indoposnews.co.id – PT Matahari Department Store (LPPF) semester pertama 2021 mencatat pendapatan bersih Rp3,57 triliun. Meningkat 58 persen dari periode sama 2020 di kisaran Rp2,25 triliun. Laba bersih tercatat Rp532,48 miliar. Meroket 249 persen dari periode sama 2020 dengan tabulasi rugi Rp357,88 miliar.
Laba kotor mencapai Rp2,27 triliun, naik 68,14 persen dari periode sama 2020 dengan laba kotor Rp1,35 triliun. Sedang beban operasi turun 6,62 persen menjadi Rp1,55 triliun dari periode sama 2020 di kisaran Rp1,66 triliun. Laba operasi meroket 130,6 persen menjadi Rp720,18 miliar dari periode sama 2020 dengan rugi operasi Rp312,26 miliar.
Baca juga: Lepas 20 Juta Saham Ultra Voucher, Pengendali Dulang Duit Rp9 Miliar
Penjualan kotor melerat 67 persen menjadi Rp6,6 triliun. Laba sebelum pajak tercatat Rp669,08 miliar, naik 88,5 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp354,94 miliar. Total aset mencapai Rp6,70 triliun, naik 6,01 persen dari periode 31 Desember 2020 di level Rp6,32 triliun. Merespon itu, CEO Matahari Department Store Terry O’Connor mengaku optimistis dengan langkah pemerintah menghadapi tantangan Covid-19. ”Kami percaya berada pada jalur tepat untuk memanfaatkan pemulihan pada gerai-gerai, dan pencapaian ambisi omni channel,” tutur O’Connor, Kamis (26/8).
Saat ini, perseroan telah melakukan vaksinasi untuk seluruh karyawannya ditambah dengan melaksanakan protokol keamanan, dan kesehatan perseroan kuat. Tahun ini, perseroan melihat kemajuan menjanjikan bidang operasional utama. Di antaranya marjin lebih dapat diprediksi dengan penghentian penjualan merek, dan mode berkinerja buruk.
Baca juga: Jangan Ketinggalan, Salim Ivomas Umbar Dividen Rp3 per Lembar
Lalu perseroan juga tengah melakukan modernisasi atas barang dagangan, dengan serangkaian inisiatif baru, telah membuahkan hasil. Kemudian, wilayah operasi perseroan ditata ulang demi produktivitas yang lebih tinggi. Selain itu, pekerjaan peningkatan gerai juga dilakukan untuk pengalaman berbelanja yang lebih lancar. Perseroan kini lebih selektif pada penggunaan pengeluaran modal guna meningkatkan pelayanan pelanggan.
Terakhir, peralihan usaha ke model beraset ringan dengan berkurangnya gudang, aset dan aset berkinerja rendah membuat kinerja perseroan berjalan dengan baik. Emiten ritel yang memiliki 145 gerai di seluruh Indonesia serta platform digital itu, pada Juli 2021 lalu memiliki pengendali baru yaitu Auric Digital Retail Pte Ltd, menambah keyakinan akan kepastian pengembangan, kontinuitas, dan pelaksanaan strategi. (abg)