indoposnew.co.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal melanjutkan apresiasi. Konfirmasi rebound pada level support MA200 mewarnai pola teknikal Indeks awal pekan. Indeks kembali terpantau kuat di atas level rata-rata 20 hingga 50 hari.
Karena itu, arah pergerakan kembali optimistis dengan tren positif menuju resistance selanjutnya. Meski begitu, pergerakan momentum cenderung menekan area dekat overbought. Indikator MACD bergerak terkonsolidasi pada area middle. Histogram menuju zona positif. Itu mengindikasikan dorongan penguatan lanjutan. ”Sehingga secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak kembali menguat akhir Agustus 2021,” tutur Lanjar Nafi, Equity Technical Analyst Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia, Selasa (31/8).
Baca juga: Surya Semesta Masih Rugi Rp190,83 Miliar
Meriview perdagangan Senin (30/8), Indeks surplus 1,71 persen atau 103,54 poin ke level 6.144,90. Sektor industri menguat 3,41 persen, Infrastruktur menanjak 2,45 persen, dan material dasar 2,39 persen memimpin penguatan indeks sektoral. Kekhawatiran atas taper tantrum agresif lenyap setelah the Fed menyatakan akan melakukan dengan hati-hati, dan bertahap.
Investor asing melakukan aksi beli bersih Rp567,68 miliar. Saham Astra International (ASII), Bank BRI (BBRI), Indah Kita (INKP), Telekom Indonesia (TLKM), dan Indofood CBP (ICBP) menjadi top net buy value investor asing. Sementara itu, bursa Asia siap untuk bergerak stabil akhir Agustus 2021. Pasalnya, investor menilai penguatan dipimpin saham-saham teknologi di Amerika Serikat (AS), dan eskalasi terbaru dalam tindakan keras peraturan China terhadap perusahaan swasta.
Baca juga: Pasar Bergairah, Lacak Saham-Saham Ini
S&P 500 kembali mencapai level tertinggi ke-12 sepanjang Agustus 2021. Itu terjadi setelah saham-saham teknologi pemimpin penguatan. Komentar terukur The Fed tentang kemungkinan pengurangan stimulus, dan kenaikan suku bunga. Harga minyak menguat setelah badai Ida. Investor fokus pada pertemuan OPEC+ dalam kesepakatan pasokan minyak. Investor akan menanti data PMI Manufaktur, sektor jasa Tiongkok, dan cenderung berhati-hati menutup Agustus. (abg)



























