indoposnews.co.id – Summarecon Agung (SMRA) bakal menebar dividen Rp148,57 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 10,84 persen dari laba bersih tahun buku 2024 sejumlah Rp1,37 triliun. So, para investor akan mendapat santunan dividen Rp9 per lembar.
Selanjutnya, sekitar Rp18,38 miliar dibukukan sebagai dana cadangan. Lalu, sisa 89,06 persen alias Rp1,21 triliun dari laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan untuk modal kerja, dan pengembangan usaha. Sepanjang 2024, perseroan mencatat pendapatan Rp10,62 triliun atau meningkat 59,5 persen dari edisi sama 2023.
Lalu, laba bersih tahun berjalan meroket 74,2 persen menjadi Rp1,84 triliun. ”Kami optimistis menyongsong Indonesia Emas dengan komitmen memperkuat bisnis inti melalui penerapan strategi adaptif, selaras dinamika, dan kebutuhan pasar terus berubah melalui peluncuran produk-produk inovatif,” tutur Adrianto Pitojo Adi, President Director Summarecon.
Baca juga: Tower Bersama Tabur Dividen Jumbo, Ini Jadwalnya
Unit Pengembangan Properti alias Property Development meliputi penjualan hunian dan komersial, mencatat pendapatan Rp7,50 triliun, meningkat 86 persen dari tahun sebelumnya Rp4,04 triliun. Pendapatan segmen bisnis investasi properti dan manajemen alias investment property meningkat menjadi Rp2,15 triliun. Sekitar 24 persen dari pendapatan sewa mal Rp388 miliar.
Unit Bisnis Lain-lain alias other business juga mengalami peningkatan pendapatan 10 persen menjadi Rp967 miliar. Peningkatan itu, terutama dari bisnis perhotelan menyusul lompatan tingkat okupansi, dan tarif kamar rata-rata. Sepanjang 2025, Summarecon menetapkan target pra-penjualan Rp5 triliun dengan kontribusi pra-penjualan keseluruhan proyek 9 kawasan Kota Terpadu.
Apalagi, penjualan selama 3 bulan pertama awal 2025 dengan mencatat penjualan properti Rp877 miliar. Dalam Rapat umum pemegang saham (RUPS) Tahunan tahun buku 2024 menyetujui untuk mengangkat jajaran dewan komisaris, dan direksi, sebagai berikut. Dewan komisaris terdiri dari Soetjipto Nagaria komisaris utama, Harto Djojo Nagaria komisaris.
Lalu, Hendri Rahardja komisaris, Liliawati Rahardjo komisaris, Edi Darnadi komisaris independen, Kris Erlangga Adji Widjaya komisaris independen. Selanjutnya, dewan direksi antara lain Adrianto Pitojo Adi direktur utama, Soegianto Nagaria direktur, Herman Nagaria direktur, Sharif Benyamin direktur, Lydia Tjio direktur, Nanik Widjaja Direktur, dan Jason Lim direktur. (abg)


























