• Redaksi
Senin, April 20, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Cadaver Plus

abu by abu
20 November 2022 05:27
Hermawan Kertajaya

Hermawan Kertaja kala ultah ke-75. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – PUN setelah meninggal dunia nanti. Ia ingin tetap jadi guru. Ia sudah menemukan caranya: jadi cadaver. Maka ia ingin menyumbangkan mayatnya kelak untuk fakultas kedokteran. Dengan cara itu mayatnya tetap bisa menjadi guru bagi para mahasiswa yang ingin jadi dokter. Itulah guru sepanjang hayat: Hermawan Kartajaya. Ia berulang tahun ke-75 kemarin malam. 

Ia menandai ultahnya itu dengan menandatangani wasiat agar kalau meninggal kelak mayatnya diserahkan ke fakultas kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Pelajaran anatomi, mata kuliah dasar bagi calon dokter, tidak bisa sempurna tanpa menyajikan mayat di ”ruang” kuliah. Hermawan banyak bicara kematian di ulang tahunnya itu. Padahal, saya lihat, ia justru lebih segar dibanding, misalnya, lima tahun lalu. Suaranya masih serak-serak keras.

Intonasinya masih naik-naik sesuai dengan semangatnya. Langkahnya masih tegap untuk ukuran orang yang lama menderita diabetes. Dua hari sebelum ulang tahun, dan sehari setelahnya, Hermawan sibuk di rangkaian acara itu. Ia ke Banyuwangi naik kereta wisata. Ia ke ITS dan Unair untuk memberi kuliah umum. Ia ke Kapasari gang V untuk melihat rumah masa kecil dan mudanya. Ia sembahyang ke gereja Katolik yang hanya setahun sekali ia kunjungi.

Baca Juga

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

Verse Lite Hotel Gajah Mada Raih Agoda Golden Circle Awards

Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026

Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun

Baca juga: Harian Disway Adakan Donor Konvalesen

Ia ke Karanganyar melihat proses daerah di selatan Solo itu menjadi ‘Kabupaten Pancasila’. Puncaknya, Hermawan mengundang makan malam sejumlah kerabat. Ya, kemarin malam itu. Ada pejabat tinggi yang hadir malam itu. Tinggi sekali: tingginya 2,25 meter. Beliau adalah Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia: Jaroslav Dolecek. Hermawan adalah konsul kehormatan Republik Ceko sejak negara itu masih Ceko Slovakia. 

Wilayah kerja awalnya: Jatim, Jateng, dan Yogyakarta. Saya satu meja dengan pejabat tinggi itu. Kalau bicara dengannya saya harus mendongak. Ketika tampil dengan mikrofonnya Hermawan keliling ke meja-meja undangan. Beberapa orang ia tanya: apakah mau mengikuti dirinya menjadi cadaver. Tidak satu pun ada yang mau. Padahal dengan cara itu kehidupan seseorang akan lebih abadi. Ada yang beralasan bagaimana nanti dengan keluarganya. 

Ke mana akan ziarah kubur. Sebenarnya itu hal mudah. Paman saya meninggal di Makkah. Mayatnya dimakamkan di sana. Tapi di kuburan keluarga di Takeran, Magetan, dibuatkan kijing, di sebelah kijing (nisan) ayah saya. Ke situlah anak-anak paman saya ziarah. Maka meski pun jenazahnya nanti ada di fakultas kedokteran toh bisa dibuatkan kijing seolah ada di kuburan.

Baca juga: Wishnu! Bintangnya Bintang  

Bagi orang yang usianya sudah lebih 75 tahun, wasiat menjadi cadaver memang lebih tepat daripada wasiat donor organ. Mungkin sudah sulit menjadikan organ orang yang sudah tua untuk donor transplant. Donor organ lebih tepat dilakukan untuk yang lebih muda. Di Singapura itu sudah jadi undang-undang. Barang siapa meninggal tanpa ditemukan wasiat ‘tidak bersedia jadi donor organ’ berarti dia/ia bersedia. 

Maka tanpa perlu minta izin keluarga pemerintah bisa memanfaatkan organ apa saja pada mayat tersebut. Itu merupakan kemajuan dari undang-undang sebelumnya. Yakni: bagi orang meninggal yang di dompetnya ditemukan wasiat boleh menggunakan organnya untuk donor, maka pemerintah langsung bisa mengambil organnya  untuk donor. Sekarang, itu dibalik: yang tidak ditemukan larangan, berarti boleh. 

Sudah banyak negara yang memberlakukan aturan seperti itu. Tapi di Indonesia baru Hermawan yang secara terbuka mewasiatkan cadavernya untuk materi kuliah. Hermawan itu guru sejati. Guru modern. Guru yang menciptakan kurikulumnya sendiri. Ia memang pernah menjadi profesional di perusahaan besar. Sampai jadi level direktur di perusahaan sebesar Sampoerna. Ia tidak tahan. Ia berhenti. Ia pamit untuk jadi guru lagi: guru marketing.

Baca juga: Para Bintang KTT G20

Putra Sampoerna, pemilik pabrik rokok Dji Sam Soe itu, sampai heran. Gaji di Sampoerna kan besar. Mengapa berani berspekulasi untuk mencoba jadi guru marketing. Belum jelas pula pasar ya. Ketika Hermawan akhirnya mendirikan MarkPlus, ia diejek pakai bahasa Suroboyoan: mak ples. Artinya: tiba-tiba meredup untuk kemudian padam. Hermawan awalnya memang guru matematika di SMP swasta Sasana Bhakti di Jalan Jagalan. 

Ayahnya pengurus sekolah di tempat lain. Ibunya guru. Lalu Hermawan mengajar di SMA St Louis Surabaya. Orang seperti menteri Ignatius Jonan, konglomerat Harry Tanoesoedibyo, dan Kepala Pajak Jatim Prof John Hutagaol adalah murid-muridnya di St Louis. Hermawan bukan sarjana. Ia pernah kuliah di ITS jurusan elektro. Sudah hampir selesai. Tapi ia berhenti. Ia bekerja. Ia memberi les matematika pada banyak sekali anak-anak. 

Ia perlu uang. Ia tergolong keluarga miskin di Jalan Kapasari Gg V Surabaya. Kampung itu tidak jauh dari Stadion 10 November Tambaksari. Saya ikut Hermawan ke rumah di gang sempit itu Jumat lalu. Ia bernostalgia di rumah yang sudah dijual ke orang lain, dan orang lain itu sudah menjual pula ke lainnya lagi. Hermawan pandai menulis. Tulisannya hidup. Topiknya selalu soal marketing praktis.

Baca juga: Drama KTT G20 

Ia jadi solusi bagi kesulitan banyak perusahaan atau manager marketing di perusahaan itu. Dulu, saya memintanya untuk menulis di Jawa Pos. Secara rutin. Tiap hari Rabu. Waktu itu saya perlu menaikkan gengsi Jawa Pos dengan menampilkan penulis terkenal dari kalangan pengusaha Tionghoa. Hermawan menyambut antusias tawaran saya itu. Ia merasa mendapat panggung besar. Maka antara Jawa Pos dan Hermawan seperti joki dan kuda.

Bergantian siapa yang jadi Joki dan siapa yang menjadi kuda. Orangnya disiplin. Tulisannya tidak pernah absen di hari yang ditentukan. Pun ketika ia di luar kota. Atau dalam penerbangan jauh. Pernah ia menulis di atas pesawat. Pakai tulisan tangan. Sampai di bandara tujuan tulisan itu dikirim pakai faksimile. Ia gigih seperti wartawan profesional. Ia memegang teguh deadline. Padahal belum ada email saat itu. Belum ada modem. Apalagi HP.

Hermawan itu sama: tulisannya sebagus omongannya. Dan sebaliknya. Ada orang pandai menulis tapi tidak pandai bicara. Atau pandai bicara tapi tidak pandai menulis. Hermawan jago di dua-duanya. Maka tidak heran kalau Hermawan menerbitkan banyak buku. Sudah lebih 50 buku. Yakni buku marketing. Laris semua. Ada yang beredar secara global. Yakni yang ia tulis bersama Philip Kotler, maha guru marketing dunia. 

Baca juga: Jenny Mei

Bukunya bersama Prof Kotler sampai 9 judul. Prof Kotler, mahaguru dari North Western University Chicago mengakui kemampuan Hermawan. Salah satu buku terlaris Kotler-Hermawan adalah Reposition Asia: From Bubble to Sustainable. Yang tahun lalu laris di Amerika adalah Technology for Humanity. Hermawan itu guru marketing. Konsultan marketing. Penulis buku marketing. Pembicara seminar marketing. 

Ketua organisasi marketing –tingkat Indonesia, Asia, lantas dunia. Apa saja dilihat Hermawan dari sudut marketing. Saya ketularan gila marketing. Suatu saat saya bertanya kepada anak saya yang lagi kuliah di Sacramento, California. “Anda ambil jurusan apa?” “Manajemen, ” jawab anak saya. “Kenapa ambil manajemen?” “Ayah kan orang manajemen,” jawabnya. “Manajemen itu mudah. Ngapain ambil manajemen,” celetuk saya. “Yang sulit apa?” tanyanya. 

“Yang sulit itu marketing. Manajemen tidak bisa marketing tidak ada gunanya,” jawab saya. Setahun kemudian saya ke Sacramento lagi. Belum saya tanya anak saya bilang: “Saya sudah pindah ke marketing”. Hermawan sudah identik dengan marketing. Ia sudah jadi ikan besar marketing di Surabaya. Tapi Surabaya itu ibarat kolam kecil. Yang disebut kolam besar adalah Jakarta. Surabaya memang kota terbesar kedua setelah Jakarta, tapi kedua yang jauh. 

Baca juga: Jenny Mie

Kota terbesar kedua yang sebenarnya masih Jakarta. Nomor tiganya masih Jakarta. Pun nomor 8-nya. Surabaya itu nomor 10. Nomor 9-nya Bekasi atau Tangerang. Secara ekonomi. Maka Hermawan itu ibarat ikan besar di kolam kecil. Untuk bisa lebih besar ia harus mencari kolam besar. Ia pun pindah ke Jakarta. Laris. Sukses. Ia beredar luas di Jakarta dengan gaya bicaranya yang masih medok Suroboyo. Ia arek Suroboyo asli. Arek kampung Suroboyo. 

Dengan bahasa Surabayanya yang sulit dihilangkan. Ia Tionghoa tapi sudah turunan keenam lahir di Surabaya. Bahasa Indonesia khas Surabaya. Apalagi Mandarin. Ia tidak bisa. Lama-lama ia kokoh di Jakarta. Ia melahirkan acara tahunan yang legendaris di Jakarta: Marketer of The Year. Ia pilih siapa tokoh yang pantas dinobatkan sebagai ”Marketer of the Year;’ tahun itu. Tiap sektor usaha dipilih satu tokoh. Lalu ada ”juara umum”-nya. 

Setiap pemenang menjadi juri untuk pemilihan tahun berikutnya. Saya pernah terpilih mendapatkan predikat itu di tahun kedua saya menjadi dirut PLN. Program satu hari satu juta sambungan mendapat perhatian dari sisi marketing. Maka tahun-tahun berikutnya saya jadi juri. Minggu lalu saya hadir di penjurian untuk pemilihan tanggal 8 Desember depan. Rapat itu dilakukan di kantor MarkPlus Jakarta. Miliknya sendiri. 

Baca juga: Toilet Milenial

Ia sudah punya aset sangat berharga di Jakarta. Yakni di salah satu lantai di gedung perkantoran Casablanca City. Luas sekali. Sibuk sekali. Bonafide sekali. Ikan besar itu kini sudah lebih besar lagi di kolam besar. Tentu Hermawan akan mewariskan MarkPlus kepada dua anaknya, putra dan putri. Tapi putri terlihat lebih asyik di dunia meditasi. 

Dia telah jadi guru meditasi yang punya banyak pengikut. Apakah wasiat cadaver itu juga bagian dari marketing? Tentu. Ia belakangan tidak henti-hentinya mengampanyekan cadaver. Maka, wahai calon mahasiswa kedokteran, jangan heran kalau suatu saat nanti Anda membedah mayat Hermawan, banyak Anda temukan huruf M di semua organnya. (Dahlan Iskan)

Tags: Arek SuroboyoHermawan KerjajayaJawa TimurKadever PlusMarkPlusPakar MarketingPhilip KotlerPutera Sampoerna

Berita Terkait

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei
Ekonomi

Bank CIMB Niaga Salurkan Dividen Rp4,06 Triliun, Cair 13 Mei

2026/04/18
istimewa
Ekonomi

Verse Lite Hotel Gajah Mada Raih Agoda Golden Circle Awards

2026/04/17
Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026
Ekonomi

Navigasi Pasar, Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026

2026/04/12
Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun
Ekonomi

Jumbo! BRI Obral Dividen Rp52,1 Triliun

2026/04/10
Garap Mahasiswa, Bursa Kripto CFX dan OJK Edukasi Aset Kripto
Ekonomi

Garap Mahasiswa, Bursa Kripto CFX dan OJK Edukasi Aset Kripto

2026/04/10
Cat Laku Keras, Avian Brands Salurkan Dividen Rp1,36 Triliun
Ekonomi

Cat Laku Keras, Avian Brands Salurkan Dividen Rp1,36 Triliun

2026/04/10

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06
Allo Bank

Gemar Transaksi, Ali Gunawan Koleksi 7,95 Juta Saham Bank Milik Chairul Tanjung

2 Februari 2022 18:27

Pilihan Redaksi

BMKG

Update! BMKG Prediksi Jumat Sebagian Wilayah Jakarta Cerah Berawan

22 April 2022 06:17
Humpuss

Gembok Dibuka, Saham Emiten Milik Tommy Soeharto Kembali Mengorbit

6 April 2022 10:00
Musisi Erdian Aji Prahartanto (EAP) alias Anji (kanan) di Mapolres Metro Jakarta Barat

Anji Jalani Rehabilitasi di RSKO

25 Juni 2021 13:19
Demi Antre Minyak, Warga Tambora Rela Vaksin Malam-Malam

Demi Antre Minyak, Warga Tambora Rela Vaksin Malam-Malam

17 Maret 2022 02:44
Aktris Miyabi

Datang ke Indonesia, Miyabi Ucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

5 April 2022 09:10
Berlina

Pengendali Ini Jala 104,65 Juta Saham Berlina Rp1,06 Miliar

31 Agustus 2023 08:27
Garap Properti Sumatera, BTN Godok Santri Pekanbaru jadi Developer 

Garap Properti Sumatera, BTN Godok Santri Pekanbaru jadi Developer 

23 Agustus 2024 18:27
Arsip - Polisi berpakaian APD terlihat di sebuah bandara di Harbin, Heilongjiang, China yang berbatasan dengan Rusia, di tengah penyebaran COVID-19 di negara itu, April 2020.

China Perketat Akses Masuk Pelabuhan

4 November 2021 16:10
Map Aktif

Profit Taking, Warga Inggris Lego 13,98 Juta Saham Map Aktif Rp11 Miliar

14 September 2023 13:27
Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatawarta dalam Raker bersama Banggar DPR RI di Jakarta, Selasa (20/9/2022). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Kemenkeu Siapkan Dana Pensiunan Hingga THR Rp156,4 triliun

20 September 2022 19:46

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu