Indoposonline.NET – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) merespons positif inisiatif DPP Gerakan Pembumian Pancasila. Itu menyusul peluncuran Gerakan Pangan Pancasila berwujud Koperasi. Itu sejalan prioritas Kemenkop dan UKM mengembangkan sektor produktif (pertanian, peternakan, dan perikanan) menjadi basis gerakan ekonomi rakyat. ”Sesuai arahan presiden melalui korporatisasi pertanian, dan perikanan berbasis koperasi,” tutur Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Selasa (17/8).
Pada negara maju, badan usaha sektor agriculture cocok yaitu koperasi. Di Indonesia, petani kecil-kecil, dan lahan usaha perorangan, sulit melahirkan korporatisasi petani. Kemenkop dan UKM tengah mengembangkan koperasi modern bidang pertanian. Di mana, petani skala kecil harus berhimpun dalam koperasi agar mempunyai posisi tawar kuat.
Baca juga: Inocycle Kebut Ini Dongkrat Recycle Rate Indonesia
Selain itu, integrasi usaha hulu-hilir dengan pelibatan kemitraan para pihak dalam rantai pasok (inclusive closed loop), adopsi teknologi, akses pembiayaan, terhubung dengan offtaker, dan memiliki tata kelola dan manajemen professional. ”Tahun ini, kami menargetkan lahir 40 koperasi pangan modern, terutama di wilayah perhutanan sosial,” ucap Teten.
Dengan kelembagaan itu, akan mempermudah memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan. Kemenkop dan UKM telah menyiapkan pembiayaan khusus koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM). Tidak hanya itu, Presiden Jokowi telah membuat kebijakan pembiayaan progresif, yakni meningkatkan rasio kredit perbankan untuk UMKM menjadi lebih dari 30 persen pada 2024. Plafon KUR dari sebelumnya maksimum Rp500 juta naik menjadi Rp20 miliar. Dan, KUR tanpa agunan naik dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta.
Baca juga: Deadlock, Merger Indosat Ooredoo-Hutchison 3 Molor
Kemenkop dan UKM bersama Kementerian Perekonomian, dan Kementerian Pertanian juga tengah merancang skema KUR khusus berbasis klaster sektor pertanian. Itu wujud keseriusan pemerintah pengembangkan sektor pertanian agar terwujud kedaulatan pangan. ”Kedaulatan pangan berhasil kalau kesejahteraan bersama terwujud. Kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan, bisa diturunkan,” tegasnya. (abg)



























