagakerjaan, dan Tabungan Wajib Perumahan TNI Angkatan Darat (TWP AD). “Ekosistem perumahan itu, harus diperkuat dengan sinergi erat, dan hubungan saling menguntungkan,” tegas Nixon.
Baca juga: Karyawan Terpapar Covid-19, Sritex Telat Setor Laporan Keuangan
Menghadapi tantangan, dan implementasi rencana bisnis ke depan, Bank BTN telah menetapkan corporate plan dengan fokus pada lima target utama. Pertama, menggandakan low cost funding melalui transformasi kapabilitas jaringan atau channel. Kedua, mendorong keterjangkauan akses perumahan bagi lebih dari 6 juta masyarakat Indonesia. Ketiga, membangun one stop shop financial solution untuk 3 juta konsumen dan bisnis terkait perumahan. Keempat menjadi inovator digital dan home of Indonesia’s best talent. Dan kelima, membangun portofolio berkualitas tinggi dan mempertahankan tingkat NPL yang rendah.
Untuk mengimplementasikan berbagai strategi itu, perlu diciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul, inovatif, dan berakhlak. Saat ini, budaya kerja perusahaan mengacu pada core value BUMN yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (AKHLAK). Setiap karyawan diharap mampu berkontribusi terhadap peningkatan kinerja. ”Setahun core value AKHLAK diimplementasikan di BTN, hasilnya sangat terasa terhadap pencapaian kinerja,” ulas Nixon.
Baca juga: Optimistis Kinerja Positif, PP Properti Maksimalkan Potensi KIT Batang
Implementasi transformasi AKHLAK meski di tengah pandemi Covid-19, Bank BTN mampu membukukan kenaikan laba bersih, kredit, DPK, aset, rasio LDR, dan NPL terjaga. Paruh pertama 2021, Bank BTN sukses membukukan laba bersih Rp920 miliar, naik 19,9 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp768 miliar.
Kenaikan laba bersih didorong lonjakan penyaluran kredit, net interest margin (NIM), dan efisiensi. Akhir Juni 2021, penyaluran kredit Bank BTN naik 5,59 persen menjadi Rp380,5 triliun dari periode sama tahun lalu Rp314,6 triliun. DPK melonjak 31,8 persen menjadi Rp298,3 triliun dari periode sama tahun lalu Rp226,3 triliun. Rasio non-performing loan (NPL) gross turun ke level 4,1 persen dari periode sama tahun lalu 4,7 persen. Sementara loan to deposit ratio (LDR) turun menjadi 89,1 persen dari periode sama tahun lalu 111,3 persen. Aset Bank BTN tumbuh 21 persen menjadi Rp380,5 triliun dari periode sama tahun lalu Rp314,6 triliun. (abg)


























