Berbasis Tari dan Musik Tradisi Aceh
Pentas berbasis seni tari dan musik tradisi Aceh ini dirancang memuculkan tiga tarian khas Aceh yakni Tari Rapai Kipah, Ranup Lampuan, dan Rencong.
“Ketiganya merupakan tarian penting di Aceh, dan masing-masing punya makna berbeda. Tari Rencong misalnya, bercerita tentang semangat perempuan Aceh dalam memperjuangkan nilai hakiki kehidupan serta martabat dan keagungan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Mira.

Proses latihan sudah dilakukan sejak tiga bulan terakhir ini. “Kami lakukan di saat weekend, sementara latihan vokal dilakukan secara bergilir seminggu tiga kali, pada Senin, Rabu dan Jumat. Sehingga masing-masing pemeran bisa berlatih vokal langsung bersama coach!” jelas Mira.
Baca Juga : ‘Hadestown’ Tandai kembalinya Musikal Broadway Setelah 18 Bulan Ditutup
Pentas ini, kata Mira diupayakan bisa menarik penonton kalangan milenial. “Agar anak-anak bisa melihat nilai-nilai positif dari sosok Laksamana Keumalahayati, yang sekaligus bisa menumbuhkan nilai cinta kebangsaan Dan pembentukan karakter.
Pertunjukan ini juga merupakan sarana sosialisasi dan edukasi atas kisah perjuangan pahlawan nasional, dan terutama peran perempuan Indonesia dalam mempertahankan wilayah Aceh, bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.



























