Indoposonline.NET – Restrukturisasi bisnis PT Garuda Indonesia (GIAA) tidak terelakkan. Operasi senyap dilakukan dengan mengurangi jumlah operasi pesawat. Itu penting supaya perusahaan bertahan di tengah sergapan tsunami Covid-19.
Selain itu, manajemen emiten aviasi tersebut menawarkan program pensiun dini. Berdasar kabar beredar, pensiun dini menyasar karyawan dengan usia di atas 45 tahun. Kabar burung itu, menyeruak dari rekaman diskusi internal perseroan bersama karyawan.
Baca Juga: Pantas Nyungsep, Belasan Tahun Garuda Indonesia Jalani Sederet Tradisi Buruk
Merespons itu, manajemen Garuda Indonesia menegaskan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen mengaku mengatur secara tegas mengenai larangan penyebarluasan informasi internal. Itu mengacu kepada aturan berlaku di internal perseroan. ”Rekaman audio itu untuk internal dan tidak untuk disebarluaskan. Informasi itu bertujuan memberi gambaran awal kepada karyawan dalam pengambilan keputusan mengenai program pensiun dini,” beber Manajemen Garuda Indonesia, Jumat (28/5).
Perseroan menilai perkembangan teknologi informasi saat ini memungkinkan terjadi penyebarluasan informasi internal di luar kontrol Perseroan. Perseroan tengah melakukan penelusuran atas peristiwa penyebaran rekaman rapat internal tersebut.
Baca Juga: Terbang Rendah, Utang Jerat Sayap Garuda Indonesia
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra cukup menyesalkan peredaran rekaman internal tersebut. Ifran mengaku sempat memperingatkan peserta diskusi internal agar mempertimbangkan dua hal sebelum berniat menyebarluaskan rekaman tersebut.
Pertama, yakni keuntungan apa yang akan didapat. Kedua, kerugian apa yang mungkin timbul dari penyebarluasan informasi tersebut. “Saya sungguh menyesalkan diskusi internal ini bisa menyebar luas. Sebagai warga negara, saya menghargai keterbukaan dan kebebasan informasi tidak bisa dan tidak akan melakukan apapun terhadap penyebaran tersebut,” tegasnya.
Baca Juga: Mantap, Erick Thohir Tunjuk Abdee Slank sebagai Komisaris Telkom Indonesia
Menyudahi perdagangan Jumat (28/5), saham Garuda Indonesia Saham Giaa terkoreksi 8 poin (2,86 persen) menjadi Rp272 per lembar. Saham perusahaan dibuka di k?sadan Rp282 per lembar. Sempat menyentuh level tertinggi Rp284, dan terendah di kisaran Rp266 per saham. (abg)



























