indoposnews.co.id – Industri asuransi Indonesia tengah menghadapi tekanan besar. So, tidak mudah meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses underwriting, klaim, dan memperkuat deteksi potensi fraud. Berdasar laporan asosiasi asuransi jiwa indonesia (AAJI) 2024, nilai klaim dibayarkan industri mencapai lebih dari Rp173 triliun.
Di sisi lain, beban operasional meningkat seiring lonjakan kebutuhan verifikasi data, dan proses manual banyak perusahaan. Potensi fraud sektor asuransi diperkirakan terus bertambah, sejalan peningkatan volume transaksi, dan kompleksitas layanan digital. Kondisi itu, menegaskan kebutuhan mendesak akan teknologi pengolah data dalam jumlah besar dengan cepat, akurat, terutama teknologi AI, dan machine learning untuk membantu perusahaan asuransi mengambil keputusan secara lebih menyeluruh, cepat, dan tepat.
Menjawab kebutuhan itu, RDS Group, sebagai perusahaan teknologi nasional, menegaskan komitmen menghadirkan solusi end-to-end melalui campaign “Reliable Digital Solution” berfokus pada empat pilar utama: Business Process Outsourcing (BPO), System Integration (SI), Printing & Creative Services, dan Healthcare Management. Keempat pilar itu, dirancang untuk menjawab kebutuhan transformasi digital berbagai sektor, termasuk asuransi jiwa, dan kesehatan.
Baca juga: Hadiri COO Summit 2023, RDS Ungkap Teknologi Terkini Mitigasi Data Fraud
Pada sebuah forum industri mempertemukan para pemimpin operasional asuransi jiwa Indonesia, Randy Chandra, President Director RDS Group, menekankan bagaimana teknologi cerdas -khususnya machine learning- sudah menjadi fondasi baru bagi perusahaan asuransi yang ingin meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat manajemen risiko.
“Saat ini, RDS Group fokus menjadi reliable digital solution bagi banyak industri, salah satunya asuransi. Melalui pilar bisnis BPO, Printing & Creative, Healthcare Management, dan System Integration, kami menghadirkan solusi mempercepat proses, mengintegrasikan data, dan memperkuat fungsi pengawasan risiko. Kolaborasi kami dengan Salesforce merupakan langkah nyata menghadirkan teknologi kelas dunia mendukung efisiensi, dan tata kelola risiko perusahaan asuransi,” tukas Randy.
Selaras dengan itu, Dennis Lee, Principal, Insurance Solutions, ASEAN Salesforce, menjelaskan bagaimana teknologi AI terintegrasi dapat mengubah proses pengambilan keputusan industri asuransi. “Solusi kami hadirkan menggabungkan berbagai sumber data dalam pemodelan berbasis AI untuk menghasilkan risk insights komprehensif. Dengan pendekatan itu, perusahaan asuransi dapat mempercepat proses underwriting, meningkatkan akurasi keputusan klaim, memperkuat investigasi fraud, dan menyesuaikan risk appetite secara proaktif,” ucap Dennis.
Baca juga: Dukung Penguatan UMKM Jabar, Ini Langkah Nyata RDS Label Solution
Baik RDS Group maupun Salesforce menyoroti bagaimana machine learning mampu menganalisis ribuan data transaksi dalam hitungan detik untuk mengenali pola-pola mencurigakan yang kerap terlewat dalam proses manual. Pendekatan itu, membuat proses klaim lebih transparan, mempercepat waktu layanan, dan mengurangi kerugian akibat fraud -tantangan besar dihadapi perusahaan asuransi Indonesia.
Keterlibatan RDS Group dalam forum industri tersebut makin memperkuat posisi sebagai perusahaan teknologi nasional dengan kemampuan integrasi solusi mendukung efisiensi, akurasi data, dan peningkatan kualitas layanan. Melalui implementasi AI analytics, workflow automation, dan integrasi data lintas sistem, RDS Group menawarkan landasan transformasi digital relevan bagi perusahaan asuransi yang ingin lebih adaptif di tengah lonjakan risiko, dan dinamika pasar.
Dengan visi reliable digital solution, RDS Group berkomitmen menjadi mitra terpercaya dalam membantu industri asuransi membangun ekosistem operasional lebih tangguh, responsif, dan berbasis data. (abg)


























