indoposnews.co.id – PT Allo Bank Indonesia (BBHI) berencana melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Pada aksi melalui penawaran umum terbatas (PUT) III itu, bank milik pengusaha kakap Chairul Tanjung (CT) tersebut akan menerbitkan maksimal 11 miliar lembar.
Bernominal Rp100 per saham atau 94,15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Rencana itu, bersandar pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.32/POJK.04/2015 Jo. No.14/POJK.04/2019 melalui PUT III Tahun 2021. ”Harga akan ditetapkan dan diumumkan kemudian pada prospektus PMHMETD dengan memperhatikan peraturan dan ketentuan berlaku,” tutur Aryanto Halawa, Finance, Planning & Control Division Head Allo Bank Indonesia, kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/9).
Baca juga: Makin Seksi, Emtek Group Pinang 66 Persen Saham Kedoya
Menyusul aksi itu, dengan memperhatikan PT Mega Corpora memiliki opsi untuk dapat mengalihkan sebagian atau seluruh dari HMETD menjadi haknya kepada investor tertentu, maka kewajiban mengalihkan saham yang dikuasai akibat penawaran tender wajib sehingga kepemilikan melebihi 80 persen, tidak berlaku. Itu sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (4) POJK 9/2018 yang mengatur, apabila setelah terjadinya pengambilalihan, perseroan melakukan aksi korporasi yang mengakibatkan terpenuhinya kepemilikan masyarakat paling sedikit 20 persen.
Dengan asumsi HMETD PT Mega Corpora dapat diambil sebagian investor strategis, sebagian dilaksanakan PT Mega Corpora, dan seluruh pemegang saham publik mengambil bagian atas HMETD menjadi haknya, baik melalui pelaksanaan HMETD maupun pemesanan saham tambahan bilamana terdapat sisa saham dalam porsi publik, maka bagi pemegang saham tidak melaksanakan HMETD akan terkena dilusi kepemilikan maksimum 48,49 persen dari persentase kepemilikan saham dalam perseroan.
Baca juga: Rupiah Melemah 0,18 Persen ke Posisi Rp14.278 Per Dolar AS
Perseroan akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Jumat, 15 Oktober 2021. Pemegang saham berhak menghadiri, dan memberi suara dalam rapat, namanya harus tercatat dalam daftar pemegang saham pada rekening efek KSEI pada Selasa, 14 September 2021 pukul 16.15 WIB. Pemegang saham dapat mengusulkan mata acara rapat yang disampaikan secara tertulis dan diterima oleh direksi perseroan paling lambat pada 16 September 2021. Meski agenda belum dijelaskan, kemungkinan perseroan akan meminta restu rights issue 11 miliar saham kepada para pemegang saham.
Sebelumnya, paruh pertama tahun ini, Allo Bank membukukan laba Rp22,9 miliar. Laba itu, anjlok 30,31 persen dari periode sama tahun lalu Rp32,86 miliar. Perseroan membukukan kenaikan kinerja operasional cukup menjanjikan. Itu menyusul pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) meroket 80,76 persen menjadi Rp53,47 miliar dari periode sama 2020 di kisaran Rp29,58 miliar. (abg)



























