indoposnews.co.id – Pengelola RS Omni, PT Sarana Meditama Metropolitan (SAME), bakal mengakuisisi 66 persen saham PT Kedoya Adyaraya (RSGK). Kedua emiten medis itu, tengah terlibat negosiasi cukup alot.
Jadi, sebelum pencaplokan itu dilakukan, ada beberapa syarat pendahuluan harus dipenuhi terlebih dahulu dalam aksi tersebut. ”Rencana akuisisi itu, akan memperluas kegiatan usaha Sarana Mediatama dalam bidang pelayanan kesehatan dengan membangun, dan mengelola rumah sakit di Indonesia,” tutur Rahmiyati Yahya, Corporate Secretary Sarana Meditama, kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/9).
Baca juga: Puradelta Optimistis Tahun Ini Catat Marketing Sales Rp2 Triliun
Menyusul akuisisi itu, Sarana Meditama akan memperluas kegiatan usaha pelayanan kesehatan di Indonesia. Sarana Meditama, perusahaan bergerak bidang layanan kesehatan berbasis di Jakarta Timur. Sarana Meditama mengklaim tidak terafiliasi sebagaimana Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi, dan transaksi benturan kepentingan.
Sementara itu, Kedoya Adyaraya memiliki kegiatan usaha bidang pelayanan kesehatan, dan mengelola sejumlah rumah sakit. Kedoya baru mencatatkan saham perdana di BEI. Melepas 185,94 juta lembar dengan banderol Rp1.720 per saham, Kedoya mengantongi dana IPO Rp319,81 miliar. Saham RSGK langsung mentok Auto Rejection Atas (ARA). Itu terjadi setelah menanjak 25 persen atau 430 poin menjadi Rp2.150 per lembar dari harga IPO Rp1.720 per saham.
Baca juga: Rupiah Melemah 0,18 Persen ke Posisi Rp14.278 Per Dolar AS
Perseroan didirikan pada 2009. Merupakan pemilik RS. Grha Kedoya berlokasi di Jalan Panjang No.26, RW.7, Kedoya Utara, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, dan RS Grha MM2100 di Kawasan Industri MM2100 Jalan Kalimantan Blok CB-1, Gandasari, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat. (abg)


























