Indoposonline.NET – PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) bakal menerbitkan saham baru maksimal 3,79 miliar bernominal Rp200 per lembar. Penawaran saham baru dengan mekanisme rights issue itu, dibanderol Rp4.082 per saham. Menyusul harga itu, perserna berpotensi meraup dana taktis Rp15,48 triliun. Nanti, setiap pemegang 47 saham lawas berhak menebus 10 saham anyar. Setiap satu saham baru, memberi hak kepada pemegang untuk membeli satu saham baru pada harga pelaksanaan Rp4.082 per saham.
PT Barito Pacific (BRPT), pemegang 41,88 persen saham Chandra Asri tidak akan melaksanakan seluruh porsi, dan akan mengalihkan secara proporsional sesuai porsi kepada PT TOP Investment Indonesia (TII). Kemudian, SCG Chemicals Company Limited (SCG Chemicals) pemegang 30,57 persen saham Chandra Asri, akan melaksanakan hak sesuai porsi. Prajogo Pangestu, pemegang 13,33 persen tidak akan melaksanakan seluruh porsi, dan akan mengalihkan porsi kepemilikan kepada TII. Marigold Resources Pte. Ltd. (Marigold) pemegang 4,75 persen saham, tidak akan melaksanakan seluruh porsi, dan akan mengalihkan porsi kepemilikan kepada TII.
Baca juga: Repower Asia Bangun Pesantren Milik Yusuf Mansur Rp825 Miliar
TII akan melaksanakan HMETD dari Barito Pacific, Prajogo Pangestu, dan Marigold, dan sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga. Kalau apat sisa saham baru setelah pengalokasian, TII sebagai pembeli siaga akan membeli seluruh sisa saham baru pada harga pelaksanaan. Tentu, pemegang saham yang tidak mengeksekusi hak, akan mengalami dilusi kepemilikan maksimum 17,54 persen setelah rights issue. Periode pencatatan pada 3 September 2021, dan periode perdagangan pada 3-9 September 2021.
Dana hasil rights issue untuk pembangunan pabrik baru berupa komplek petrokimia terintegrasi oleh entitas anak perseroan, CAP-2 antara lain terdiri dari pabrik naphta cracker, pabrik polymer, fasilitas, dan utilitas untuk menunjang operasional pabrik. Di antaranya seperti power supply, boiler, water treatment, jetty, dan tangki penyimpanan. (abg)