Batubara
Direksi dan komisaris Prima Andalan berlomba borong saham. FOTO - ISTIMEWA

Waw, Komisaris-Direksi Borong Saham Prima Andalan Rp82,26 Miliar

indoposnews.co.id – Komisaris dan direksi memborong saham Prima Andalan Mandiri (MCOL) senilai Rp82,26 miliar. Transaksi pembelian 56,66 juta lembar saham itu, dilakukan pada kisaran harga Rp1.425-1.520 per saham. Transaksi dilakukan tujuh kali untuk periode 7-10 September 2021. 

Berdasar keterangan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (10/9) terungkap, transaksi pembelian saham Prima Andalan dilakukan jajaran direksi secara berjemaah. Berikutnya, rinciannya. Diah Asriningpuri Sugianto, Komisaris Prima Andalan memboyong 12,66 juta lembar pada harga Rp1.428 per saham senilai Rp18,082 miliar. Menyusul transaksi pada 8 September 2021 itu, sang komisaris kini mengapling 0,35615 persen.

Baca juga: Mantap, FKS Food Sejahtera Berbalik Laba Rp14,12 Miliar

Selanjutnya, Edy Sugianto, Komisaris Utama Prima Andalan membeli 699.500 lembar pada harga Rp1.465 per saham senilai Rp1,024 miliar. Menyusul transaksi pada 10 September itu, kini sang komisaris utama itu, menggenggam 0,01967 persen. Lalu, Erita Kasih Tjia sebagai direktur, membeli 4,929 juta lembar pada harga Rp1.425 per saham sejumlah Rp7,023 miliar. Dengan transaksi pada 7 september 2021 itu, sang direksi sekarang memboyong 0,13863 persen. 

Kemudian Handy Glivirgo Direktur Utama memborong 2.800.000 lembar pada harga Rp1.425 per saham senilai Rp3,99 miliar. Sebelum transaksi Handy mengapaling 32 juta lembar tau 0,9 persen, setelah transaksi bertambah menjadi 34,8 juta lembar atau 0,97875 persen.  Berikutnya, Patta Sofyan, Direktur Prima Andalan borong 65.700 lembar pada harga Rp1.520 per saham senilai Rp99,86 juta. Transaksi direksi itu, terjadi pada 7 September 2021. Setelah transaksi itu, Patta Sofyan mengapling 0,0018 persen saham perseroan. Hanya, Patta Sofyan menjual 65.700 lembar pada harga Rp1.620 per saham senilai Rp106,43 juta. Menyusul transaksi pelepasan pada 8 September 2021 itu, Patta Sofyan cuan Rp6,57 juta.

Baca juga: Integrasi Pelindo, Indonesia Kendaraan Huni Klaster Nonpeti Kemas

Terakhir, Eko Rosita Kasih, ikut ambil bagian dengan membeli 35,57 juta lembar pada Rp1.466 per saham senilai Rp52.148.405.400. Setelah transaksi pada 10 September 2021 itu, Eko mempunyai 1,00046 persen. ”Tujuan transaksi untuk investasi langsung,” klaim Jeanny Pratiwi, Head of Corsec Prima Andalan Mandiri, kepada BEI, Jumat (10/9).

Sekadar informasi, emiten batubara itu, resmi melantai di BEI pada Selasa (7/9). Kala itu, pada akhir sesi I, harga saham Prima Andalan meroket 80 poin atau 5,63 persen ke level Rp1.500, dari pembukaan pasar Rp1.420. Emiten batubara itu, menetapkan harga IPO Rp1.420 per saham, dan menawarkan 355,56 juta saham baru. Saham ditawarkan merupakan 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Melalui IPO itu, perusahaan tercatat ke-32 di BEI pada 2021 itu, mengantongi dana Rp504,89 miliar. Kini, saham MCOL bersandar di kisaran Rp1.660 per saham, terpangkas 10 poin atau 0,6 persen. (abg)

Baca Juga

Ilustrasi - Emas batangan.

Tertekan Kenaikan Imbal Hasil dan Suku Bunga Fed, Harga Emas Tergelincir 29 Dollar

indoposnews.co.id – Emas tergelincir pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan oleh kenaikan imbal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *