• Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline

Tanpa Asap

Sandy H by Sandy H
27 Juli 2021 10:48 - Updated on 29 Juli 2021 00:51
dahlan iskan
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Ujung Tombak Apple

Amarah Beliung

Akhirnya Prabowo!

Emas Crazy

KEBUTUHAN yang mati kini sama mendesaknya dengan kebutuhan yang hidup. Mulai dari tempat penyimpanan mayat, peti mati, sampai pemakaman. Sampai orang seperti Andreas Sofiandi nekat membangun tempat pembakaran mayat secara afdruk kilat. Seminggu selesai.

Oleh Dahlan Iskan, Indoposonline.NET

Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa Timur ikut mengurus peti mati dan oksigen.

Rumah kematian Adi Jasa Surabaya sampai memerlukan bantuan dua truk cold storage –biasanya untuk angkut ikan dari Papua– untuk menyimpan kelebihan mayat.

Yang paling “Bonek” ya Andreas tadi. Hatinya tersentuh ketika tahu begitu banyak mayat yang antre untuk dikremasi. Lebih tergetar lagi ketika melihat mayat dijadikan lahan bisnis.

Ia langsung berpikir cepat: mengalihkan mesin pembakar mayat yang baru selesai ia dirakit. Untuk dipindah ke Jakarta mengatasi krisis mayat di Jakarta.

Mesin itu awalnya untuk Pekanbaru, Riau. Untuk perluasan krematorium di sana. Pekanbaru memang sudah punya dua mesin pembakar mayat. Kalau mesin yang ketiga dialihkan untuk Jakarta akan bisa ikut mengatasi krisis.

Andreas lahir di Padang. Sampai lulus SMP (Santa Maria) masih di Padang. Lalu masuk STM di Jakarta. Jadi orang sukses.

Masyarakat Tionghoa Padang masih menganggap ia orang Padang. Maka Andreas diminta menjadi ketua perkumpulan Tionghoa di sana: Heng Beng Tong.

Nama Heng Beng Tong saya kenal dengan baik. Begitu juga Andreas. Ia juga menjadi ketua perkumpulan barongsai Heng Beng Tong. Pernah ikut kejuaraan dunia: Heng Beng Tong juara dunia. Mengalahkan Barongsai dari Tiongkok, Malaysia, Hongkong, dan Taiwan. Baru lima tahun kemudian giliran Barongsai dari Tarakan yang juara dunia. 

Di Padang, Andreas berhasil membangun rumah krematorium baru. Sekaligus dua mesin. Lima tahun yang lalu.

Itu untuk menggantikan sistem kremasi yang lama. Yang asapnya tebal. Yang baunya menyengat. Yang satu hari hanya bisa membakar satu mayat –karena pembakarannya lama dan perlu masa pendinginan.

Andreas lantas diminta masyarakat Tionghoa Pekanbaru untuk hal yang sama. Ia memang punya usaha di Pekanbaru. Andreas pun membangun krematorium di Pekanbaru. Sekaligus dua mesin. Bahkan akan tambah satu lagi –yang akhirnya dipasang di Jakarta itu.

Andreas pernah menjadi dealer Mercedes-Benz untuk seluruh Sumatera. Ia punya banyak kenalan. Termasuk Wali Kota Jakarta Barat.

Kepada wali kota itu, Andreas mengatakan: “Kalau ada lahan dan saya diberi izin, saya sanggup membangun krematorium dalam satu minggu. Akan saya gratiskan selama pandemi ini.”

Wali Kota tanggap cepat. Ia melapor ke gubernur –tidak perlu saya sebutkan namanya. Sang gubernur langsung setuju. Mereka sepakat melihat lokasi pemakaman Kristen di Tegal Alur, Jakarta. Letaknya di antara Ancol dan PIK.

“Apakah lahan ini cukup?” tanya sang gubernur seperti ditirukan Andreas.

“Cukup sekali. Untuk dua mesin pun cukup,” jawab Andreas.

Lahan itu ada di sebelah kantor pemakaman.

“Kalau hari ini bapak izinkan. Seminggu lagi sudah bisa dipakai membakar mayat,” tantang Andreas.

Hari itu pun diputuskan: go!

Andreas pun menyewa crane kapasitas 50 ton. Ups... ada yang meminjaminya. Berat seluruh mesin itu sendiri 10 ton tapi lokasinya agak masuk jauh. Perlu crane besar.

Keistimewaan mesin bakar mayat yang ini –buatan Korea tapi dirakit di Indonesia– tidak menimbulkan asap dan bau. Sistemnya: pembakaran ganda. Asap yang muncul langsung dibakar lagi. Satu mayat hanya menghabiskan 15 liter solar.

Proses pembakarannya juga sangat cepat: 75 menit. Tidak lagi 5 sampai 6 jam seperti cara kremasi yang lama. Itu pun masih harus menunggu dingin untuk bisa mengambil abunya. Mesin Andreas ini beda. Begitu pembakaran selesai, abu bisa diambil –15 menit kemudian.

Itu karena ada ”baskom” ukuran 40 x 60 cm di bawah jenazah. Begitu pembakaran selesai baskom itu bisa ditarik. Abu tulang jenazah ada di baskom itu. Masih membentuk seperti pada posisi manusia. Abu tulang kepala di atas. Abu tulang lutut di bawah. Abu tulang pinggul di tengah.

Tulang di bagian bawah lutut –sampai jari kaki– habis terbakar. Tidak terlihat abunya. Karena itu panjang baskom cukup 60 cm. Cukup dari kepala sampai lutut.

Krematorium made in Andreas ini –nama Tionghoanya Sho Yong Tjuan– bikin heboh karena gratis. Andreas mampu memecahkan sistem kapitalisme dalam pembakaran mayat.

Di Jakarta sebenarnya sudah ada 21 mesin krematorium –di 8 lokasi. Termasuk di Tangerang. Termasuk dua buah milik umat Hindu.

Tapi jumlah mayat jauh melebihi kapasitas. Hukum kapitalisme berlaku: siapa mau mahal bisa dilayani lebih cepat. Yang kaya bisa menyalip antrean.

Itu terjadi di mana-mana. Baru ada satu Andreas yang memecahkannya.

Untuk sistem pemakaman ternyata lebih sederhana. Tinggal cari lahan. Tapi muncul juga hukum permintaan dan penawaran. Dalam bentuk pungli seperti yang terjadi di Bandung itu.

Pemakamannya memang sederhana. Tapi praktiknya juga tidak sederhana. Sebelum dimakamkan mayat harus dimasukkan peti mati.

Mulailah kapitalisme naik pentas. Harga peti mati ikut hukum pasar. Itu pun barangnya belum tentu ada.

Itu yang membuat Ketua Kagama Jatim Arif Afandi, berunding dengan anggotanya: menyumbang 50 peti mati. Akan ada tahap berikutnya lagi.

“Kami tidak beli. Bikin sendiri. Tinggal beli kayu dan ongkos tukang. Kebetulan ada pabrik mebel yang tutup,” kata Arif yang mantan Wakil Wali Kota Surabaya dan Pemred Jawa Pos yang kini menjadi redaktur tamu Harian Disway.

Untuk mengatasi mahalnya peti mati itu, Adi Jasa beruntung. Sumbangan dua truk cold storage bisa dipakai menyimpan 18 mayat. Sambil menunggu peti dan giliran dikremasi.

Adi Jasa sendiri sebenarnya sudah lama ingin membangun krematorium. Belum mendapat izin. “Kami akan mengajukan izin lagi,” kata Anis Rungkat, salah seorang wakil ketua Adi Jasa.

Belum pernah kita memikirkan orang mati seserius sekarang ini. (*)

Tags: dahlan iskandiswayindoposIndoposonline.net

Berita Terkait

Ujung Tombak Apple
Headline Utama

Ujung Tombak Apple

2024/09/22
Amarah Beliung
Headline News

Amarah Beliung

2024/05/25
Akhirnya Prabowo!
Headline Utama

Akhirnya Prabowo!

2024/02/15
Fokus Eksplorasi Emas, Aneka Tambang Bakar Duit Rp38,90 Miliar 
Ekonomi

Emas Crazy

2024/01/20
Buya Syakur
Headline Utama

Buya Syakur

2024/01/19
Aneka Tambang
Headline Utama

Bara Emas Antam 

2023/12/15

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Rafael Ulun Trisambodo

Undur Diri, Ayah Mario Siap Jalani Klarifikasi Harta Kekayaan

24 Februari 2023 19:27
Balai Kota Depok, Jawa Barat

Pemkot Depok Larang Pelaksanaan Resepsi Pernikahan dan Khitanan

11 Juli 2021 20:30
Pembelajaran tatap Muka

Pembelajaran Tatap Muka di DKI Jakarta Berlangsung Mulus

2 September 2021 22:27
Medio 2023, Sido Muncul Timbun Laba Rp448 Miliar

Medio 2023, Sido Muncul Timbun Laba Rp448 Miliar

26 Juli 2023 19:27
Triangle of Sadness, sebuah film karya sutradara Swedia Ruben Ostlund, memenangkan Palme d'Or untuk Film Terbaik di Festival Film Cannes

Tayang Di World Cinema Week, Ticket Film Triangle Of Sadness Sold Out Dalam 10 Menit

23 Oktober 2022 04:50
Overbought, IHSG Susuri Zona Merah

IHSG Sideways, Ini Saham Jagoan Bina Artha Sekuritas

23 Juli 2024 08:27
Bumi Serpong Damai

Paraga Bungkus 6,3 Juta Saham Bumi Serpong Damai Rp5,76 Miliar

13 Februari 2023 12:15
Diana Ross tampil di Grammy Award ke-61, Los Angeles, California, AS, 10 Februari 2019 (REUTERS/Mike Blake)

Diana Rose Come Back

17 Juni 2021 19:50
Agama

Kemenag Alokasikan Anggaran Sebesar Rp55,85 Triliun untuk Pendidikan

2 September 2021 18:55
Bayan Resources

Menukik 25 Persen, Laba Emiten Asuhan Dato Low Sisa USD723 Juta 

2 Agustus 2023 22:27 - Updated on 3 Agustus 2023 00:08

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu