Indoposonline.NET – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak mixed. Indeks akan mencoba berayun pada level support 5.959, dan resisten level 6.113. Itu setelah secara teknikal, Indeks pada perdagangan Rabu (28/7) gagal menembus resisten 6.113, dan turun ke posisi 6.088.
Saat ini, posisi Indeks berada pada level support downtrend. Pergerakan mixed hari ini, Kamis (29/7) tersebab hasil Forum Open Market Committee (FOMC) Meeting, lalu perkembangan pandemi Covid-19 Indonesia masih belum menunjukkan penurunan.
Baca juga: Sepi Sentimen, IHSG Titi Zona Merah
Secara teknikal, saham layak untuk koleksi yaitu Erajaya Swasembada (ERAA). Saham Erajaya pada perdagangan kemarin, sukses melakukan breakout resisten level Rp640 dengan volume cukup signifikan. Saat ini, resisten Erajaya berada pada level Rp685. Selain itu, indikator MACD juga terlihat sudah mengalami golden cross, dan keluar dari area oversold.
Dengan begitu, saham Erajaya mengindikasikan adanya peluang kembali terjadi penguatan. Oleh karena itu, rekomendasi trading buy saham Erajaya dengan target price di kisaran Rp680. Selain itu, saham lain juga seksi secara teknikal layak beli yaitu Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), Bundamedik (BMHS), dan XL Axiata (EXCL).
Baca juga: Wall Street Monoton, IHSG Potensial Rebound
Menyudahi perdagangan Rabu (28/7), Indeks turun 0,14 persen ke level 6.088,5. Total volume perdagangan 17,88 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp12,45 triliun. Indeks pada perdagangan kemarin cenderung bergerak tertekan, dan mixed. Itu karena para investor cenderung menunggu hasil meeting The Fed pada Kamis waktu setempat.
Sementara itu, bursa Asia Pasifik ditutup mixed. Indeks Shanghai Stock Exchange turun 0,58 persen, dan Nikkei tekor 1,39 persen. Indeks Hang Seng surplus 1,54 persen, KOSPI menanjak 0,13 persen, dan KLSE melesat 0,05 persen. Indeks Hang Seng berhasil mengalami rebound setelah dua hari perdagangan terakhir mengalami koreksi cukup signifikan. Pelemahan indeks Nikkei disebabkan kekhawatiran terhadap kasus Covid-19 varian Delta tengah menginvasi Jepang. (abg)



























