indoposnews.co.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mematok kapitalisasi pasar Rp13.500 triliun. Proyeksi itu, bakal digapai sepanjang lima tahun ke depan. Itu salah satu program unggulan direksi anyar BEI masa ibadah 2022-2026.
Proyeksi itu tidak berlebihan. Mengingat tiga direksi lawas masih bercokol. Suntikan empat tenaga baru tentu akan memudahkan mencapai target tersebut. Kombinasi komplit direksi lama dan direksi baru.
Selain kapitalisasi pasar bisa tembus Rp13.500 triliun, jumlah investor, dan emiten diharap tumbuh 2 kali lipat. ”Kami mengapresiasi capaian direksi periode sebelumnya. Direksi baru akan menindaklanjuti, dan melanjutkan program yang belum sempat tercapai periode lalu,” tutur Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Iman yakin bisa menjaga keberlanjutan program, dan memastikan rencana kerja strategis direksi baru tercapai. Selain menjaga keberlanjutan program, pihaknya juga akan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kinerja pasar modal Indonesia. Kolaborasi antarpemangku kepentingan, program dan rencana kerja direksi baru dapat berjalan optimal.
Baca juga: Jatuh Tempo, Pefindo Pertegas Rating Surat Utang BRI idAAA
Direksi baru telah memiliki target jangka panjang untuk pasar modal Indonesia hingga 2026. Pertumbuhan ditarget pada sejumlah indikator pasar modal. Misalnya, kapitalisasi pasar, jumlah investor, dan lain-lain.
Berikut daftar direksi BEI periode 2022-206. Direktur Utama Iman Rachman, Direktur Penilaian Perusahaan IGD Nyoman Yetna Setia, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian Sihar Manullang, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sunandar, Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik, dan Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Risa Effennita Rustam. (abg)


























